Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Pernikahan Morgan


__ADS_3

Anaya pasrah saat Sean menarik tengkuknya dan m****** bibir nya dengan sedikit kasar namun dia begitu menikmati.


"Kita lanjutkan dirumah", lirih Sean mengusap sisa salivanya di bibir sang istri menggunakan ibu jarinya.


"Kamu kenapa sih Mas,main nyosor aja",kekeh Anaya.


"Salahmu selalu memancingku sayang...",bisik Sean lalu kembali mengecup pipi sang istri.


"Mesum..."


"Tapi kamu juga menikmatinya sayang.Aku bisa melihat raut kekecewaanmu saat aku menyudahi ciuman kita tadi",goda Sean.


"Mana ada Mas...",elak Anaya.Ia akui ia begitu terhanyut dengan permainan lidah sang suami tapi untuk mengakui ia begitu malu.


"Baiklah...jika tidak",jawab Sean mengerlingkan matanya pada Anaya membuat wanita itu tertunduk malu dan merona.


Sean menjalankan mobilnya menuju mansion sesekali ia melirik Anaya yang sedang memandangi jalanan.Dia begitu bahagia dengan pernikahannya dan tak ada pertengkaran yang berarti mengusik rumah tangganya.Ia berharap bisa menjadi bersama sang istri dan melihat anak anak mereka tumbuh dan menjadi orang orang yang sukses.


Tak lama mobil Sean memasuki Mansion lalu keduanya turun dan berjalan masuk kedalam hunian mewah milik Sean dan lebih tepatnya milik Anaya karena Sean telah memberikan mansion itu atas nama sang istri.


Sesampainya di kamar Anaya segara memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum menemui sang putra mahkota nya.


Sean tersenyum smirk lali segera menyusul sang istri memasuki kamar mandi.


"Sayang...",lirih Sean memeluk tubuh polos yang istri dari belakang.


"Mas...kamu ngapain",pekik Anaya.


"Kamu wangi...aku suka?", bisik Sean mengecup bahu polos sang istri.


"Mashh....


S


K


I


P


Sean membantu sang istri mengeringkan rambutnya menggunakan haiddrayer.Anaya hanya diam menikmati pelayanan suaminya itu.


"Makasih Mas...",ucap Anaya menatap sang suami dari pantulan cermin.


"Sama sama makasih sayang",jawab Sean.


"Pakai pakaianmu sayang kita temui Arka dikamar sebelah",ujar Sean karena Anaya masih menggunakan handuk yang melilit tubuhnya.


"Ya Mas....", jawab Anaya.


Setelah selesai Anaya dan Sean segara menemui sang buah hati.


"Bi...Mama mana?", tanya Anaya karena tak menemukan sang Mama mertua disana.


"Baru aja turun Non.Mau masak katanya",jawab Bi Asih yang sedang duduk santai kerena Arka sedang tidur.


"Arka gak rewel kan Bi?",tanya Anaya menatap wajah polos sang putra yang begitu lelap.


"Sayang...aku keruang kerja dulu ya",ujar Sean setelah mengecup pipi cubby sang putra.

__ADS_1


"Ya Mas...",jawab Anaya.


"Bi...udah makan?",tanya Anaya.


"Eh...belum Non Bibi--


"Bi...makan dulu gih.Aku gak mau Bibi kenapa napa.Cuma Bibi yang bisa aku percaya jaga Arka",ujar Anaya dengan raut wajah kuawatir.


"Iya Non...kalau gitu Bibi permisi dulu ya",ujar Bi Asih lalu berjalan keluar dari kamar Arka.


Tak lama terdengar suara heboh dari si cantik Aunty Arka yang memasuki kamar.


"Kak Nay--


"Sssttt...Arka lagi tidur",bisik Anaya.


"Oh...maaf Kak",sahut Seena pelan berjalan menuju tempat tidur Arka lalu mencium gemas pipi sang keponakan.


"Kak..."


"Hmmm...",jawab Anaya yang sibuk dengan ponselnya membaca novel online kesukaannya.


"Kak...", rengek Seena karena tak digubris oleh Anaya.


"Ada apa sih Seena?",tanya Anaya menyimpan ponselnya.


"Kak aku sama Kak Robi...jadian"


"What? secepat itu?",ujar Anaya melongo.


"Huum...dia membuka aku karena usulan Kakak nyuruh aku pakai lipstik warna terang",ujar Seena tersenyum lebar.


"Jadi kamu pakai?",tanya Anaya.


"Kakak kamu sudah tau?",tanya Anaya.


"Belum cuma--


"Cuma apa Seena?",potong Anaya.


"Kak Morgan tau...",jawab Seena.


"Kok bisa?",tanya Anaya.


"Aku juga gak tau Kak dari mana Kak Morgan tau", jawab Seena.


"Di kasih tau Robi kali Seena",ujar Anaya.


"Kata Kak Robi enggak Kak",jawab Seena.


"Lah terus....?"


"Gak penting Kak.Aku saat ini begitu bahagia karena bisa jadi kekasih Kak Robi",ujar Seena dengan tersenyum merekah.


"Selamat ya Seena,tapi ingat jaga diri",pesan Anaya.


"Siip Kakakku yang cantik",jawab Seena memeluknya Anaya begitu erat.


***

__ADS_1


Tak terasa waktu terus berlalu dan hari ini adalah hari bahagia bagi seorang pria yang akan mengucap ijab kabul untuk kekasihnya.


Ya hari ini adalah hari pernikahan Morgan dan Lola.Pria itu begitu tampan dengan beskap putih yang membuat auranya semakin menawan.


Sean dan Robi tampak mendampingi Morgan yang telah duduk dimeja akad.Sean dan Robi duduk tepat dibelakang Morgan.


Sementara itu Lola di sembunyikan disuatu ruangan ditemani oleh Anaya dan Seena juga Mika.Gadis itu begitu cantik dengan kebaya berwarna putih gading dan hiasan bunga di sanggul rambutnya.


Gadis itu terlihat begitu gugup dan gelisah.Hal itu tak luput dari penglihatan Anaya yang sedang memperbaiki sedikit riasannya.


"Gugup ya La",tanya Anaya membuat Seena dan Mika menatap kearah pengantin itu.


"Ya Nay...",jawab Lola.


"Sebaiknya kamu ikut berdoa semoga Papa kamu dan Morgan lancar mengungkapkan ijab dan kabulnya",ujar Anaya mengenggam lembut tangan Lola menyalurkan ketenangan.


"Emang begini jika jadi pengantin La,rasa nya panas dingin sebelum ijab dan kabul di bacakan",timpal Mika diangguki oleh Anaya.


Sedangkan diluar ruangan suasana makin tegang saat penghuni memberikan pengarahan tentang pernikahan.Dan melakukan percobaan ijab kabul.


"Bagaimana saudara Morgan sudah siap?",tanya pak penghulu.


"Siap Pak...",jawab Morgan mantap.


"Silahkan jabat tangan dari Ayahanda saudari Lola",ujar pak penghulu.


Morgan menjabat tangan Papa dari Lola dengan begitu erat.


"Bismillahirrahmanirrahim...


Saudara Morgan Aditya Erlangga saya nikahkan engkau dengan anak kandung saya Sri Anola Saputri binti Agus Erlangga dengan maharnya satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat tunai...


"Saya terima nikahnya anak kandung bapak Sri Anola Saputri binti Agus Erlangga dengan mahar tersebut tunai....


"Baagaimana saksi?"


SAH...


"Alhamdulillah..."


Semua orang yang ada diruangan itu tersenyum bahagia akhirnya pasangan itu halal menjadi sepasang suami istri.


Sedangkan Lola diruangan lain menitikan air mata bahagia.


"Selamat ya Lola...",ucap ketiga wanita itu bersamaan.


"Makasih ya semuanya",jawab Lola menyeka sisa air matanya dengan tisu.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka seorang wanita meminta Lola untuk dibawa keluar.Dengan diapit Anaya dan Mika, Lola berjalan perlahan menuju tempat dimana sang suami menunggunya dengan tatapan cintanya.


Setelah sampai keduanya menandatangani buku pernikahan dan memasangkan cincin pernikahan dijari manis mereka masing-masing.


Acara bahagia itu diakhiri dengan doa yang dipanjatkan oleh pak penghulu untuk kedua pengantin itu.


"Selamat...Pak Morgan",ucap Robi.


"Makasih Robi,cepat nyusul",jawab Morgan membuat pria itu salah tingkah begitu juga Seena yang berdiri tak jauh dari sana.


"Udah punya pacar baru kamu Rob?", tanya Sean membuat Robi bungkam seketika diiringi gelak tawa Morgan.

__ADS_1


...****************...


ayo kita ke kondangan Morgan nanti malam..


__ADS_2