
Sesampainya di mansion keluarga itu terkejut dengan seorang wanita yang sedang duduk diruang tamu.
"Sean bawa Anaya ke kamar ya untuk istirahat",ucap Nyonya Anita lalu menghampiri teman sosialitanya itu.
Sean membawa Anaya menuju kamar mereka karena semenjak hamil besar wanita itu sering mengeluh karena kelelahan.
"Indi...?",sapa Nyonya Anita.
"Hai...Anita",jawab Indi yang terlihat begitu memprihatinkan.
"Ada apa?",tanya Nyonya Anita duduk disebelah Indi.
"Anita...maafkan aku",lirih Indi dengan penuh penyesalan.
"Untuk...?",bingung Nyonya Anita.
"Atas semua sikapku selama ini,terutama pada Anaya putriku",lirih Indi dengan begitu terisak.
"Maksudmu?",tanya Nyonya Anita hati hati.
"Aku baru tau jika anak yang aku lahirkan 20 tahun yang lalu masih hidup.Ternyata keluarga Gunatama memeberikan putri kepada orang lain dan berdalih telah meninggalkan setelah aku lahirkan",ucap Indi tergugu.Andai ia tau dari awal Anaya putrinya takkan ia hina dan benci.
"Dan kamu menyesal ternyata putrimu di didik menjadi wanita yang baik dan tangguh oleh keluarga angkatnya.Apakah selama ini kamu tidak merasakan kontak batin antara ibu dan anak jika bertemu dengannya?",tanya Nyonya Anita menyunggingkan senyumannya.
Indi menggeleng pelan dan hanya bisa menangisi apa yang terjadi.
"Tau dari mana kamu kebenaran ini Indi?",tanya Nyonya Anita penuh selidik.
"Aku tak sengaja mendengar percakapan ayah mertuaku dengan Mas Denni.Demi seorang pewaris keluarga itu tega memisahkan aku dan putriku",lirih Indi yang sudah terlihat kacau.
"Lalu--
"Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan Mas Denni.Tak ada lagi yang bisa aku harapkan darinya.Karena ambisinya ingin menguasai harta kalian dia menjadikan putriku sulungku sebagai umpan untuk menjalankan rencananya.Dia meminta Sekar untuk menculik adiknya sendiri.Kejahatan yang dilakukan Sekar bukanlah murni karena keinginannya untuk merebut putramu dari istrinya.Tapi untuk dijadikan alat jika rencana itu berhasil video tentang Anaya yang dilecehkan agar disebar agar saham perusahaan kalian hancur.Rencana itu telah mereka susun begitu rapi",isak Indi.
"Brengsek...",umpat Sean yang dari tadi mendengarkan percakapan Indi.Niatnya akan kembali ke kantor setelah menyuruh sang istri tidur terhenti karena ia mendengar nama sang istirnya disebut.
"Nak Sean.Maafkan Tante",raung Indi menyatukan kedua tangannya di dada.
"Hukuman apa yang harus aku berikan pada wanita sepertimu yang tega menjadikan putri kandungannya sendiri sebagai umpan.Apakah kau pantas disebut seorang ibu?",ucap Sean dengan tatapan tajam.
Indi menangis keras mendengar ucapan menantunya itu yang benar adanya.Ia tak pantas disebut seorang ibu.Ia gagal menjadi seorang ibu yang tak bisa melindungi putrinya.
"Sean..."
"Jika kedatanganmu ke rumah ini hanya untuk membuat istriku menangis karena mengetahui fakta yang ada lebih baik pergi dari sini.Aku tak akan rela jika satu tetes saja air matanya jatuh",ucap Sean datar.
"Baiklah...Tante akan pergi setidaknya Tante tenang putri bungsu Tante berada ditengah-tengah keluarga yang menyayanginya",jawab Indi mengusap air matanya kasar.
__ADS_1
"Tentu saja dia segalanya bagiku",ujar Sean.
"Anita terima kasih telah menyayangi putriku.Aku tau kamu sangat menyayanginya",lirih Indi diangguki oleh Nyonya Anita.
"Sean Tante mohon jaga dia baik baik .Kakeknya masih berniat untuk mencelakakannya untuk membuatmu hancur",ujar Indi.
"Tentu...",jawab Sena datar dan dingin.
"Indi...di mana kamu tinggal sekarang?.Bukankah seluruh keluargamu berada di luar negeri?",tanya Anita.
"Aku berencana akan menyusul mereka setelah bertemu Anaya tapi sepertinya jika Anaya tau sekarang akan menjadi beban pikirannya dan berpengaruh pada kandungannya",jawab Indi.
"Tinggallah di salah satu rumahku untuk sementara waktu Indi.Saat ini keluarga Gunatama pasti sedang memburumu",ujar Nyonya Anita.
"Ma..."
"Sean...Indi sudah menyesali kesalahannya,dia juga tidak tahu perihal Anaya dari awal",ujar Nyonya Anita pada sang putra.
"Heh...Jangan terlalu mudah percaya pada musuh yang bertaubat Ma.Bisa jadi ini akal akalan mereka untuk menjadi mata mata",ujar Sean membuat Indi menggeleng pelan.
"Saya tau saya salah tapi jika kalian tak percaya juga tidak apa apa.Mungkin hari ini aku berangkat ke luar negeri",jawab Indi.
"Baiklah Indi...tapi jangan tolak permintaanku yang satu ini.Kamu akan berangkat dengan pesawat pribadi milik kami dan akan dikawal dengan ketat oleh bodyguard kami",ujar Nyonya Anita.
"Terimakasih Anita.Jika sudah waktunya aku akan kembali ke negara ini untuk menemui putriku",jawab Indi tersenyum lebar.
"Iya aku tau tak mudah mempercayaiku setelah apa yang telah aku lakukan",jawab Indi.
Indi pamit dan dikawal langsung oleh bodyguard keluarga Alatas.
"Ma...Mama yakin dengan keputusan Mama?",tanya Sean.
"Ya...Mama sudah memikirkan matang matang Sean.Bodyguard kita bersamanya jika ia berani macam macam.
"Terserah Mama",jawab Sean acuh.
"Kamu selidiki apa yang terjadi dikeluarga Gunatama sehingga Indi memutuskan pergi",ujar Nyonya Anita.
"Hmmm"
"Kamu mau kemana Sean?",tanya Nyonya Anita saat Sean melangkah pergi.
"Ke kantor Ma...ada berkas yang harus aku tanda tangani buat meeting besok",jawab Sean.
"Ya sudah hati hati",ujar Nyonya Anita.
Sedangkan dikamar Anaya sibuk berbalas pesan dengan Mika.Ya semenjak pertemuan mereka hari itu mereka sering berkirim pesan.Tak jarang mereka juga sering bertemu diluar rumah sekedar saling berbagi ilmu tentang kehamilan.
__ADS_1
Tok tok tok
Anaya meletakan ponsel diatas nakas lalu menyambar auter diatas tempat tidur karena gaun yang ia kenakan sedikit terbuka dibagian bahu.
Anaya membukakan pintu kamar melihat siapa yang mengetuk.
"Kak Naya..."
"Seena...ayo masuk!",ujar Anaya.
Gadis periang itu masuk kedalam kamar Kakaknya itu lalu duduk disofa.
"Ada apa Seena tumben kamu kesini?",tanya Anaya.
"Hehehe...aku lagi mau curhat nih Kak,boleh kan?",tanya Seena.
"Boleh...tentang apa dulu nih",ujar Anaya.
"Kak aku menyukai seseorang dan--
"Dan apa Seena?",tanya Anaya.
"Aku takut Kak Sean marah sama aku karena cowok itu--
"Siapa?",tanya Anaya yang gregetan dengan adik iparnya ini yang terus menggantung ucapannya.
"Cowok itu sekretaris Kakak", bisik Seena.
"Robi maksud kamu?",tanya Anaya..
"Huum..."
"Terus masalahnya dimana?",tanya Anaya.
"Kak Robi belum tau jika aku menyukainya Kak dan aku takut nanti Kak Sean marah",jawab Seena.
"Seena... Mas Sean larang kamu pacaran itu pasti ada alasannya.Fokus dulu sama kuliah kamu",ujar Anaya.
"Gak adil dong Kak.Kakak aja seumuran aku udah nikah.Lah aku?",ujar Seena.
"Emang kamu udah siap nikah?",goda Anaya.
"Sudah jika sama Kak Robi",jawab Seena kecantilan.
"Kalau begitu besok kamu menikah sama dia",ucap Sean tiba tiba.
Deg
__ADS_1
...****************...