
Pulang dari sekolah Ana mampir ke apotik membeli obat yang dia searching di google. Tapi apoteker menolak untuk memberikan nya karena alasan obat ini harus dengan resep dokter. Dengan kesal Ana pergi dari apotik itu. Dia merasa ada yang sedang membuntuti nya tapi Ana sendiri tidak tau siapa yang mengikuti nya. Bingung... Ana mencari apotek lain yang mau memberikan nya obat yang dia pesan. Akhirnya ada satu apotek yang memberikan obat yang Ana mau bahkan menyarankan untuk membeli obat lain nya sebagai tambahan. Ana sangat bahagia mendapatkan obat itu, dia merasa mampu membuat Anaknya tetap hidup walau tanpa dokter ilham.
Tapi Ana sedikit bingung kenapa apoteker itu mau memberikan obat yang seharusnya harus dengan resep dokter jika ingin membeli nya. semua apotek menolak untuk memberikan nya kecuali apotek tersebut.
Mungkin Allah menghendaki anak nya untuk tetep hidup . pikir Ana
POV dokter ilham
__ADS_1
Ketika dokter ilham mengunjungi Ayah nya, dia tak sengaja melihat Ana pinsan di depan kelas. Segera dokter ilham membopong Ana ke UKS dan memeriksa nya. setelah Ana sadar dokter ilham pergi meninggalkan Ana dan mengatakan pada guru nya untuk mengizinkan Ana pulang karena kondisinya yang lemah. Saat ingin pulang dokter ilham melihat Ana keluar dari sekolah dan ingin mengantar kan nya pulang tapi dokter ilham ragu. Akhirnya dokter ilham membuntuti Ana. Melihat Ana keluar apotek dengan wajah muram, Dokter ilham menanyakan pada apoteker obat apa yang ingin di beli Ana.
Dokter ilham membuntuti Ana keluar masuk dari apotek lain dengan wajah yang sama. Akhirnya dia menyelip ojek yang Ana tumpangi dan berhenti di apotek Amalia sehat serta memberi tahu apoteker untuk memberikan obat pada gadis berseragam SMA yang mencari obat penguat kandungan.
Setelah berhasil meyakinkan petugas apoteker,dokter ilham menunggu Ana di sisi jalan di dalam mobil sambil mengawasinya.
Melihat Ana keluar dari apotik dengan wajah yang bahagia. Dokter ilham merasa tenang dan kembali ke rumah sakit nya.
__ADS_1
*****
Hari Hari berikutnya Ana menjadi lebih riang. Dia meminum obat yang di beli di apotik secara rutin, seperti nya perjuangan nya membawa kan hasil. Ana mulai merasakan ada gerakan sedikit demi sedikit dalam perutnya. jika di hitung dari USG terakhir sepertinya usia kandungan Ana sudah 27 Minggu.
Dalam kesendirian nya dia selalu mengelus perut dan berbicara pada bayinya. Astri sering melihat Ana melakukan hal itu saat sedang sendirian.
Sekarang Ana juga sudah tidak mual lagi, membuat orang tuanya bahagia karena Ana semakin sehat dan tidak pernah mengeluh tentang apapun. Hanya saja nenek Ana selalu memperhatikan semua gerak gerik Ana dan mulai curiga tentang Ana.
__ADS_1
Saat itu, Ana lupa mengunci pintu dan membiarkan terbuka sedikit. Tanpa dia sadari nenek nya yang kebetulan lewat depan pintu kamarnya melihat dan mendengar saat dia mengelus perutnya sambil berbicara kepada bayi yang ada dalam kandungan nya. Hal itu membuat neneknya sok dan mendapatkan serangan jantung yang membuat dia harus di larikan ke rumah sakit.
Mendengar kabar bahwa Ibunya sakit dan di bawa ke rumah sakit, Anti langsung memesan tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia meski tanpa suami nya. karena suaminya sedang sibuk dengan bisnis barunya jadi dia harus pulang sendiri ke Indonesia.