
Anaya terbangun saat mendengar tangisan sang anak.Tampak Sean dengan telaten mengganti popok Arka yang sudah penuh.Anaya tersenyum melihat pemandangan itu dan segera mengambil ponselnya lalu mengabadikan momen langkah itu.
Setelah selesai Sean menggendong bayi merah itu kedalam pangkuannya.Tak lupa ia mencium gemas pipi gembul sang anak.
"Kenapa diam, hum?,Senang ya popoknya udah diganti?", ucap Sean pada sang anak yang anteng dalam dekapannya.
"Mas..."
Sean menoleh kearah sang istri yang sudah terbang dari tidurnya."Sudah bangun sayang?",tanya Sean mendekati sang istri seraya menggendong baby Arka.
"Sudah Mas... pas dengar Arka nangis",jawab Anaya tersenyum lebar.
Sean memberikan Arka pada Anaya untuk disusui.Sean membantu Anaya hari bisa menyusui dengan nyaman.
"Haus banget ya Nak",ucap Anaya saat baby Arka menghisap dadanya sangat kuat.
"Lihatlah sayang dia sama rakusnya denganku jika me****** d***mu",ucap Sean tanpa berfilter.
"Ish...mesum,ingat kamu puasa dulu Mas",ujar Anaya memukul pelan lengan suaminya itu.
"Iya sayang aku tau...tapi pegang boleh dong",goda Sean.
"Gak...ini milik Arka mulai sekarang",kesal Anaya.
"Ya jika dia tidak tidur sayang jika dia tidur ini jadi milikku",ucap Sean mencium pipi gembul Arka dan ****milik istrinya sekilas.
"Modus...",kesal Anaya.
"Sama istri sendiri gak apa apa sayang",jawab Sean.
"Emang kamu mau sama yang lain emangnya Mas",ujar Anaya menatap tajam sang suami.
"Ogah...yang ini aja indah untuk apa yang lain",jawab Sean
"Awas aja--
Sean membungkam mulut sang istri dengan bibirnya dan ********** lembut tanpa diiringi na*su.
"Aku tak seburuk itu sayang.Kamu bisa membuat aku puas untuk apa lagi aku melirik yang lain,hum?",ucap Sean lembut.
"Aku takut Mas tubuhku udah melar dan gak langsing lagi.Takutnya kamu bosan dan lirik wanita lain",jawab Anaya yang mengutarakan perasaannya.
"Tubuh kamu nantinya bisa balik langsing lagi kok sayang jika kamu rajin olahraga dan makanan yang sehat tapi setelah anak kita selesai ASI.Nanti aku carikan instruktur senam",ujar Sean.
"Iya Mas..."
"Aku cinta kamu bukan karena bentuk tubuh kamu tapi karena hati kamu.Lagian tubuh kamu melar karena ulahku juga kan?.Karena ulahku buat kamu hamil dan melahirkan anak kita dengan penuh perjuangan",ujar Sean.
"Iya...",jawab Anaya tersenyum bangga pada sang suami.
"Lihatlah sayang...Arka merupakan tali pengikat kita sekarang.Dia dan kamu adalah hidupku Anaya.Kalianlah kelemahan dan kekuatanku",ujar Sean.
__ADS_1
"Sean..."
Sean menatap kearah suara seketika senyuman dibibirnya luntur saat melihat orang yang datang bersama Mamanya.
Begitu juga dengan Anaya wanita yang beberapa jam yang lalu resmi menjadi ibu itu sedikit terkejut.
"Ma...kenapa dia--
"Sean sudah waktunya Anaya tau semuanya",jawab Nyonya Anita.
"Ma...
"Mas...ada apa ini,tau apanya?",tanya Anaya menatap sang suami penuh tanda tanya.
"Gak ada saya--
"Naya saya ibu kandung kamu",sela Indi menatap putrinya itu dengan berkaca kaca.
"Hah...?,gak mungkin Mama dan Papa saya sudah meninggal",ucap Anaya.
"Saya yang melahirkan kamu Anaya dan mereka yang membesarkan kamu",jawab Indi.
"Kalian membuangku?,aku anak yang tak diinginkan?",tanya Anaya tiba tiba.Sean mengambil Arka dari pelukan sang istri dan memberikan pada Mamanya setelahnya pria itu langsung memeluk Anaya.
"Tidak seperti itu nak...saya juga tidak tau perihal ini.Mereka mengatakan jika kamu meninggal setelah Mama lahirkan",isak Indi.
"Jadi...mereka memang tak menginginkan kelahiranku.Bahkan...Sekar?--
"Lelucon macam apa ini?.Anda tau jika ulah Kakak kandungku sendiri aku hampir kehilangan kehormatanku sebagai istri?",ucap Anaya berurai air mata.
"Maafkan Mama nak",lirih Indi.
"Jika saat itu suamiku tidak datang tepat waktu aku sudah kehilangan marwahku sebagai istri.Dengan tega kalian merencanakan hal keji ini padaku.Apa salahku?.Aku dibuang dan akhirnya berusaha dihancurkan",isak Anaya membuat baby Arka ikut menangis seakan tau kesedihan sang ibu.
Nyonya Anita berusaha menenangkan cucunya itu.
"Nak... maafkan Mama atas semuanya", ucap Indi bersimbah air mata.
"Apa lagi rencana kalian setelah ini?",pekik Anaya tergugu dan kemudian memeluknya suaminya dengan begitu erat.
"Mas...apa salahku hingga mereka membuangku?",ujar Anaya dengan suara serak.
"Kamu tidak salah sayang mereka yang salah",jawab Sean mengusap punggung sang istri.
"Mas...a-aku--
Anaya terkulai lemas didalam pelukan sang suami.Wanita itu tiba tiba saja tak sadar diri.
"Sayang...Anaya...",teriak Sean menepuk pelan pipi sang istri.
"Anaya...Nak...",ujar Nyonya Anita mengahampiri sang menantu.
__ADS_1
Sean segera merebahkan sang istri sedangkan Indi berlari keluar memanggil dokter.
"Naya... bangun
sayang",lirih Sean.Ini yang Sean takutkan jika Anaya mengetahui kebenarannya.
Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Anaya.Sean menatap tajam Indi yang tampak masih tergugu.
Sean menarik Indi keluar ruangan rawat Anaya.
"Puas..",teriak Sean.
"Sean..."
"Sudah ku bilang jangan lagi datang dan mengatakan kebenarannya.Ini...ini yang aku takutkan",teriak Sean.
"Sean saya ibunya... ibu kandungnya dia berhak tau akan itu",pekik Indi.
"Kau tau Indi...dia lemah baru beberapa jam yang lalu berjuang hidup dan mati melahirkan anak kami.Bisakah kau mengatakan lain waktu.Jika sampai terjadi sesuatu aku tidak akan mengampunimu", desis Sean dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Sean--
"Anaya tak perlu tau kebenarannya...dia sudah bahagia dengan kami.Ibu macam apa kau Indi mendukung rencana anak sendiri melecehkan sesama kaummu",ujar Sean.
"Iya saya tau saya salah,saya--
"Pergi... pergilah dari sini!",usir Sean.
"Saya ingin tau keadaannya", jawab Indi.
"Tak perlu...atau ini rencanamu lagi mencelakai istiriku.Oh ya Tuhan bodohnya .aku membiarkanmu mengatakan yang sebenarnya",ucap Sean.
"Tidak Sean...sungguh saya hanya ingin--
Tak lama pintu ruangan terbuka dokter membawa baby Arka dengan boks bayinya diikuti oleh Nyonya Anita.
"Dok...apa yang terjadi kemana kalian membawa anakku",tanya Sean yang tampak sudah kacau.
"Tuan Sean mohon maaf kondisi Nona Anaya mengalami drop dan harus dirawat intensif sedangkan untuk bayi kalian dipindahkan keruang khusus bayi",ucap Dokter.
Sean mengacak rambutnya frustasi dan melirik sekilas sang anak yang berada di boks bayi.
Suster membawa bayi Arka menuju ruangan khusus bayi.
"Kawal suster itu",ucap Sean pada bodyguard bertugas didepan ruang rawat Anaya.
"Apa ini yang kau inginkan Indi?",ucap Sean datar dan dingin.
Wanita paruh baya itu menangis tergugu tak menjawab pertanyaan Sean.
...****************...
__ADS_1