
" Ya tuhan...aku sudah tahu kalau nasibku akan seperti ini setelah menikah dengan Evan. Namun kenyataannya lebih pahit dari yang ku bayangkan. " sambil menangis Ana terus menuntun sepeda motornya.
Sampai di bengkel yang di tujukan tukang tambal ban tadi, Banyak pelanggan yang menutupi hidung mereka karena bau busuk dari telur yang di lempar istri tukang tambal ban yang tadi.
" Neng... lebih baik mandi dulu di rumah saya .. Ada istri saya kog di rumah. Dari pada neng membuat orang lain nya menjadi tidak nyaman " Kata tukang tambal ban yang ke dua
" Apa istri bapak tidak keberatan saya numpang mandi di rumah bapak? "
" Tidak... mari silahkan ke belakang. "
" Baik pak... ini motor saya kempes ban nya yang belakang. "
" Iya neng setelah ini bapak perbaiki sepeda non. "
" Makasih pak... "
Ana segera mandi, namun dia tidak membawa baju ganti. Untung istri pemilik bengkel itu baik hati mau meminjamkan baju untuk Ana.
" Neng kenapa bisa terkena telur busuk seperti ini? " Tanya istri tukang tambal ban yang baik
" Tadi ada orang yang tidak sengaja buang telur busuk dan terkena saya buk " Ana mencoba menutupi kejadian sebenarnya
" ya Allah neng... yang sabar ya. "
" Iya buk... makasih. nanti setelah saya cuci saya kembalikan baju ibu... "
__ADS_1
" Tidak usah neng... pake saja. itu baju anak ibu, sekarang dia sudah ikut suaminya. Jadi sudah tidak terpakai lagi. Kebetulan ukurannya pas sama Eneng. "
Setelah mandi, Motor Ana juga sudah selesai di perbaiki. Dia pun merasa bahagia karena di dunia ini ternyata masih ada orang baik.
Sudah waktunya jemput N ke sekolah. Ana segera melajukan motornya ke sekolah N. yang dia takutkan terjadi pula. N sudah pulang dari tadi, Ana pun bingung mencari N dan dia bertanya pada satpam katanya N sudah pulang bersama seseorang. Ana semakin panik tapi dia tetap berpikiran positif mungkin N di jemput orang suruhan Evan.
Ana segera pulang dan mencari N. Namun di rumah N pun tak ada. Aisyah mengatakan bahwa N belum pulang sekolah. Aisyah segera menghubungi Evan tapi kata Linda sekretaris Evan, Evan sedang ada rapat dan tidak bisa di ganggu. Ana semakin panik... Dia tidak sabar menunggu Evan menghubungi nya kembali. Ana memutuskan untuk menemui Evan di kantor. Meskipun Aisyah sudah mencegah Ana, namun Ana tetap bersikeras ingin bertemu dengan Evan.
Sesampainya di kantor Evan, Ana menerobos masuk ke dalam ruang rapat. Saat itu Evan langsung membubarkan rapat tersebut.
Ana berlari menghampiri Evan dan bertanya apakah dia yang menjemput N di sekolah.
Evan yang tidak mau mendengar apapun penjelasan Ana langsung marah kepada Ana karena sudah membuat kacau rapatnya. Evan menyuruh Ana pergi dari kantor, karena semua karyawan memandang Evan penuh tanda tanya.
Tanpa bicara Ana segera pergi meninggalkan kantor Evan dengan penuh sesak di dada nya.
Evan segera mencari Ana ingin meminta maaf, namun Ana tidak pulang ke rumah. Evan mengerahkan semua Anak buahnya untuk mencari putri satu satu nya itu juga mencari Ana istri nya.
Berkali kali Evan menghubungi Ana tapi dia tidak mau mengangkat telepon dari Evan.
Sampai malam N belum juga ketemu. Ana pulang dengan perasaan yang hancur. Hidupnya terasa tidak bearti. Aisyah terus menenangkannya. Evan pun turut mencari N, dia tidak mau duduk manis di rumah.
Ke esokan harinya ada telepon dari nomer baru, Evan segera mengangkat telepon itu ternyata itu telepon dari seseorang yang menculik N. Ana menangis histeris mendengar N diculik. Ternyata yang menculik N adalah saingan bisnis Evan
" Halo... papa... N takut di sini... Mumu mana pa? "
__ADS_1
" Iya sayang... papa akan segera menjemput N "
Ana segera merebut telpon itu dari tangan Evan
" N sayang... N baik baik saja kan? N...N... " Ana berteriak teriak memanggil anaknya namun telepon sudah terputus.
" Kenapa? Kenapa N bisa di culik... siapa yang menculik N. kau harus membawa anakku kembali. Aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak membawa nya kembali Evan. "
" Tenang Ana... penculik itu sudah berjanji padaku dia tidak akan menyakiti N asal aku memberikan tender proyek pembangunan gedung itu kepada perusahaan nya. "
" Kamu jangan khawatir sayang " sambil memeluk Ana mencoba menenangkan nya
" Aisyah tolong bawa Ana ke kamarnya. aku akan mengurus semua masalah ini. "
" Tapi mas...bukan kah perusahaan itu Terkenal banyak masalah, kenapa mas mau memberikan proyek besar itu kepada nya. "
" Keselamatan putriku lebih penting dari pada apapun Aisyah "
" Hari ini aku akan membawa N pulang. kamu istirahat dulu di kamarmu. "
" Tidak... aku ikut denganmu. "
" Ana... mengerti lah ini sangat berbahaya bagimu. "
" Aku yang membesarkan N selama ini. Dan aku tidak takut meski harus mengorbankan nyawaku demi menyelamatkan putriku. "
__ADS_1
" Baiklah... kau boleh ikut. "