Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 72 Dingin


__ADS_3

Sementara di rumah Evan... Aisyah meminta izin untuk berkunjung ke rumah orang tuanya karena sudah 4 bulan lamanya setelah menikah dia belum pernah bertemu lagi dengan umi dan Abinya. Aisyah sangat merindukan kedua orangtuanya. Evan pun menyetujui dan mengantarkan Aisyah ke rumah orang tuanya.


Sampai di kota B, Evan berpamitan pada Aisyah bahwa dia akan kembali ke kota untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih banyak. Akhir pekan Evan berjanji akan menjemput Aisyah lagi .


Saat melewati jalan depan pusat perbelanjaan di kota itu... Evan melihat Ana dan seorang gadis kecil bergandengan tangan turun dari mobil menuju sebuah pusat perbelanjaan. Evan pun membuntuti mereka...


" Bang Ilham... bisa tolong aku sebentar? "


" Ada apa Ana? "


" Aku mau ke toilet dulu, bisakah Abang jaga N di sini "


" pergilah... aku akan jaga N di sini "


" Terimakasih bang... "


Ana mencari toilet wanita, dia merasa ada yang mengikuti nya. Namun... setiap dia menengok ke belakang... dia tidak melihat siapa pun.


Saat dia hendak sampai di toilet wanita... tiba tiba ada seseorang yang menyekapnya dari belakang dan mendorong masuk ke dalam toilet wanita tersebut.


Ana mencoba memberontak namun dia tidak mampu melawannya. Mencium wangi parfum tersebut Ana sudah tahu siapa yang menyekapnya itu.

__ADS_1


" Ada apa kak Evan? kenapa kau berbuat seperti ini? Apa mau mu kak ? "


" Ana... kau sudah tahu jika ini aku?"


" Bagaimana aku tidak mengenali bau parfum yang kamu gunakan setiap kita bertemu. "


" Ana... kenapa kau bersikap dingin kepadaku? kenapa seperti nya kau marah padaku. " Terus menekan Ana sehingga dia terpojok


" Kenapa...? kakak tanya kenapa? seharusnya kakak tanya pada diri kakak sendiri... kenapa aku seperti ini " sambil menunjuk dada Evan...Air mata Ana mulai menetes, Namun dia buru buru menghapus nya


" Aku... apa salahku? Bukan kah kau yang salah? Kau menghianati ku... Kau menikah dengan orang lain dan kau pun sudah mempunyai anak dari laki laki itu. Aku tidak menyangka Ana, bahwa kau tega berbuat seperti itu. "


" Bukankah aku sudah janji padamu, bahwa tujuh tahun aku akan datang melamar mu. Apa kau tidak percaya padaku? Apa dia lebih kaya dari pada aku, sehingga kau memilih menikah dengan nya dari pada menunggu ku. "


" Cukup... cukup kak. Aku bukan cewek yang gila harta kak. Meskipun Aku miskin tapi aku tidak seperti yang kau pikirkan. Dan Aku beri tahu dirimu kak... Setidaknya dia lebih baik darimu. camkan itu " Ana mendorong Evan dan pergi meninggalkan nya


Mendengar ucapan Ana, Evan serasa tak percaya mendapati Ana yang sekarang. Dia merasa Ana telah berubah 180 derajat. Dulu Ana yang dia kenal bukan seperti Ana yang sekarang.


" Siapa wanita tadi? tidak dia bukan Ana ku, Ana ku dulu tidak seperti itu. dia lemah lembut, periang. Dia tidak pernah kasar pada siapapun. Ana tidak akan pernah tega menyakiti hati seseorang. " Batin Evan


Ana buru buru buru menghapus air matanya dan segera menyusul N dan Ilham

__ADS_1


" Mumu... kenapa lama sekali? N capek nungguin Mumu di sini. "


" Maaf sayang tadi banyak yang ke toilet jadi harus antri "


" papa ayo kita masuk... N mau main "


" Iya sayang... Ayo An... "


" Iya bang... "


Sepanjang perjalanan menuju lantai atas mall tersebut, Ana selalu menengok kebelakang. Hatinya tak tenang. Takut Evan membuntuti nya lagi.


" Kenapa kamu terlihat cemas? "


" Enggak kog bang... aku tidak cemas. Lagian apa yang harus aku cemaskan ketika Abang di sampingku "


" Sekarang kamu sudah bisa gombal ya... begini ya rasanya di gombalin seseorang yang kita cintai. rasanya seperti di siram air es saat cuaca panas seperti sekarang... Adem hati Abang "


" Abang apa'an sih... siapa juga yang gombal. Ana bicara kenyataan bukan gombalan. " Sambil tersenyum malu


" Gitu dong senyum... kamu ini kalau senyum cantiknya tidak ada yang bisa menandingi. "

__ADS_1


" uh... gombal. udah nggak mempan tahu bang kamu gombalin. haha... "


" Abang memang tidak bakat kalau di suruh merayu cewek. apalagi cewek secantik kamu. "


__ADS_2