
Melihat kondisi bayi Ana yang sudah mulai melemah, ketuban Ana pun sudah pecah dan kondisi Ana yang tidak memungkinkan untuk lahiran normal, dokter menyarankan Ana harus melakukan operasi Cesar untuk menyelamatkan salah satu nyawa di antara mereka. Orang tua Ana meminta dokter untuk menyelamatkan ibunya. Setelah semua berkas di tanda tangani segera di lakukan operasi.
Di depan ruang operasi tampak Ridwan dan Astri menunggu dengan cemas. Astri meminta izin kepada suaminya untuk melakukan sholat malam. Ridwan pun mengajak Astri untuk sholat bersama. Mereka berdua bersimpuh memohon ampun kepada sang pencipta dan meminta agar operasi Ana berjalan lancar. Tangis Astri tak terbendung lagi mengingat akhir akhir ini kesedihan selalu menghampiri nya dari mulai kematian ibunya dan Sekarang keadaan cucu dan putrinya yang tidak bisa di bilang baik baik saja.
Dua jam berlalu. operasi yang di lakukan berhasil. Dokter ilham keluar ruangan menghampiri kedua orang tua Ana
" Bagaimana keadaan Ana dan bayinya dok? " Tanya Astri dengan penuh kecemasan
" Alhamdulillah pak buk... operasi nya berjalan dengan lancar. "
" Alhamdulillah dokter..." Astri memeluk suaminya penuh kebahagiaan begitu juga dengan Ridwan terlihat bahagia mendengar berita itu
" Lalu bagaimana dengan bayi Ana dok? " Tanya Astri lagi
" Mereka berdua selamat Bu, tapi... kondisi bayi Ana sangat kritis... Dia Sekarang ada di ruang NICU "
__ADS_1
" Kenapa dokter...Ada apa dengan bayi Ana? "
" Bayi Ana lahir prematur pak buk jadi harus mendapatkan perawatan secara intensif. "
*****
Tiga hari kemudian
Sementara Ridwan duduk di kursi depan ruang perawatan Ana sambil termenung. Dia memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu untuk melunasi semua biaya rumah sakit. Melihat di buku tabungan miliknya hanya ada separuhnya saja. Tiba tiba kedatangan Astri membuat nya kaget.
" oh... enggak kog buk. nggak ada apa apa? "
Melihat buku tabungan di tangan suaminya Astri tahu kalau suami nya sedang memikirkan biaya rumah sakit Ana.
" Aku sudah menjual semua perhiasan ku pak " ucap Astri lirih
__ADS_1
" Kenapa ibu menjual nya? bukan kah kita sudah sepakat untuk menggunakan nya membeli rumah "
" Lalu bagaimana dengan biaya rumah sakit Ana pak? Nanti Ana sudah boleh pulang. kita harus segera melunasi semua biaya rumah sakit serta biaya operasi Ana. Apalagi belum biaya perawatan cucumu yang entah kapan boleh pulang. "
" Bapak akan cari pinjaman.."
" Pinjaman ke siapa pak? sekarang bapak pengangguran. siapa yang mau meminjamkan uang pada kita? tempat tinggal pun kita tak punya pak. " Astri mulai menangis
Semenjak malam itu Anti memecat Ridwan dari perusahaan nya. Sehingga dia sekarang menjadi pengangguran
" Setelah kita mendapatkan kontrakan,bapak akan cari kerja Bu. ibu tidak usah khawatir " memeluk istrinya mencoba menenangkan nya.
" Ibu sudah mendapatkan kontrakan pak. tadi waktu ibu jual emas tidak sengaja bertemu teman lama ibu waktu di SMA dan kita ngobrol banyak . Akhirnya dia mengenalkan ku pada teman nya yang ingin menjual/mengontrakkan rumahnya. Tadi ibu juga sudah ke sana melihat lihatnya dan ibu setuju untuk mengontrak rumahnya. ibu sudah membayar uang kontrakan selama 6 bulan. Rumahnya besar dan murah pak, 1 tahun cuma 6.000.000. Mereka ingin pindah ke luar kota jadi sayang kalau rumahnya di biarkan tidak ada yang menempati. Akhirnya di kontrak kan. "
" Syukurlah kalau begitu Bu. kapan kita bisa menempati rumah itu? "
__ADS_1
" Sekarang juga bisa pak. karena rumah itu sudah di tinggalkan selama seminggu tadi pemiliknya datang untuk mengambil barang yang ketinggalan "