Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 58 Putus


__ADS_3

Melihat kesedihan di mata Ana, Ilham merasa sangat bersedih. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghibur Ana yang sedang patah hati.


Tiba tiba Ridwan dapat telepon dari pak Bhaskara.


" Hallo...pak, iya... iya... iya pak saya akan segera ke sana "


" Ana... maafkan Ayah, Ayah harus segera kembali ke rumah pak Bhaskara, karena tadi pak Bhas meminta ayah untuk segera kembali karena ada banyak pekerjaan. "


" Iya...Ayah. mari kita pulang sekarang. "


" Kalau kamu masih ingin di sini sama Ilham. Ayah mengizinkan nya. tetaplah di sini dengan ilham dan N "


" Tidak Ayah. Ana lelah... Ana ingin istirahat di rumah saja. "


" Baiklah nak... Ayo nak Ilham kita pulang. "


" Iya pak... "


" N ayo kita pulang... sayang. "

__ADS_1


" Mumu... kita kan baru di sini sebentar. kenapa sudah mau pulang? "


" Mumu lelah sayang, kita pulang sekarang aja. kapan kapan kita ke sini lagi ya kan yah... "


" N tenang saja... kalau om dokter libur kerja. Om dokter bakalan ajak N main ke sini. oke sayang... "


" N ingin jadi pacarnya om dokter, om dokter baik deh. N suka sama om dokter. "


" N siapa yang ngajarin pacar pacaran? Anak kecil nggak boleh punya pacar. "


" Mumu... teman N ada yang sudah punya pacar. kenapa N tidak boleh "


" Benarkah..."


" Ha... ha...ha... " Semua tertawa melihat tingkah lucu N


" Yuk... kita pulang sekarang,nanti om ajak jalan jalan ke sini lagi. "


" Janji ya om... "

__ADS_1


" Janji sayang... "


" Oh...iya Ilham. Nanti anterin Ayah ke rumah pak Bhaskara dulu, setelah itu kalian baru pulang. "


" Iya yah... "


Sampai di rumah Ana merebahkan tubuhnya di kasur kamar tidur nya. Hatinya hancur, air matanya sudah tidak bisa di tahan lagi, mengingat semua masa lalunya bersama Evan... Dan Semua janji yang pernah Evan tulis untuknya. Dia menanti selama 7 tahun namun penantian itu sia sia


" Mumu... Mumu kalung N putus " Terdengar suara N ketakutan karena memutuskan kalung pemberian Ana dari Evan


" Ada apa sayang... " Ana buru buru menghapus air matanya, karena dia tidak mau N melihat air matanya. Selama ini dia jadi ibu yang tangguh, yang tidak pernah menangis di depan anaknya.


" Kalung N putus Mumu... " menangis sesenggukan


" Sudah tidak apa... apa... memang sudah putus sayang. di perbaiki juga sudah tidak bisa . Mumu simpan ya... "


" Jangan... Mumu bilang kalau kalung N ini putus, papa N tidak akan datang. Pokoknya N mau kalung N bisa di perbaiki lagi. N mau ketemu papa. Maaf kan N ya Mumu... N tidak bisa menjaga kalung dari papa dengan baik "


" Sudah tidak apa apa sayang. ini tidak bisa di perbaiki sayang... sudah putus. Papa sudah tidak akan datang kepada kita. Kita lupakan saja tentang papa... " Ana sudah tidak bisa membendung tangisnya lagi. Dia menangis sambil memeluk N dengan erat

__ADS_1


" Mumu... Mumu kenapa menangis ? Mumu jangan menangis, N yakin om dokter bisa memperbaiki kalung N. Mumu jangan nangis lagi ya... N tidak mau Mumu nangis " Mengusap air mata Ana yang tidak mau berhenti mengalir.


" N akan menelpon om dokter, Agar om dokter datang memperbaiki kalung N lagi. Om dokter pasti bisa melakukan nya. "


__ADS_2