
Sean menggandeng tangan Anaya keluar dari butik itu dengan wajah kesal.Ia sungguh muak dengan lancangnya wanita tadi menabrakkan tubuhnya pada dirinya.
Sementara Seena masih memberi pelajaran pada wanita itu saat wanita kembali akan menyerang Anaya.Wanita itu sungguh tak tau malu berani sekali mengganggu suami orang.
"Tolong panggilkan menager kalian!",ucap Anaya pada para pegawai disana diangguki oleh salah satu pegawai dan berjalan menuju ruang menager.
"Dan kau...aku tau tujuanmu untuk menggoda Kakakku itu karena kau ingin mencari mangsa untuk membayar semua belanjaanmu,bukan?",sambung Seena.
"Heh...sok tau kamu gadis ingusan",ketus wanita itu.
"Kau salah mencari mangsa j***** Kakakku bukanlah pria yang mudah tergoda dengan tubuh murahanmu ini",teriak Seena membaut semua pengunjung melihat kearah mereka dan tampak memandang wanita itu sinis.
"Ada apa ini?",manager toko menghampiri keduanya.
"Dania...lihatlah wanita ini berusaha mempermalukanku didepan semua orang",adu wanita pada manager toko.
Dania menatap Seena dan membuatnya terkejut dan sedkit menunduk hormat."Nona muda Alatas...",ujar Dania sedikit memberi hormat.
"Ya...Kak Dania.Aku ingin kamu blacklist wanita ini dari butik Mamaku ini sesuai permintaan Kakakku.Mamaku takkan rugi jika wanita ini tak lagi berbelanja dibutik ini",ujar Seena menatap tajam wanita yang berpakaian kurang bahan itu dengan tajam.
Wanita itu tampak pucat pasi begitu juga pegawai tadi yang merendahkan Anaya dan Seena.
"Sesuai permintaan anda Nona muda",jawab Dania.
"Dania... kamu membelanya aku ini teman baikmu",ujar wanita tadi.
"Maafkan aku kau pasti berbuat kesalahan cukup fatal sehingga anak pemilik butik ini meradang",jawab Dania meminta security untuk membawa wanita itu keluar bersamaan dengan masuknya seorang wanita paruh baya dan pria yang cukup tampan.
Seena menghela nafas panjang dan belum menyadari kehadiran kedua orang itu.
"Dasar wanita tak tau malu berani sekali dia berusaha menggoda Kakakku", umpat Seena dan membalikkan badannya untuk keluar dari butik karena Kakaknya sudah pulang dari tadi.
Seena mengehentikan langkahnya saat melihat orang yang begitu ia kenal.Jantungnya berdegup begitu kencang dan salah tingkah saat pria itu menatapnya.
"Seena...kamu Seena kan?putri Anita?",tanya wanita paruh baya itu pada Seena.
"Iya Aunty...",jawab Seena mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dengan takzim.
"Masaallah...kamu sudah besar sekarang dan cantik lagi",puji wanita paruh baya itu tersenyum tipis.
"Terimakasih kasih Aunty atas pujiannya",jawab Seena.
__ADS_1
"Mama kamu ada disini?",tanya wanita paruh baya itu lagi.
"Mama dirumah Aunty lagi bermain dengan cucu barunya anak dari Kak Sean",jawab Seena sopan.
"Oh ya ampun...Aunty tidak tahu kalau istri Sean sudah melahirkan,Robi juga tak mengatakan apapun pada Aunty",jawab wanita paruh baya itu melirik sekilas putranya yang tampak cuek.
"Kalau begitu aku pamit dulu Aunty,Kak Robi",ucap Seena melirik Robi yang begitu datar padanya.
"Ya sayang...",jawab wanita paruh baya itu tersenyum melihat kepergian Seena.
"Robi..."
"Hmmm"
"Seena cantik ya",puji sang Mama.
"Iya...",jawab Robi.
"Kamu dekatin gih.Siapa tau jodoh kamu",ujar sang Mama membuat Robi terkejut dengan ucapan Mamanya itu.
"Mah...mana mungkin dia suka sama aku.Kita dan keluarga mereka jauh berbeda Ma",jawab Robi.
"Setau Mama keluarga Alatas tak pernah melihat seseorang dari segi kedudukannya",ujar sang Mama.
"Dasar keras kepala", sungut wanita paruh baya itu meninggalkan putranya dan memilih gaun yang ada disana.
Robi menggeleng pelan melihat tingkah wanita yang telah melahirkannya itu.Bukan dia tak mau mendekati Seena ia cukup tau diri.Sebenarnya ia cukup tertarik dengan Seena tapi takut jika nantinya Sean murka karena berani mendekati sang adik.Beberapa hari ini semenjak Seena memutuskan membantu sang Kakak diperusahaan dia dan Seena cukup dekat.Meski beberapa kali mereka sering menghabiskan waktu berdua untuk membahas pekerjaan.Dari sana Robi merasa cukup mengenal pribadi Seena yang cukup membuatnya tertarik sekaligus bisa membuatnya move on dari sang mantan yang sudah mengkhianati kepercayaannya.
Sementara itu diwaktu yang sama Sean langsung membuka pakaiannya dan membuangnya ke tong sampah.Hal itu membuat Anaya terkejut dengan kelakuan sang suami.
"Mas kenapa bajunya kamu buang sih?",tanya Anaya mengerutkan keningnya.
"Baju itu sudah terdapat virus sayang",jawab Sean yang hanya memakai celana boxer saja.
"Virus?",beo Anaya.
"Ya...virus",jawab Sean segera memasuki kamar mandi untuk berendam sejenak.
"Maksud kamu apa sih Mas?",tanya Anaya mengikuti sang suami ke kamar mandi.
"Aku tak mau virus wanita tadi tinggal di tubuhku dan aku akan berendam sejenak di bathtub,mau menemani?",goda Sean membuat Anaya menggeleng cepat.
__ADS_1
"Gak...kamu aja",jawab Anaya menggeleng pelan yang tak habis pikir dengan tingkah sang suami.
Anaya melangkah keluar dari kamar mandi tapi dengan sigap ia menarik tangan Anaya hingga menubruk dada bidangnya yang polos.
"Kamu pikir akan mudah keluar dari sini, hum?",lirih Sean menatap manik mata sang istri dengan dalam.
"Mas..aku mau menemui Arka dulu seharian ini aku tak bersamanya",jawab Anaya berusaha melepaskan diri dari sang suami.
"Temani aku mandi",ujar Sean merengkuh pinggang sang istri merapat ke tubuhnya.
"Mas... aku tau modus kamu,gak akan cuma mandi kan?",tanya Anaya penuh selidik.
"Itu kamu tau...",jawab Sean yang langsung menarik tengkuk Anaya dan m****** bibir sang istri dengan lembut.Anaya hanya pasrah dan hanyut dengan ciuman dari Sean.
"Kamu milikku Anaya, milikku",lirih Sean mengusap bibir sang istri yang membengkak akibat ulahnya.
"Ya Mas... aku milikmu selamanya",jawab Anaya dan kembali menyatu bibirnya dengan bibir sang suami.
Sean tersenyum disela ciumannya dengan tingkah agresif sang istri.
***
"Ma...maaf ya merepotkan Mama",ujar Anaya saat memasuki kamar Arka.
"Gak kok sayang...Mama cuma menemani Bi Asih disini",jawab Nyonya Anita menatap Sean yang harus saja memasuki kamar Arka.Nyonya Anita tersenyum melihat rambut anak menantunya basah.Dia tau apa yang baru saja terjadi diantara keduanya.
Anaya segara menyusui Arka karena tiba tiba saja bayi itu merengek-rengek mendengar suara Mommy-nya.
"Maafkan Mommy ya nak udah ninggalin Arka seharian ini",ujar Anaya mengusap pucuk kepala sang anak dengan lembut saat Arka menghisap dadanya dengan begitu rakus.
"Kenapa tiba tiba manja sih sayang, hum?",ujar Nyonya Anita mencubit gemas pipi gembul sang cucu.
"Kangen kali dengan Mommy-nya Ma.Anaya seharian diluar hanya membeli keperluan Arka tanpa membeli untuknya",ujar Sean yang sudah melihat barang belanjaan Anaya sebelum memasukinya kamar Arka.
"Mas...semuanya udah kamu cukupi beli apa lagi coba?",ujar Anaya.
"Arkana...yuhu... Aunty datang", teriak Seena membuat semua orang diruangan itu menatapnya tajam.
...****************...
ayo dong like dan komennya agat aku semangat lagi buat tamatin novel ini.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua reader ku selama ini.