Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 102 Penculikan N


__ADS_3

Sesampainya di tempat yang di tentukan penculik itu. Evan dan Ana berjalan dengan hati hati, tanpa mereka sadari ada seseorang dari belakang nya yang bersiap untuk menyekap Ana dan Evan. Dan membawa mereka ke sebuah ruangan.


Dari dalam ruangan tersebut muncul seseorang memakai jas warna hitam dan juga berkacamata hitam membawa tas di tangan nya.


" Evandra Mahameru... tidak sia sia aku menculik putri haram mu ini. Putri hasil hubungan gelap mu di masa lampau. "


" Siapa kau... lepaskan putriku dan kau akan mendapatkan segalanya dari ku. "


" Wah wah wah... kau datang bersama istri ke dua mu ya. Sungguh pasangan yang romantis. "


" Cukup... dimana putriku? "


" papa... Mumu. " Teriakan N memanggil orang tua nya


" N sayang... N jangan takut ya. papa dan Mumu ada di sini. Mumu kangen banget sama kamu sayang " kata Ana gembira mendengar suara N baik baik saja


" Tolong buka penutup wajah istriku, biar dia bisa melihat anakku. " pinta Evan pada penculik itu


" Kau pikir aku bodoh... hah...? " Mendekat pada Evan


" Aku tidak akan membuka penutup ini sampai kau menandatangani surat ini "


" Baik... aku akan menandatangani semua nya. tapi lepaskan dulu putriku! "


" oke... " Penculik itu memberikan setumpuk kertas bermaterai untuk di tanda tangani Evan


" Evan... jangan. kau tidak tahu apa isi kertas itu. " pinta Ana kepada Evan


" Tidak Ana . demi putriku meskipun seluruh perusahaan jadi miliknya, aku jadi gelandangan pun akan aku tempuh asalkan kamu dan putriku selamat "

__ADS_1


Ana terharu mendengar perkataan Ana.


" Terimakasih Evan dan maafkan aku selama ini telah meragukan mu. "


" ya... ya... silahkan ber maaf maafan, aku akan pergi dulu dan terimakasih atas tanda tangan nya. Kau tetap ikat mereka berdua. kalau perlu ikat mereka jadi satu agar mereka bermesraan, sepertinya kesibukan suaminya, mereka jarang memiliki waktu untuk berdua. "


" Siap bos... Bagaimana dengan Anak kecil ini bos? saya sudah pusing mengurus nya, dia cerewet sekali "


" Bawa dia bersama kita. Aku tidak akan melepaskan nya sebelum tander itu jadi milikku. "


" Hai... bajingan. lepaskan kita . kau sudah berjanji akan melepaskan anakku jika aku menandatangani semua itu. "


" Aku bo'ong... ha...ha...ha... " Penculik itu tertawa keras


Ana hanya terdiam mendengarkan suara penculik itu dengan seksama. Dia merasa kenal dengan suara itu.


" Aris... " ucap Ana lirih


" Haris putra Ridwan... Benarkah itu kamu? " Ana kembali berucap


" Diam... Siapa kau berani menyebut nama itu? " penculik itu berbicara dengan nada tinggi dan keras sehingga membuat N takut dan menangis


" N sayang... jangan nangis, Mumu dan papa ada di sini. " Ana mencoba menenangkan putrinya


" Mumu...N takut. "


" Sayang nggak boleh takut ya... N anak kuat, anak pintar dan juga Anak pemberani nya papa "


Penculik itu menghampiri Ana dan mencekik leher Ana.

__ADS_1


" Jangan kira karena kamu wanita Aku tidak akan berani melukai mu. " Ancam penculik itu


" Hai... jangan kau lukai istriku, kalau tidak aku akan... "


" Kalau tidak kamu akan apa ? Melepaskan dirimu sendiri saja tidak bisa apalagi menolong istri dan Anakmu. Ha...ha...ha " Sambil menginjakkan kakinya di dada Evan.


Evan berusaha keras meronta ingin melepaskan ikatan tangan nya namun semua itu sia sia. Penculik itu memberikan bogem ke perut dan wajah Evan sehingga Evan tidak meronta lagi.


Ana teriak histeris mendengar suaminya di pukuli


" Cukup Aris... cukup. Begini kah cara Tante dan om membesarkan kamu? "


Aris tetap memukuli Evan hingga babak belur


" Aris...cukup. Meskipun kau mengelak, namun aku paham betul dirimu. 12 tahun kita di besarkan bersama dan kita hanya terpisah selama 7 tahun. bagaimana aku bisa melupakan mu. "


" Jangan sok tahu tentang diriku. karena kamu bukan siapa siapa ku "


" Aku tahu semua hal tentang mu. " Jawab Ana


" Aku bukan Aris adik kamu. "


" Adik ... kapan Aku memberi tahu mu bahwa kau adalah adik ku? "


" Cepat...bawa anak kecil ini ke gudang dan kurung dia di sana. " perintah penculik itu kepada Anak buahnya


" Baik bos. " jawab salah satu di antaranya


" Aris aku mohon...jangan kurung anak ku, tolong biarkan dia di sini bersama ku. Aku mohon Aris, aku mohon padamu. "

__ADS_1


Aris tidak mendengarkan ucapan Ana lagi dan Berlalu meninggalkan Ana yang berteriak teriak kesetanan mendengar N di bawa mereka .


" N... N ... Anakku.. tolong jangan bawa Anak ku, tolong...tolong jangan bawa putriku. hikz...hiks "


__ADS_2