Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 98 omongan orang


__ADS_3

Sampai di rumah Ana langsung masuk ke kamarnya... Dia menitikkan air mata yang sedari tadi di tahan nya. Hatinya sakit mendengar ocehan orang orang tadi. Dia ingin menjelaskan pada semua orang bahwa dia bukan seperti itu, tapi di rasa percuma. Image yang di sandang sebagai istri ke dua memang selalu buruk di mata orang orang. Dia tahu itu sejak awal namun dia tidak membayangkan bahwa akan terus berlanjut meski usia pernikahan dengan Evan sudah memasuki bulan ke dua.


" Mumu... kenapa Mumu menangis ? " Sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Ana


" Mumu tidak apa apa sayang. " memeluk Erat N


" Mumu jangan nangis lagi ya... N jadi sedih kalau melihat Mumu menangis. "


" Iya Mumu janji tidak akan menangis lagi. agar N tidak bersedih


Seharian Ana berdiam diri di kamar. Saat Evan pulang pun dia masih tidak mau keluar kamar. Hal itu membuat Evan merasa khawatir.


N juga bercerita pada Evan bahwa Mumu nya tadi siang menangis sendiri di kamar. mendengar hal itu Evan langsung pergi ke kamar Ana, Setelah sekian lama mengetuk pintu akhirnya Ana membukakan pintu untuk Evan


" Kamu kenapa Ana? "


Ana hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Evan.


" Dengar omong kosong orang orang? "


Ana masih saja diam


" Sudah aku bilang berapa kali...? jangan dengar apa kata mereka ..! kamu akan merasa sakit hati jika kau selalu mendengar kan kata mereka "

__ADS_1


" Lalu aku harus apa? aku sudah mencoba tidak mendengarkan perkataan mereka. tapi seolah-olah perkataan itu selalu terngiang di telingaku. Aku sangat tertekan Evan... aku tidak bisa bahagia. Hidup seperti ini akan menyiksa kita bertiga 3 Evan. "


" Jangan bicara begitu Ana. Aku sangat mencintaimu... aku yakin kita bisa bahagia. " memeluk Ana tapi Ana berusaha melepaskan pelukan Evan


"Kamu egois Evan... kamu hanya memikirkan perasaan mu saja. "


" Ana... kenapa kau bicara seperti itu. Aisyah bahagia aku pun bahagia. Hanya kamu yang belum bisa menerima semua ini. cobalah mengerti Ana semua ini sudah menjadi takdir illahi. Bukalah hatimu untuk menerima semua ini. kamu pasti akan temukan kebahagiaan bersama ku "


" Cukup... pergi dari sini. aku tidak ingin mendengar perkataan mu lagi. "


" Oke... tenangkan dirimu Ana. kasian N dia sedih dari tadi karena melihat mu seperti ini. "


Mendengar ucapan Evan, Ana segera mengusap air matanya dan berjalan keluar untuk makan malam bersama.


" Iya aku baik baik saja. "


" Syukurlah... Aku sedikit cemas karena kamu tidak keluar kamar sejak pulang dari sekolah N "


" Maafkan aku telah membuat mu cemas. "


" Tidak apa apa... makan lah. Seharian kamu belum makan. "


" Iya... "

__ADS_1


" Besok ikut aku yuk ke pengajian Deket mushola di rumah ibu Siti. Dari pada kamu bosen di rumah terus. "


" N boleh ikut bunda...?" Tanya N pada Aisyah


" Boleh donk sayang. ajak sekalian Mumu ya. "


" Siap bunda... Mumu pasti ikut. iya kan Mumu?"


Ana hanya diam mendengar pertanyaan N tanpa menjawab sepatah katapun


" Mumu... besok kita ikut bunda ya. please...ikut ya Mumu? "


Ana hanya mengangguk kan kepalanya


Ke esokan harinya setelah kejadian itu Evan melarang Ana menjemput N lagi.


Jam 13:00 Aisya dan N sudah siap.untuk datang ke pengajian di dekat rumah mereka sementara Ana belum bersiap siap karena dia memang tidak ingin datang namun N yang terus meminta Ana untuk ikut ke pengajian akhirnya Ana mengikuti keinginan N.


Sampai di tempat semua mata tertuju pada kedatangan mobil mewah berwarna hitam mengkilap itu. Melihat keakraban Aisyah dan Ana membuat semua orang heran.


Ada salah satu anggota pengajian yang menentang kehadiran Ana


" Mbak Aisyah...kenapa mbk bawa pelakor itu ke pengajian kami? "

__ADS_1


Sontak Ana dan Aisyah kaget mendengar perkataan itu.


__ADS_2