Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kritis


__ADS_3

Pagi ini Anaya tengah menyusui Arka saat kedatangan sang adik ipar yang membuat rusuh kamar Arka.Sehingga membuat bayi itu sendikit terkejut oleh ulah Auntynya itu.


"Seena tolong pelankan suaramu",ujar Anaya.


"UPS...sorry Kak apakah keponakanku yang genteng ini lagi tertidur?",tanya Seena mendekati sang Kakak ipar.


"Mau tidur kayaknya Seena?",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Hallo keponakan genteng Aunty...mimik yang banyak biar cepat besar",ucap Seena mengelus pucuk kepala baby Arka.


"Iya Aunty...ada apa gerangan kesini,hum?",tanya Anaya.


"Hehehe Kakak tau aja.Aku mau ngajakin Kakak buat shopping beli gaun untuk ke pesta pernikahan Kak Morgan dan Kak Lola, sekaligus curhat dong",ujar Seena.


"Kita shoppingnya besok aja ya nanti siang Kakak ada janji dengan Kakak kamu.Oh ya curhat apa sih?",tanya Anaya merapikan pakaiannya karena Arka telah selesai menyusu.


"Kak...doa aku terkabul",pekik Seena.


"Seena pelankan suaramu",bisik Anaya karena Arka merengek akibat suara berisik Seena.


"Hehehe...maaf Kak",lirih Seena


"Hmmmm...doa kamu yang mana yang terkabul?",tanya Anaya.


"Doa aku yang berharap bisa nikah dengan Kak Robi,dia putus Kak dari tunangannya itu",ujar Seena tersenyum lebar.


"Tau dari mana kamu,hum?",tanya Anaya dengan tatapan penuh selidik.


"Ya tau lah Kak.Mereka putus karena tunangannya ketahuan one night stand dengan selingkuhannya di hotel.Dan kebetulan itu hotel milik kak Sean dan teman aku ada yang kerja disana.Nah teman aku ini yang kirim video mereka yang bertengkar di lobi hotel",tutur Seena.


"Jadi..."


"Aku senang banget Kak...akhirnya aku bisa maju buat dekatin Kak Robi",ujar Seena.


"Boleh dekatin tapi ingat jaga sikap kamu jangan terlihat kami terlalu menginginkannya itu bisa membuat cowok ilfeel,ngerti kamu!",ujar Anaya.


"Iya Kak..."


"Dekatin dia sebagai teman lebih dahulu karena cowok yang patah hati tak mudah untuk membuka hati",ujar Anaya.


"Oke Kak.Yang terpenting sekarang Kak Robi udah jomblo",kikuk Seena.


"Kamu bahagia...ingat cowok pujaan kamu lagi bersedih",ujar Anaya menidurkan Arka di tempat tidurnya dengan hati hati agar bayi itu gadis terbangun kembali.


"Ada aku yang akan mengobati kesedihannya",jawab Seena menepuk dadanya.


"Ya ya...ingat Kakak kamu belum setuju kamu dengan Robi",ujar Anaya.


"Ya kemarin kemarin nggak setuju karena Kak Robi udah tunangan.Nah...sekarang Kak Robi kan udah jomblo",ujar Seena.


"Ya...selamat berjuang demi mendapatkan hati Robi dan cintanya serta restu dari Kakak kamu",ledek Anaya.


"Kakak bisa bantu aku kan biar dapat restu dari Kak Sean",jawab Seena.


"Kakak gak ikutan ya Seena.Jika kamu udah bisa dapetin hati Robi itu mah tugas kalian berdua untuk mendapatkan restu Kakak kamu serta Mama dan Papa",ujar Anaya.


"Hehehe iya ya...",jawab Seena cengo.


"Hmmm..."

__ADS_1


"Jadi besok ya Kak shoppingnya",ujar Seena.


"Tunggu dapet pengasuh Arka dulu kalau gak gimana caranya kita pergi Seena",ujar Anaya.


"Titip sama Mama dulu aja Kak",jawab Seena.


"Gak boleh... dosa Seena",ujar Anaya.


"Hufff...ya deh",lirih Seena.


***


Siang ini Anaya dan Sean berangkat menemui Indi di sebuah restoran.Arka Anaya titipkan pada Seena.


"Mas..."


"Hmmm..."


"Kok perasaan aku jadi gak enak gini ya",ujar Anaya yang tiba tiba saja merasakan sesuatu.


"Kalau gitu kita tunda aja dulu ketemu Tante Indi",jawab Sean menatap sang istri yang tau begitu gugup.


"Kasihan juga sama Tante Indi Mas",ujar Anaya.


"Kok kamu panggil Tante Indi dengan sebutan Tante dia Mama kamu sayang",ucap Sean.


"Gak tau Mas... sedikit canggung manggil Mama",jawab Anaya.


Tak lama mobil mereka sampai disebuah restoran.Kedua turun dan memasuki restoran itu saling bergandengan tangan.


Sean membawa sang istri menuju ruang VIP restoran itu.Disana tampak Indi telah menunggu mereka.


"Naya...",lirih Indi sebelum akhirnya terjatuh kelantai.


"Ma-mama...",teriak Anaya.


Sean yang melihat pelaku berjalan keluar restoran segera menghubungi bodyguardnya yang berada diluar restoran untuk membekuk pelaku.


Semua pengunjung mengerumuni Indi dan Anaya.


"Tolong..Mas....", teriak Anaya memangku kepalan Indi keatas pangkuannya.


"Tolong hubungi ambulance!",ujar Sean pada menager restoran.


Sean segera menghampiri sang istri yang sudah mendekap erat Indi pada pelukannya.


"Mas...",lirih Anaya saat melihat sang suami menghampirinya.


"Sebentar lagi ambulance datang sayang",jawab Sean memeluk sang istri dan menenangkannya.


Pria itu menatap Indi yang sudah tak sadarkan diri.Bau anyir darah menyeruak di hidungnya.


Tak lama ambulance datang dan membawa Indi kerumah sakit.


Anaya dan Sean mengikuti dengan mobil ambulance dari belakang.Wanita tampak begitu shock jika bukan karena Mamanya mungkin dialah yang berada didalam ambulance itu saat ini.


Tring


Sean: Bagaimana?

__ADS_1


B:Pelaku berhasil kami tangkap Tuan


Sean:Bagus...bawa dia ke markas!


Klik


"Mas..."


"Ya sayang..."


"Ma-mama Indi--


"Semuanya pasti baik baik saja sayang",ujar Sean menggenggam erat tangan sang istri.


"Ini salahku Mas.Andai aku gak minta pertemuan dengan Mama Indi ini semua gak akan terjadi",lirih Anaya.


"Sayang...semua udah takdir,oke.Kamu gak boleh menyalahkan diri kamu sendiri",ujar Sean.


"Tapi--


"Sayang... dengerin aku, pelakunya sudah tertangkap dan aku takkan memaafkan orang yang berusaha menyakiti istriku ini',tutur Sean mengusap punggung tangan Anaya.


"Mas aku takut terjadi sesuatu pada Mama Indi",lirih Anaya.


"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja sayang",jawab Sean menenangkan sang istri.


Tak lama mobil mereka memasuki pelataran rumah sakit.Sean dan Anaya segera turun dari mobil menuju mobil ambulance dimana Indi di turunkan dari mobil itu.


Indi langsung ditangani oleh dokter dan dibawa keruang operasi.Sedangkan Anaya dan Sean menunggu dari luar.


"Mas...aku takut",lirih Anaya.


"Kita berdoa saja sayang semoga semuanya baik baik saja",jawab Sean.


Tring


Mama is calling...


Sean:Ya Ma...


Mama:Sean kamu dan Anaya kemana?Mama ke Mansion kamu Arka lagu sama Seena


Sean: Ceritanya panjang Ma.Kini kami ada dirumah sakit Tante Indi tertembak


Mama:Apa?Kalian baik baik saja kan?


Sean: Alhamdulillah baik Ma...aku titip Arka ya Ma


Mama:Ya Sean


Klik


Dua jam berlalu akhirnya lampu ruang operasi mati menandakan operasi selesai dilakukan.Seorang dokter keluar dari sana dengan wajah sendu.


"Dok... bagaimana keadaan Mama saya?",tanya Anaya.


Dokter itu menghela nafas panjang dan akhirnya tersenyum tipis."Kondisi pasien kritis karena peluru menembus jantungnya",jawab Dokter itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2