Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Liburan


__ADS_3

Sean menatap dalam sang istri yang tertidur pulas setelah ritual panas mereka.Pria itu menggempur sang istri 2 jam lamanya.Tubuh Anaya begitu candu baginya apalagi sang istri tengah hamil menambah kesan sexy baginya.Ia tak akan berhenti sebelum sang istri lemas dan tak berdaya melayaninya.


"Kamu hanya milikku sayang, milikku",gumam Sean mengelus wajah mulus sang istri dengan punggung tangannya.


"Cantik...wajah ini yang membuatku tak bisa berpaling darimu",ujar Sean mengagumi kecantikan Anaya yang begitu alami.


Tak lama ia pun ikut tertidur masuk ke alam mimpi dengan mendekap erat tubuh polos sang istri.


Pagi menjelang matahari telah menampakkan dirinya.Sepasang suami istri sedang bersiap siap untuk pergi.


"Hunny tolong pasangkan dasi",ujar Sean memeberikan sebuah dasi pada Anaya


"Menunduklah Mas...!",ucap Anaya yang sedikit kesusahan karena tubuh Sean yang jauh lebih tinggi darinya.


Sean memilih duduk ditepian tempat tidur lalu merangkul pinggang sang istri agar merapat pada tubuhnya.Supaya Anaya mudah memasangkan dasinya.


"Kamu wangi sekali sayang,kamu ganti parfum?",tanya Sean saat aroma tubuh Anaya menguar.


"Gak Mas...ini tuh parfum yang biasanya aku pakai",jawab Anaya yang sedang fokus menyimpulkan dasi sang suami.


"Wanginya aku suka", ucap Sean.


"Hmmm...",jawab Anaya berdehem pelan karena sedang fokus.


Sean memandangi wajah cantik sang istri yang tak pernah membuatnya bosan untuk memandangnya.Semakin ia pandang semakin bertambah cantik menurutnya.


"Selesai Mas",ujar Anaya.


"Makasih sayang",jawab Sean lalu mengecup kening sang istri.


"Masih ada yang tertinggal Mas?", tanya Anaya.


"Gak sayang berkas semuanya ada di Morgan",jawab Sean.


"Morgan juga ikut Mas?",tanya Anaya.


"Ya...dia juga membawa calon istrinya untuk liburan bersama",jawab Sean.


"Emang punya?",tanya Anaya.


"Pastinya dong sayang.Mana ada wanita yang menolak pesonanya",jawab Sean merangkul pinggang sang istri keluar dari kamar sementara tangannya satu lagi menyeret koper mereka.


"Iya sih...dia cukup tampan",ujar Anya membuat Sean menghentikan langkahnya dan menatap tajam sang istri.


"Ada apa sih Mas?",tanya Anaya.


"Jangan pernah memuji pria lain selain aku",ujar Sean dengan raut wajah datar.


"Haha...kamu cemburu Mas sama sahabat kami sendiri?",tanya Anaya tertawa pelan.


"Hmmm..."

__ADS_1


"Oh ya ampun...dasar bucin akut",ujar Anaya menepuk keningnya.


"Siapa suruh buat aku begitu tergila-gila sama kamu",jawab Sean.


"Gak ada...",jawab Anaya.


Sean menyeluruh pelayan memasukkan kedalam mobilnya karena ia harus sarapan lebih dahulu.


Sesampainya di meja makan mereka telah ditunggu oleh yang lainnya.Setelah membantu sang istri duduk Sean menuju pantri untuk membuat susu hamil mungkin sang istri.


Sean meletakan susu itu dihadapan Anaya lalu duduk disebelah sang istri dan memulai sarapan yang telah diambilkan oleh sang istri.


"Sean Papa dan Mama serta Seena ke luar kota untuk undangan pernikahan salah satu karyawan restoran Mama.Bagaimana dengan Anaya karena Kakek hari ini balik ke London",ujar Nyonya Anita.


Ya Kakek Alatas sebelumnya tinggal di London mengurus salah satu perusahaan milik mendiang istrinya.Pria itu itu orang karena pernikahan Sean dan menetap sebentar untuk mengenal dekat cucu menantunya.


"Anaya ikut aku Ma...",ujar Sean.


"Baguslah...Mama takut terjadi sesuatu jika ditinggal di mansion",jawab Nyonya Anita.


"Hmmmm"


Setelah selesai sarapan Anaya dan Sean berangkat lebih dahulu.


"Kakek...jaga kesehatan disana ya.Dan Kakek harus pulang lagi kesini setelah anak aku lahir",ucap Anaya memeluk Kakek sebelum berangkat.


"Tentu saja Nak,tolong jaga baik baik calon buyut Kakek",jawab Kakek.


"Maaf tak bisa mengantar Kakek ke bandara",ujar Anaya dengan sendu.


"Iya Kek...",jawab Anaya.


Tak lupa Anaya juga pamit kepada kedua mertuanya dan adik iparnya.


Anaya dan Sean memasuki mobil mewah yang telah disiapkan suaminya itu untuk dirinya.


Sean sengaja memakai supir agar bisa sedikit santai dan menikmati perjalanan dengan sang istri.


"Mas..."


"Apa sayang?",jawab Sean yang sedang berbalas pesan dengan Morgan.


"Boleh aku tiduri dipangkuan kamu",tanya Anaya.


"Silahkan sayang...",jawab Sean memberi ruang agar sang istri duduk dipangkuannya.Inilah salah satu alasan Sean memakai supir.Akhir akhir ini Anaya sering tidur dipangkuaanya.


Anaya langsung mengalungkan kedua tangannya dipinggang Sean dan tidur seperti bayi koala.


Sean mengelus punggung sang istri agar sang istri tidur makin nyaman.Sebenarnya ia telah menyiapkan tempat tidur untuk sang istri namun sang istri malah memilih tidur diatas pangkuannya.


Tak terasa mobil yang ditumpangi keduanya tiba disalah satu villa milik Sean.Suami istri itu tampak tertidur dengan posisi duduk dengan Anaya masih diatas pangkuan Sean.

__ADS_1


Morgan turun dari mobilnya menghampiri mobil Sean karena sepasang suami istri itu tak kunjung turun.


"Kenapa mereka belum turun Pak?",tanya Morgan pada sang sopir.


"A-anu Tuan....Tuan muda dan Nona tertidur",jawan sopir itu dengan sopan.


"Baiklah biar saya bangunkan",ujar Morgan lalu membuka pintu mobil.Pria itu melongo melihat posisi tidur keduanya.


"Ck... bucin",gerutu Morgan lalu masuk kedalam mobil dan mencolek Sean agar pria itu terbangun.


"Apakah sudah sampai?",tanya Sean dengan suara khas bangun tidur.


"Hmmm...",jawab Morgan lalu turun meninggalkan sepasang suami istri itu.


Sean menatap sang istri yang masih tertidur pulas.Kakinya tersangka begitu kebas dan kesemutan akibat menopang tubuh sang istri.


"Sayang ayo bangun",ucap Sean mengelus pipi sang istri.


Anaya tampak membuka matanya dan manatak sang suami yang tersenyum padanya.


"Sudah sampai Mas?",tanya Anaya yang nyawanya belum terkumpul.


"Sudah sayang...ayo kita turun",ucap Sean.


Anaya segera turun dari pangkuan sang suami dan langsung turun dari mobil."Wah indah sekali Mas",pekik Anaya.


Sean turun menghampiri sang istri yang tampak begitu antusias.Pris itu tersenyum melihat tawa dibibir sang istri.Dia sengaja membawa Anaya pergi bersamanya agar wanitanya itu bisa melupakan kejadian kemarin.Ia ingin mengganti air mata sang istri dengan senyuman indah di bibirnya.


"Tapi lebih indah kamu sayang",ucap Sean memeluk Anaya dari belakang.


"Gombal kamu Mas",jawab Anaya tersenyum malu malu.


"No...itu faktanya",bala Sean.


"Sean..."


"Hmmmm"


"Kita meeting 3 jam lagi",ujar Morgan


"Ya...ayo sayang masih ada waktu untuk makan siang bersama",ujar Sean pada sang istri.


Sean membawa sang istri masuk kedalam villanya.Pria itu langsung disambut hormat oleh penjaga villa.


"Selamat datang Tuan Muda",ucap kelayakan pelayan di villa itu.


"Hmmmm"


"Tolong siapkan makan siang",ujar Sean.


"Baiklah Tuan muda",jawan pelayan itu beranjak menuju dapur.

__ADS_1


"Sean membawa sang istri ke kamar mereka sementara itu Morgan memilih masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


...****************...


__ADS_2