Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Batalnya bulan madu


__ADS_3

Pagi ini Anaya dan Sean telah bersiap untuk melanjutkan rencana mereka.Hari ini mereka akan terbang ke Bali untuk bulan madu. Mereka sudah mengepak barang barang mereka ke koper.


"Mas...aku mual banget",ujar Anaya lalu berlari ke kamar mandi untuk menumpahkan isi perutnya.


Sean segera mengikuti sang istri yang sedang mengeluarkan cairan dari mulutnya."Sayang...are you okay baby?",tanya Sean denga raut wajah kuawatir.


"Mual banget Mas",lirih Anaya yang merasakan tubuhnya begitu lemas.


"Ya udah istirahat dulu ya...!.Obat mual kamu taruh dimana?",tanya Sean membantu Anaya untuk berkumur kumur.


"Di tas aku Mas",jawab Anaya.


"Masih mau muntah?",tanya Sean dengan lembut.


" Gak Mas...",jawab Anaya menggeleng pelan.


Sean langsung membopong tubuh mungil sang istri kembali ke kamar."Kayaknya rencana kita ke Bali ditunda saja sayang aku gak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan anak kita",ujar Sean.


"Ya Mas..."


Sean mengambil tas Anaya mencari obat mual."Diminum dulu sayang",ujar Sean menyerahkan sebutir obat pada Anaya.


"Ini bukan obat mual aku Mas",ucap Anaya saat melihat dengan detail obat itu.


"Katanya obat mual kamu ada di dalam tas sayang.Yang ada cuma ini dan gak ada lagi obat yang lain",ujar Sean memperlihatkan isi obat itu.


"Aku yakin Mas....itu bukan obat aku bentuknya sekilas emang sama tapi itu memang bukan obat aku",kekeh Anaya.


"Tapi--


"Kamu tanya Morgan deh Mas.Dia akan dokter pribadi kamu siapa tau dia atau obat apa ini",ujar Anaya karena perasaannya mulai tidak enak.


"Ya baiklah...aku juga gak mau kamu sembarangan meminum obat",ucap Sean.


Sean melangkah keluar kamar meninggalkan Anaya untuk mencari keberadaan sahabatnya itu.


"Bi...lihat Morgan?",tanya Sean saat ia bertemu pelayan dibatas tangga.


"Di depan mau berangkat Tuan",jawab pelayan.


"Tolong cepat panggilkan sebentar",ujar Sean karena tak ingin meninggalkan sang istri lama lama.


"Baik Tuan",jawab pelayan.


Sean segera kembali ke kamar untuk menemani Anaya.Pria itu tersenyum tipis melihat sang istri sedang duduk memainkan ponselnya.


"Sayang..."


"Mas... Morgan nya mana?",tanya Anaya.


"Sebentar lagi pasti datang",jawab Sean.


"Masih mual?", timpal Sean.

__ADS_1


"Gak terlalu Mas",jawab Anaya tersenyum tipis.


Morgan memasuki kamar Sean dengan perasan kesal karena ia harus menunda berbeda jam meetingnya.


"Sean ada apa?",tanya Morgan dengan wajah datar.


"Kamu tau ini obat apa?.Anaya bilang ini bukan obat mual yang biasa ia minum",ucap Sean menyerahkan sebutir obat pada Morgan.


Morgan mengambil obat itu dan melihatnya dengan seksama."Sean...apa Anaya sudah mengkonsumsi obat ini?",tanya Morgan dengan raut wajah yang sangat cemas.


"Belum...katanya itu bukan obat miliknya", jawab Sean yang bingung dengan apa yang terjadi.


"Ini baru dugaanku Sean tapi kamu bisa cek ke laboratorium untuk memastikannya.Ini obat keras jika diminum ibu hamil bisa mengakibatkan keguguran",ucap Morgan.


"Apa?",pekik Anaya dan Sean bersamaan.


"Mas...


"Sayang untung kamu tadi teliti dengan obatnya", ucap Sean yang bersyukur istrinya teliti.


"Kamu konsumsi ini kemarin kemarin Naya?",tanya Morgan.


"Gak...aku kemarin minum obat dari dokter dan tadi saat Mas Sean menyerahkan obat itu aku sadar jika obat itu bukan obat yang biasa aku minum",jawab Anaya.


"Syukurlah...",desah Morgan.


"Siapa yang menukar obat ini?",gumam Sean.


Mereka saling pandang dan tampak berfikir.Sean baru menyadari diantara mereka tak ada Arumi.


"Dia baru saja pulang duluan katanya ada kerjaan mendadak",jawab Morgan.


"Kurang ajar",umpat Sean karena ia yakin Arumilah yang menukar obat itu.


"Kamu menuduh--


"Ya...dia masih mengharapkan aku untuk kembali padanya.Kemarin kami bertengkar hebat saat aku pulang lebih awal ke sini.Dia masih ingin kembali.Maafkan aku Morgan aku tak melihat perasaan apapun padanya.Dan aku yakin ini adalah ulahnya",ucap Sean menatap sahabatnya itu yang tampak shock.


"Kita bisa cek cctv didepan kamar kamu Sean jika terbukti aku sendiri yang akan memberikan pelajaran padanya",geram Morgan.Selama ini ia bersabar menghadapi sikap dingin wanita itu padanya tapi ia tak akan memaafkan jika sahabatnya yang telah ia anggap saudaranya itu di usik dengan cara seperti ini.


"Biar aku yang cek kamu temani Anaya disini ia pasti shock dengan semuanya",timpal Morgan melangkah keluar kamar sahabatnya butuh menuju ruangan yang berisi beberapa layar televisi.


Morgan memerintahkan penjaga ingin melihat rekaman cctv beberapa menit yang lalu.Dan benar saja disana terlihat Arumi tengah mengendap-endap masuk ke kamar Sean membawa sebuah botol yang Morgan yakini adalah obat yang tadi Sean tunjukan padanya.


"Pak tolong salin rekamannya",ujar Morgan pada penjaga.


"Baik Pak"


Morgan segera kembali ke kamar Sean untuk menyerahkan rekaman cctv itu.


"Bagaimana?",tanya Sean yang tak sabaran.


"Lihatlah...!"

__ADS_1


Sean segera mengambil laptopnya dan memasukan VCD berisi rekaman cctv itu pada laptopnya.


"Brengsek...",teriak Sean dengan nafas memburu.


"Aku yang akan mengurusnya,dan akan aku pastikan dia akan mendekam dibalik jeruji",ucao Morgan.


"Jeruji terlalu mudah untuknya",jawan Sean tersenyum iblis.


Deg


Morgan tau maksud dari Sean."Apakah nasib Arumi akan sama dengan Sekar?",batin Morgan bergidik ngeri.


"Morgan batalkan pertunanganmu dengan wanita ujar itu",ucap Sean.


"Akan kau lakukan.Untung belum cinta", lirih Morgan.


"Baguslah...",jawab Sean.


"Mas..."


Sean tersadar ia saat ini ada bersama sang istri."Iya sayang...",jawab Sean menghampiri sang istri diatas tempat tidur.


"Benar semua ulahnya Arumi",tanya Anaya.


Sean menggangguk pelan sebagai jawabannya.


"Mas..."


"Ya..."


"Aku mau pulang", rengek Anaya.


"Sean sebaiknya kamu dan Anaya pulang duluan aku akan menyusul setelah pertemuan ini selesai",ujar Morgan.


"Ya..."


"Aku akan menghubungi orang kita untuk menangkap Arumi",ucap Morgan.


"Oh ya...obat itu tolong kamu cek ke laboratorium", sambung Morgan.


"Ya baiklah...terima kasih",ucap Sean diangguki oleh Morgan.


***


Sean dalam perjalanan pulang kembali ke kotanya.Sepanjang perjalanan Anaya tampak tak mau lepas darinya.Wanita itu tidur berbantalkan paha sang suami.Tangan mereka saling bertautan untuk saling menguatkan satu sama lainnya.


Sean tampak sibuk berbalas pesan dengan salah satu orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan Arumi.Karena wanita itu telah melarikan diri saat atau rencananya gagal.


Sean memandangi wajah sang istri yang begitu damai saat tertidur.Sean mengusap lembut surai sang istri.


"Aku tak akan mengampuni orang yang berusaha menyakitimu dan anak kita sayang",gumam Sean dengan tatapan penuh amarah.


...****************...

__ADS_1


Hari ini cukup 3 bab ya.Jangan lupa like dan subscribenya serta komentarnya.Komentar dari kalian semua menentukan bagus tidaknya alut cerita yang aku karang.


__ADS_2