
"Seena dari mana kamu?"
Deg
Seena mengehentikan langkahnya saat mendengar suara yang begitu ia kenali dan membalikan badannya menatap orang yang kini menatapnya tajam.
"Kakak..."
"Dari mana, hum?",tanya Sean manatap adiknya itu dengan penuh selidik.
"Dari lantai 8 Kak mau ambil berkas di divisi keuangan tapi belum selesai",jawab Anaya sedkit gugup.
"Bukankah itu tugas Robi,lalu kenapa kamu yang mengerjakannya?",tanya Sean membuat Seena makin terlihat gugup.
"Sean...sebentar lagi meeting",ujar Morgan tiba tiba.
"Ck...kamu menganggu saja Morgan,sudah ku bilang ambil cutimu",dengus Sean melangkah menuju ruangannya membuat Seena bernafas lega.
"Bilang Robi nembak cewek harus romantis", sindir Morgan lalu melangkah meninggalkan Seena dengan keterkejutannya.
Seena segera menuju ruangannya dengan perasaan yang tak menentu."Dari mana Kak Morgan tau kalau--,ah pusing biarkan saja aku harus menyelesaikan ini dulu",batin Seena mengambil sebuah berkas untuk segera ia kerjakan.
Sementara itu di ruangannya Sean menatap tajam Robi yang kini terlihat gugup.Morgan yang juga berada disana hanya menggeleng pelan melihat Robi yang menurutnya begitu lucu.
"Kenapa sampai adikku yang mengambil berkas di divisi keuangan Robi?, bukankah itu tugasmu sebagai sekretarisku",tanya Sean.
"Saya tadi meminta bantuannya Tuan karena saat juga harus mengambil berkas di divisi lainnya karena meeting beberapa jam lagi saat itu",jawab Robi tak sepenuhnya berbohong.
"Benar begitu?", tanya Sean dengan tatapan penuh curiga.
"Ya Tuan...",jawab Robi yang sudah berkeringat dingin.
"Baiklah aku mempercayaimu kali ini",ujar Sean membuat Robi menghela nafas panjang.
"Apakah ruang meeting sudah siap, Robi?",sambung Sean lagi.
"Sudah Tuan...beberapa menit lagi meeting akan dimulai kepala divisi keuangan yang akan mengantar berkas yang belum terselesaikan",jawab Robi.
"Kenapa bisa begitu?",tanya Sean.
"Itu karena ada salah satu pegawaimu Kak yang berprilaku licik memberikan tugasnya pada rekannya yang lain",jawab Seena tiba tiba memasuki ruangan membawa berkas dari kepala divisi keuangan.
"Benarkah Seena?",tanya Morgan yang cukup terkejut akan hal itu.
"Ya...karena itu aku tadi sedikit lama di divisi keuangan mengurus wanita yang tak tau diri itu",jawab Seena meletakkan berkas itu diatas meja sang kakak.
__ADS_1
"Morgan kamu urus wanita itu",ujar Sean.
"Tak perlu Kak HRD telah memberinya SP 2 ",jawab Seena.
"Kamu--
"Maaf Kak aku telah memutuskan sendiri tapi aku sungguh geram dengan tingkah angkuhnya itu",jawab Seena.
"Tak apa...untung kau cepat mengetahuinya",jawab Sean.
"Baiklah Sean...meeting kita hampir dimulai",ujar Morgan melirik jam tangannya.
"Ayo Seena kamu ikut Kakak...",ujar Sean menarik tangan sang adik untuk ikut dengannya ke ruang meeting.
"Gerak cepat juga kami Rob...Jaga Seena baik baik sedikit saja kamu menyakitinya kamu tau Sean seperti apa bukan jika orang yang dia sayangi disakiti", bisik Morgan membuat Robi terkejut.
"Pak--
"Saya tau apa yang terjadi di lift tadi pagi,ingat pesan saya",sambung Morgan meninggalkan Robi yang membeku di tempatnya.
"Robi...kamu mau Sean mengamuk lagi?", teriak Morgan di ambang pintu membuat Robi segera tersadar akan lamunannya.
"I-iya Pak...", jawab Robi segera berjalan mengikuti Morgan.
***
Anaya pergi tanpa membawa Arka karena larangan dari mertuanya karena bayi itu masih terlalu kecil untuk di bawa kemana-mana.
Nyonya Anita memang menyuruh menantunya itu untuk merefreskan tubuhnya agar tidak stres dan tubuhnya kembali bugar.Memiliki bayi membuat wanita terkadang suntuk dan stres karena pekerjaan yang dilakukan begitu menoton.
"Anaya kamu harus rajin rawat tubuh apalagi kulit dan **** ********** itu kunci awetnya agar suami kamu makin selalu ingin berada didekat kamu,kamu ngerti kan maksud aku?",tutur Mika pada Anaya yang sedang mentritmen wajah Anaya.
"Ya Mik,aku juga rutin minum jamu setelah melahirkan Arka,kata Mama biar kembali rapet",jawab Anaya random.
"Ya itu harus Nay...perawatan gak hanya dari luar tapi juga dari dalam.Apalagi suami kamu sangat tampan serta mapan kamu harus kenyangin dia dengan servis kamu biar gak ngelirik yang lain apalagi pelakor bertebaran di mana mana loh Nay",sambung Mika.
"Aku percaya Mas Sean Mik.Orang datar dan dingin gitu belum juga mendekat udah dipelototi",kekeh Anaya yang teringat akan para wanita yang berusaha mendekat Sean pasti akan dipelototi.
"Ya...aku juga bisa melihatnya...orang kayak Pak Sean pasti bucin Nay jika sudah jatuh cinta",ujar Mika.
"Kamu benar Mik...",gelak Anaya.
"Arka gimana Nay,rewel gak kalau kamu tinggal begini?",tanya Mika.
"Alhamdulillah Arka anaknya anteng Mik,kalau udah kenyang pasti tidur kalau gak main sendiri dianya",jawab Anaya.
__ADS_1
"Wah beda sama anak aku waktu bayi Nay... dia rewel dan gak mau digendong siapapun kecuali sama aku",ujar Mika membagikan pengalamannya saat putri kecilnya masih bayi.
"Hahaha...tiap anak memliki karakter yang berbeda Mik,kayaknya Arka kelak seperti Daddy-nya dingin dan pendiam",sambung Anaya.
"Gak nyangka ya Nay...baru kemarin kita putih abu abu sekarang udah jadi emak emak aja",kekeh Mika.
"Hooh...tapi emak emak kece dong Mik",jawab Anaya.
"Hahahaha...",mereka tertawa bersama.
Setelah beberapa jam Anaya dan Lola melakukan perawatan.Keduanya tampak begitu fresh dengan wajah yang berseri-seri.
Ketiga wanita itu tampak saling mengobrol ringan dan sembari menunggu jemputan dari pasangan masing masing.Mika juga harus pulang karena ada acara keluarga.
Tak lama tiga orang pria tampan memasuk salin itu dengan ekspresi berbeda.Sean dengan wajah dinginnya,Morgan dengan senyum lebarnya saat melihat sang kekasih dan suami Mika dengan ekspresi serius dan datar.
"Kalian janjian Mas?",tanya Anaya pada Sean.
"Kita kebetulan aja ketemu diluar",jawab pria berkaca mata yang tak lain suami Mika.
"Kita pulang sayang...",ujar Sean menarik tangan Anaya dengan lembut.
"Mik...kita pulang ya...bye",ujar Anaya melambaikan tangan pada temannya itu.
"Ya... Nay,bye",jawab Mika membalas lambaian tangan Mika.
"Kamu makin cantik sayang",bisik Sean mengecup pipi Anaya saat mereka masuk kedalam mobil mobil.
"Gombal kamu Mas",jawab Anaya.
"Kapan aku bisa menggombal sayang,hum?aku serius",ujar Sean menatap dalam manik sang istri dengan penuh cinta.
"Dasar bucin...",kekeh Anaya.
"Hanya sama kamu",jawab Sean tersenyum tipis membuat ketampanan pria itu makin bertambah.
"Jangan pernah tersenyum seperti itu pada wanita lain Mas",ujar Anaya mengelus rahang sang suami dengan lembut.
"Itu takkan pernah terjadi sayang",lirih Sean.
"Ya aku percaya...",jawab Anaya yang masih mengelus rahang Sean.
"Jangan memancingku sayang...",desis Sean memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan sang istri dirahangnya.
"Mashh...
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa like dan komen ya reader ku...dukungan kalian semangatku untuk menulis.