
Di rumah Evan
Evan sedang memandangi foto Ana, hanya kenangan itu yang dia bawa
dheg.. maafkan Kaka ya...kaka pergi tidak mengabari Adek dulu. saat ini kaka sangat merindukan Adek, kaka janji 7 tahun yang akan datang setelah Kaka selesai kuliah di sini, kaka akan kembali untuk Adek. tolong tunggu Kaka ya.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu
" tok... tok... tok... Evan sayang makan Yuk, sudah di tunggu papa di meja makan. "
" iya ma... sebentar lagi Evan turun "
" Jangan lama lama ya nanti papa mu marah. 5 menit cukup "
" cukup ma "
" oke "
5 menit Kemudian Evan turun
" kenapa lama sekali? " tanya papa Evan
__ADS_1
" Tadi Evan lagi belajar pa "
" kenapa harus di dalam kamar terus menerus. sudah 3 bulan kamu di sini. pergi keluar bersama teman teman mu "
" Evan belum punya banyak teman pa di sini, jadi Evan lebih suka di kamar "
" Terserah kamu ... yang penting papa tidak pernah melarang kamu melakukan hal yang kamu suka. "
" Papa tidak melarang ku melakukan hal yang aku suka tapi papa mengekang ku dengan sengaja mengajak ku pindah ke sini. Evan tidak suka di sini... Evan lebih suka di Indonesia. "
" Evan cukup... sekarang waktunya makan bukan berdebat. kita sudah bilang bahwa kita akan pindah ke sini sejak kamu kelas 1 SMA dan Tinggal di sini bersama mama papa, kita sudah menuruti permintaan mu dengan mengulur waktu sampai kamu kelas 3. Sekarang apa lagi? masih kurang waktu yang kami berikan? "
Evan hanya diam saja dan tidak melanjutkan makannya, dia bergegas menuju ke kamar nya.
" Papa tenang saja, mama akan bujuk Evan agar dia betah tinggal di sini "
Tiba tiba Evan turun dari tangga dengan membawa jaket nya.
" Evan... mau ke mana kau "
" papa bilang suruh Evan keluar pergi sama teman teman biar tidak bosen di rumah terus, ini Evan mau pergi sama Eric "
__ADS_1
" bagus itu... biar kamu tau indahnya kota ini "
" Evan sayang ... makan dulu ya "
" Tidak ma, Evan tidak lapar. Nanti Evan makan di luar aja sama Eric "
" kamu kan nggak doyan makanan sini nak "
" Biarkan saja sayang... biar dia terbiasa menikmati makanan sini. "
" Tapi pa... "
" Sudah jangan berdebat lagi Evan sudah pergi ... "
" Papa kog nggak kasih tahu mana kalau Evan sudah pergi "
" mama nerocos melulu dari tadi "
" hehe... iya pa . ayo papa makan lagi "
Sesampainya di tepi pantai... Evan merenung, membayangkan masa indah bersama Ana. Ingin sekali rasanya dia memeluk Ana dan mengatakan betapa rindunya dia dengan Ana. Namun jarak yang memisahkan mereka.
__ADS_1
" Ana ... kamu tahu Aku sangat mencintaimu, kenapa kau hukum aku seperti ini. kenapa sebelum kepergian ku kau menolak bertemu denganku Ana... Aku melakukan semua itu karena aku tidak mau kehilangan mu. Suatu saat nanti kalau aku kembali ke Indonesia tolong jangan menghindar dari ku lagi . Aku merindukan mu Ana... sangat merindukan mu "
Teriakan Evan menggema di seluruh pantai. Semilir angin menambah kesunyian malam itu hanya suara deburan ombak yang menemaninya. Puas melepaskan segala gundah yang ada di dada, Evan memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dan siap menjalani hidup jauh dari Ana. Mulai besok dia akan belajar sendiri tanpa Ana dan bayangan Ana. Dia akan menyimpan segala kerinduan nya untuk 7 tahun yang akan datang. Saat dia kembali ke Indonesia, dia akan menemui Ana dan memenuhi semua janjinya pada Ana.