
Setelah kembali ke kamar, Evan tidak langsung tidur. Dia terus kepikiran dengan perkataan gadis kecil itu. Di Rinya semakin tidak tenang memikirkan nya.
Aisyah melihat Evan mondar mandir tak tentu. Terlihat sekali kecemasan di wajah Evan
" sebenarnya apa masalahmu mas? kenapa kau tidak mau bercerita denganku? Kenapa kau pendam sendiri. bukan kah kita sudah menjadi satu. kenapa kalau tidak pernah terbuka dan jujur padaku. " Aisyah tampak sedih melihat suaminya yang terlihat cemas dan bingung.
Pagi harinya... Evan dan Aisyah kembali ke kota. Saat perjalanan pulang, dia melihat Ana sedang mengantarkan baby N pergi ke sekolah dan bercanda saat lampu merah. Ana begitu bahagia bersama N.
" jika tersenyum seperti itu kau masih seperti Ana ku yang dulu. Yang selalu tersenyum manis " Evan tersenyum sendiri membayangkan pertemuan pertama nya dengan Ana.
" Mas Evan kenapa tersenyum sendiri ? "
" oh... tidak Aisyah. Aku sedang teringat sesuatu. "
" Teringat apa mas? "
" hmm.... bukan apa apa. "
" sama istri saja main rahasia segala. "
" mengingat kamu waktu masih kecil dulu saat aku bonceng sepeda di depan selalu tertawa riang. " Evan mencoba menutupi nya
__ADS_1
" Mas masih ingat...? iya dulu aku sangat bahagia. sekarang pun juga sangat bahagia. " Aisyah Tersenyum mengingat kejadian masa lalu
Evan hanya tersenyum saja.
Sesampainya di rumah. Evan memberitahu Aisyah bahwa besok pagi dia harus membangunkan dia pagi pagi sekali karena dia akan ke luar kota untuk membicarakan bisnis baru dengan temannya. Aisyah pun menyetujui nya.
Pulang dari rumah Aisyah, Evan tidak ke kantor karena masih capek. Waktunya di pake untuk istirahat karena besok dia akan menyelidiki tentang Ana lagi.
Pagi sekali sekitar jam 05:00 pagi setelah sarapan, Evan langsung pergi ke kota B tanpa memberi tahu Aisyah. Dia hanya perpesanan pada Aisyah untuk tidak menunggu nya jika dia pulang terlambat. Karena dia tidak tahu akan pulang jam berapa.
Di kota B, Evan menunggu di mobil dekat rumah Ana, Menanti kedatangan Ana dan N yang masih sekolah.
Sekitar setengah jam menunggu, Evan melihat Ana pulang bersama N. Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu di rumah Ana. Saat Ana membuka pintu terlihat Evan berada di depan nya. Ana mencoba menutup pintu tersebut namun kaki Evan mendorong pintu sehingga pintu itu terbuka dan Evan masuk ke rumah Ana.
" N cepat masuk kamar... ganti baju dan belajar. "
" Tapi Mumu..."
" Mumu bilang cepat masuk..." sambil menunjuk kamar dengan nada keras. karena takut N segera menuruti perintah ibunya dan Maruk ke kamarnya
" Ana... " ingin menyentuh tangan Ana
__ADS_1
" jangan sentuh aku kak Evan... "
" Ana... kenapa kau begitu marah dengan ku? "
" Tolong cepat keluar dari rumah ku. Sebelum Aku teriak " mengusir Evan dengan keras
" Ana... kenapa kau sangat egois. Aku ingin bicara sebentar denganmu. "
" Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Jadi kumohon pergilah sebelum orang orang datang kesini karena teriakan ku. "
" Ada Ana... Ada banyak yang perlu kita bicarakan. Siapa Ayah N ? Apa benar dia anakku? "
" Bukan... N anak ku dan bukan Anakmu. "
" Aku tidak percaya Ana. Aku tahu N adalah Anakku. "
" Katakan Ana... katakan padaku yang sejujurnya. Apa yang terjadi 7 tahun yang lalu. "
" cukup... pergi... pergi sekarang dari sini. Aku tidak ingin melihat mu lagi. pergi... " Ana menangis histeris
" N adalah Anakku. "
__ADS_1
" Kamu siapa mengaku sebagai Ayah N setelah 7 tahun kau telantar kan Ana dan baby N? mungkin Kau memang ayah biologis nya. tapi kau tidak ada hak sama sekali di sebut Ayah oleh N. Ayahnya sudah meninggal sejak dia meninggal Ana dalam keterpurukan. "
Evan pun menengok kebelakang dan kaget melihat orang yang berbicara dengan lantang itu.