
" Maafkan Ana ya Bu, tidak bisa memenuhi semua keinginan ibu "
" kenapa minta maaf, masa depan mu masih panjang. siapa tahu suatu saat nanti ada yang ingin menikahi mu dan orangnya baik seperti dokter ilham. Tidak seperti ayah dari bayimu yang tidak bertanggung jawab "
" Aku tidak ingin menikah Bu dan juga tidak mungkin ada laki laki yang ingin menikahi diriku yang seperti ini "
" Kamu jangan putus asa ya sayang. ibu dan bapak sudah punya rencana untukmu "
" Apa Bu? "
" Sudahlah kita bicarakan nanti setelah kita sudah pulang ke rumah "
" Ibu maafin Ana ya... gara gara Ana ibu dan ayah jadi banyak masalah. "
" iya sayang... ibu dan bapak sudah ada rencana untukmu tapi kamu harus nurut sama ibu dan bapak ya? semua demi kebaikan mu "
" iya Bu... Ana akan menuruti semua perkataan ibu "
" Besok kamu sudah boleh pulang. sekarang kamu istirahat biar sehat dan fresh sehingga besok dokter akan mengijinkan kita untuk pulang. "
" baik ibu. terimakasih untuk semua nya Bu, Ana tak kan bisa menghadapi semua ini tanpa ibu dan ayah "
" iya sayang "
*****
Ke esokan harinya, Tante Anti datang untuk menjemput Ana.
__ADS_1
" Ana jadi pulang sekarang kak ? "
" Iya An... "
" ya udah aku urus biaya administrasi nya dulu ya? "
" Tidak usah An... mas mu sudah mengurus nya "
" Oh... ya udah kalau gitu Anti tunggu di mobil ya kak kasian Niko sendirian di mobil "
" iya An, makasih ya dan maaf sudah merepotkan mu "
" iya kak "
Ibu Ana menyapa dokter ilham saat berpapasan di depan kamar Ana
" Oh... ibu Astri ya... ibunya Ana "
" Iya dok ... terimakasih... dokter telah membantu dan memberikan semangat kepada anak saya. "
" iya buk sama sama,itu sudah menjadi tugas saya untuk baik terhadap pasien. Bagaimana kondisi Ana? "
" Dia jauh lebih baik dari sebelumnya dok, mungkin sekarang dia sudah bisa menerima semua nya dan mencoba bangkit demi bayinya "
" Baik itu Bu... semoga saja bayinya baik baik saja sampai nanti di lahirkan. "
" Amin... makasih dok "
__ADS_1
" Saya tinggal dulu ya Bu, saya akan memeriksa pasien yang lainnya. "
" iya dokter... "
ibu Ana melamun dan berbicara sendiri pada dirinya
ya Allah baik banget dokter ilham itu, sudah tampan,sopan,mapan laki laki yang sempurna. andaikan aku punya menantu seperti dia. pasti Ana akan begitu bahagia hidup dengan nya.
" Hai...buk, kenapa melamun?" sambil menepuk pundak isterinya
" Aduh...bapak ngagetin ibu aja. " balas memukul suaminya
" pagi pagi kog sudah melamun Bu. melamunin apa sih buk? "
" Itu lho pak, dokter ilham baik banget andai kita punya menantu seperti itu betapa bahagianya anak kita . " membayangkan Ana dan dokter ilham duduk di pelaminan
" itu sih ibu yang bahagia karena punya menantu ganteng. " sindir bapaknya Ana
" hmmm.... bapak cemburu ya... ckckckkkk " tertawa melihat suaminya cemburu dengan dokter ilham
" ih... siapa juga yang cemburu. lagian dokter ilham mana mungkin mau jadi menantu kita karena kondisi Ana dia akan mikir 1000 kali untuk itu "
" Bapak kog pesimis gitu sih, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendaki " memasang muka optimis
" ya... ya... mari kita pulang. Anti sudah menunggu di parkiran. kasian mereka jika harus menunggu lama. "
" oh...iya pak sampai lupa dengan adik ku itu " sambil menepuk kening nya
__ADS_1