
Saat tersadar...Evan melihat jam di dinding menunjukkan angka satu,Bearti dia sudah tidak sadarkan diri selama 10 jam, Evan kaget ketika mendapati Ana yang masih setia menunggu sampai tertidur di sisi nya. Melihat hal itu Evan tampak bahagia, Meskipun dia harus menanggung sakit namun dia tidak menyesal mendapatkan pukulan dari ayah Ana. memang dia pantas mendapatkan itu semua, setelah apa yang dia perbuat pada putri nya. Evan mengelus rambut Ana, namun Ana terbangun dan Evan pura pura tidur lagi. Setelah Ana kembali tertidur, Evan terus memandangi Ana yang dia rasa semakin cantik dari pada dulu waktu masih SMA. Tiba tiba Evan teringat oleh istrinya Aisyah, dia belum memberi kabar pada Aisyah seharian ini. pasti dia merasa khawatir. Evan mencoba mencari handphone yang ada di saku celananya namun Evan tidak menemukannya.
Setelah sholat subuh, Aisyah langsung bergegas menuju ke kota B untuk menemui suaminya.
Setelah sampai di rumah sakit tempat Ilham bekerja, Aisyah mencari ilham menanyakan keberadaan suaminya sekarang.
Jam di dinding menunjukkan angka 09:39 , Ilham segera mengantarkan Aisyah ke kamar Evan. Untung saja saat itu Ana pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan memasak untuk N. N merengek ingin ikut Ana kembali ke rumah sakit menjenguk om ganteng, namun Ana melarang N untuk ikut dengannya.
Saat tiba di ruangan Evan, Ana melihat bahwa istri Evan sudah berada di samping Evan. Seketika itu Ana baru sadar bahwa Evan bukan miliknya lagi. dia pun menangis di luar ruangan Evan. Semalaman Ana lupa bahwa Evan sudah menikah dan dia bukan siapa-siapa nya Evan lagi.
Kebetulan saat itu Ilham lewat di depan kamar Evan dan melihat Ana di depan pintu kamar Evan
__ADS_1
" Ana..."
" Bang Ilham... " sambil mengusap air matanya
" Kamu kenapa? "
" tidak bang... Aku hanya ingin memberi Abang ini. "
" ini makanan kesukaan Abang. Ana khusus buatkan untuk Abang. " memberikan kotak makan kepada Ilham
" Ana pulang dulu ya Bang, N sendiri di rumah. "
__ADS_1
" kamu tidak ingin menengok laki laki itu dulu? bukankah tadi kamu melihat dari kaca pintu kamar ini? "
" Tidak Bang, dia sudah ada yang menemani. jadi Ana pulang saja. "
" Baiklah Ana... maaf Abang tidak bisa mengantarmu pulang. "
" iya bang tidak apa apa. Ana bisa pulang sendiri "
Sesampainya di rumah, Ana mencoba menyibukkan diri dengan bermain bersama N agar dia tidak memikirkan lagi Evan. Namum semua itu sia sia. Pikirannya masih saja tertuju pada Evan. Bagaimana sekarang kelanjutan hidupnya saat Evan sudah mengetahui yang sebenarnya tentang baby N, bahwa ternyata baby N adalah darah dagingnya.
Sementara di rumah sakit, Aisyah dengan telaten merawat Evan suaminya dan bertanya tentang kejadian yang sebenarnya kenapa dia bisa babak belur seperti ini sampai tidak sadarkan diri selama 10 jam. Evan beralasan bahwa dia di serang perampok yang ingin mengambil tas nya, untung ada pak Ridwan yang menolong nya sehingga dia bisa selamat dari maut. Aisyah sangat bersyukur dengan hal itu. Dia pun ingin segera bertemu pak Ridwan dan mengucapkan terimakasih karena sudah menolong suaminya.
__ADS_1
Tiga hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Evan di izinkan untuk pulang karena kondisinya sudah membaik. Aisyah memutuskan untuk sementara waktu membawa Evan ke rumah orang tuanya untuk tinggal beberapa hari di sana sampai kondisi Evan benar benar pulih. Evan pun hanya mengiyakan saja keputusan istrinya itu