Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 28 kematian nenek Ana


__ADS_3

Saat Anti sampai di bandara dia segera bergegas menuju ke rumah sakit. Tiba di rumah sakit dia langsung mencari kamar ibunya tapi ketika dia ingin masuk kamar tersebut dia melihat dokter menutup wajah pasien menandakan bahwa pasien telah tiada. Anti tidak percaya dan langsung histeris memeluk jenazah tersebut.


" Ibu...ibu...jangan tinggalkan Anti ibu. Ibu jangan pergi 😭😭 hikz hikz "


" Anti...hiks hiks . maavin kakak . " memeluk Anti dari belakang


" kakak ... kenapa ibu pergi meninggalkan kita Kaka. kemarin ibu masih sehat dia masih telpon nan sama aku. dia baik baik saja Kaka. " memeluk kakaknya


" Sabar ... Anti. mungkin sudah takdir hidup ibu hanya sampai di sini " menepuk pundak adiknya.


Setelah semua nya selesai jenazah ibu mereka di bawa ke rumah duka. Tiba di rumah sudah banyak tetangga yang berdatangan dan membantu menyiapkan pemakaman Ibunda mereka.


Selesai pemakaman Anti masih tidak percaya dengan kepergian ibunya. Dia terus menangis dan memeluk makan ibunya. Hingga akhirnya dia pinsan dan di bawa pulang Astri dan Ridwan.


Setelah sadar Anti kembali menangis mengingat kenangan di rumah itu bersama ibunya . Astri mencoba menenangkan nya.

__ADS_1


*****


7 hari telah berlalu setelah kematian nenek Ana. Suasana masih tampak berkabung di rumah itu. Tidak ada keceriaan yang terdengar dari penghuni rumah. semuanya tampak sepi dari mulai ruang tamu, dapur serta meja makan. Seperti di rumah itu tidak ada penghuni nya. setelah para tamu pulang di hari terakhir mengaji kan almarhum ibunya Astri.


" tok .. tok ... bolen Tante masuk " terdengar suara pintu di ketuk. membuyarkan lamunan Ana


" iya Tante... masuk lah tidak Ana kunci " jawaban Ana dari dalam kamar.


Anti melihat lihat kamar Ana dengan teliti seperti sedang mencari sesuatu.


" Ada apa Tante? " tanya Ana sedikit berang melihat sikap Tante nya yang aneh


" owh... iya Tante "


" kamu sekarang lebih gemuk kan ya..? apa lagi perutmu terlihat buncit seperti orang hamil " menunjuk perut Ana yang memang sudah mulai kelihatan menonjol

__ADS_1


Ana segera menutupi perut nya dengan jaket


" Oh... ini, ini... aku tadi abis makan banyak banget Tante jadi perutku terlihat buncit 😊 " mencoba tersenyum agar tantenya tidak mengetahui sebenarnya apa yang terjadi.


" makan...?" menghampiri Ana dan mendekatkan wajahnya ke wajah keponakan nya itu sambil melotot


" i...iya. aku abis makan banyak Tante " Ana terlihat sedikit gugup


" Aku kira kamu masih bersedih dengan kepergian Nenek mu sehingga tidak nafsu makan, ternyata aku salah " tersenyum sinis


" Aku... Aku. Aku lapar Tante, setelah beberapa hari makan cuma sedikit, rasanya hari ini lapar nya nggak ilang ilang jadi makan banyak " dengan senyuman yang di paksakan.


" Cukup Ana... cukup. Aku tahu semuanya. bahkan nenekmu juga tahu. Ada apa dengan malam itu Ana? kenapa nenekmu bisa sampai meninggal? " air mata sudah tak mampu keluar dari mata Anti. Terlalu banyak air mata yang dia keluarkan selama 7 hari ini.


" Tante... maaf kan aku Tante " bersimpuh di kaki tantenya dengan air mata yang begitu saja mengalir deras.

__ADS_1


" Tidak Ana... Aku tidak bisa memanfaatkan siapa pun itu yang membuat ibuku tiada "


Mendengar kegaduhan di kamar Ana, Ibu dan bapaknya berlari ke kamar Ana. Mereka khawatir terjadi sesuatu dengan Ana.


__ADS_2