Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 44 Kesempatan


__ADS_3

" Jodoh dari mana... dasar tukang berkhayal. mimpi kali bisa dapetin dokter Ilham. huh.... " Sambil menjitak kening Santi dan berlalu meninggalkan Santi yang kesakitan.


Setelah menemui Mpok Hindun, Dokter Ilham ke ruangan dokter Iwan untuk membicarakan masalah ini.


" Hai... brow. sibuk nggak? " sapa dokter Ilham masuk ke ruangan dokter Iwan setelah dokter Iwan mempersilahkan dia masuk.


" Enggak nie brow... Ada apa? Kebetulan hari ini cuma ada 3 pasien saja dan tadi yang terakhir. "


" Syukurlah... ada yang ingin aku bicarakan sebentar denganmu. "


" Ya... bicara lah. kenapa kamu terengah-engah seperti di Kejar hantu? Apakah ada masalah yang sangat penting? "


" Sedikit penting sih... Tadi aku dari kantin dan Santi karyawan nya Mpok Hindun genit sekali membuat aku takut dan berlari ke sini. Sebab itu aku terengah-engah. "


" Oh... . Ada masalah apa? "


" Tolong kasih tahu Ana kalau dia mau bekerja di kantin sini, dia bisa datang ke kantin Mpok Hindun dan melamar kerja di sana. "


" Memangnya Ana butuh pekerjaan? "


" Iya... tadi aku tak sengaja mendengar percakapan nya dengan ibunya. Katanya dia pingsan karena kelelahan mencari kerja "

__ADS_1


" Kenapa tidak kamu saja yang memberi tahunya. Kenapa harus aku ? "


" Dia sedang marah dengan ku. Nanti dia akan mengira aku mencari simpati nya dengan memberi tahu tentang pekerjaan itu. "


" Brow... ini kesempatan baik bagimu untuk lebih dekat dengan Ana. Menurut ku kamu sendiri yang harus mengatakan nya pada Ana. "


" Aku tidak ingin dia semakin salah paham denganku dan menjauhi ku "


" hai... kamu ini laki laki atau perempuan? punya masalah bukan menyelesaikan nya malah lari... ini kesempatan mu untuk berbaikan dengan Ana "


" Aku bukan lari... tapi "


" Tapi apa... ? " Belum selesai dokter Ilham bicara, dokter Iwan sudah menyela nya.


" Sudah ... pergi sana... temui Ana dan beritahu tentang lowongan kerja di kantin Mpok Hindun. Pasti dia senang mendengar nya "


" Benarkah... "


" Benar...sudah sana pergi " Dokter Iwan mendorong dokter Ilham keluar ruangan nya


Dengan ragu ragu dokter ilham mengetuk pintu kamar Ana dan membuka nya perlahan. Dia melihat ibu Ana dan baby N masih di sana menunggui Ana.

__ADS_1


" Oh...dokter ilham ya. silahkan dok " ibu Ana berdiri dan mempersilahkan dokter ilham untuk duduk di samping Ana.


" Saya berdiri aja bu. nggak enak kan yang muda duduk dan orang tua malah berdiri. "


" Owh... enggak kog dok. kebetulan dokter ke sini saya mau ke kantin dulu. Tolong temenin Ana ya dok. "


" Ibu... ibu mau kemana? Dokter Ilham pasti sibuk kenapa ibu meminta tolong pada dokter ilham. aku bisa sendiri kog Bu. aku nggak pa pa di tinggal Sendiri. "


" Saya lagi nggak ada pasien. tapi saya cuma sebentar kog Bu. Bu Astri di sini saja. Takutnya nanti timbul fitnah. "


" Oh... baiklah dok saya akan di sini saja. "


" Ana... Bagaimana keadaan mu sekarang?"


" Sudah lebih baik dok. Makasih... karena sekali lagi dokter sudah menolong ku. "


" Syukurlah kalau begitu. iya sama sama. oh...ya.. Maaf tadi aku tidak sengaja melihat map yang kamu bawa. Apa benar kamu lagi butuh kerjaan? "


Ana hanya diam saja tak menjawab pertanyaan dokter ilham


" Nggak pa pa kalau kamu tidak mau menjawab nya. tapi kalau kamu butuh kerjaan,di kantin rumah sakit ini ada yang lagi membutuhkan karyawan. mungkin saja kamu minat kerja di sini. Ya udah... aku pergi dulu ya. Semoga cepet sembuh. "

__ADS_1


" Amin... terimakasih dokter sudah sangat baik pada Ana " jawab ibu Ana karena Ana masih diam saja tak mau menjawab nya.


__ADS_2