Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Anaya siuman


__ADS_3

"Sean...kamu harus kuat Nak.Arka butuh kamu,Mama yakin Anaya akan baik baik saja",ujar Nyonya Anita menguatkan anaknya.


"Ma...Anaya adalah kekuatan sekaligus kelemahanku.Kenapa Ma?kenapa Mama membawa wanita ini kemari",ujar Sean.


"Sean maafkan Mama semua diluar dugaan Mama",sesal Nyonya Anita.


"Ma...Naya baik baik saja kan Ma",lirih Sean.


"Ya Nak...Mama yakin dia akan baik baik saja",jawab Nyonya Anita sendu.


Sean melirik Indi yang duduk dengan wajah kuyunya.Wanita itu tampak menyesali apa yang telah ia lakukan.


"Pergi dari sini sebelum aku bilang kendali",ucap Sean dengan raut wajah murkanya.


Indi tersentak kaget dan langsung berdiri dari duduknya.Wanita paruh baya itu berjalan dengan langkah berat meninggalkan ruang rawat anak kandungnya.


Sean menatap sang istri dari kejauhan yang tidur dengan damai.Hatinya teriris melihat keadaan sang istri.Ia merasa gagal menjadi seorang suami yang tak bisa melindungi sang istri.


"Ma...aku ingin bertemu Anaya",lirih Sean dengan mata yang sudah memerah menahan tangis.


"Mama tanya dokter dulu apa bisa kita menemui Naya",ucap Nyonya Anita meninggalkan sang anak menemui dokter.


"Sayang... bertahanlah demi Arka",gumam Sean menitikkan air mata.


Pria itu mengusap air matanya dengan kasar lalu menghela nafas panjang.Ia teringat akan kata kata sang Mama tadi kalau Arka juga butuh dirinya.


Tak lama Nyonya Anita kembali bersama sang suami yang kebetulan juga datang.


"Sean apa yang terjadi?",tanya Papa Ferdian.


"Papa bisa tanya Mama.Oh ya Ma bagaimana?",tanya Sean.


"Boleh sayang... bisikan kata kata penyemangat agar ia cepat kembali sadar",ucap Nyonya Anita diangguki oleh Sean.


Pria itu segera memasuki ruang rawat Anaya.Langkahnya terasa berat saat melihat sang istri yang tidur dengan lelap.


Sean mendekati tempat tidur Anaya dan mengenggam jemari wanitanya itu.


"Sayang...hei...kamu tidak mau menyusui Arka, hum?",ucap Sean tersenyum tipis lalu mengecup punggung tangan sang istri.


"Sayang...bangunlah!.Aku dan Arka butuh kamu", lirih Sean.


Sementara diluar ruangan Papa Ferdian tampak kecewa dengan sang istri setelah mendengar apa yang diceritakan Nyonya Anita.


"Harusnya Mama lebih tau tentang mental Anaya yang baru siap melahirkan belum bisa diberikan masalah begitu berat",ujar Papa Ferdian pada istrinya itu.


"Ya Pa...Mama yang salah",sesal Nyonya Anita.

__ADS_1


"Mama lihat Sean...!.Bagaimana hancurnya dia saat ini?.Papa kecewa sama Mama",ucap pria paruh baya itu berjalan meninggalkan sang istri yang terdiam menyesali apa yang telah ia lakukan.


***


Anaya mengerjabkan pelan kedua matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.


Wanita itu melihat sang suami yang tertidur berbantalkan tangannya disebelah tempat tidurnya.


"Mas...", lirih Anaya dengan suara serak.


Sean membuka kedua matanya saat mendengar namanya disebut.Pria itu tersenyum lebar dan langsung memeluk sang istri begitu erat.


"Akhirnya kamu bangun juga sayang",lirih Sean.


"Mas...Ar-arka mana?",tanya Anaya menanyakan keberadaan sang anak.


"Dia di ruang khusus bayi sayang",jawab Sean mengurai pelukannya.


"Mas...tadi aku bermimpi jika Tante Indi mengatakan dia ibu kandungku",lirih Anaya.


"Sayang...kamu gak usah pikirkan itu semua yang penting saat ini kesehatan kamu serta anak kita",ujar Sean mengelus pipi chubby sang istri dengan lembut.


"Mas...jadi benar aku anak yang tak diinginkan oleh keluargaku?",tanya Anaya dengan sendu.


"Apapun itu sayang.Aku,Mama,Papa, Seena dan Kakek menyayangimu melebihi apapun",jawab Sean menatap kedua manik sang istri.


"Terima kasih Mas telah menyayangi anak yang dibuang ini",lirih Anaya.


"Mas aku ingin bertemu Arka",ucap Anaya.


"Baiklah sayang kamu tunggu disini dulu aku akan menjemput Arka",ujar Sean tersenyum hangat.


"Ya Mas...",jawab Anaya tersenyum tipis.


Sepeninggal Sean Anaya kembali meneteskan air mata.Sungguh ia tak menyangka jika takdir hidupnya seperti ini.Orangtua yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang ternyata bukanlah orang tua kandungnya.Wanita yang ia anggap ibu selama ini bukanlah yang melahirkannya.


Namun orang yang memusuhinya dan mencelakainya justru keluarga kandungnya sendiri.Anaya menghapus sisa air matanya teringat kata kata suaminya.Justru di keluarga mertuanya ia dianggap sebagai anak dan dilindungi dengan begitu ketat.


Tak lama Sean mendorong boks bayi berisi bayi mungil yang tadi pagi ia lahirkan dengan penuh perjuangan.Anaya tersenyum saat sang suami datang bersama anaknya.


"Assalamualaikum Mommy...",ujar Sean mendorong boks itu menuju tempat tidur sang istri.


"Waalaikum salam anak ganteng Mommy",jawab Anaya tersenyum lebar melihat bayinya membuka matanya.


Sean menggendong baby Arka dan memberikan pada Anaya.Wanita itu mencium pipi gembul Arka dengan penuh kerinduan.


"Mommy menyanyangimu sayang",lirih Anaya membuat bayi merah itu tersenyum tipis.

__ADS_1


"Dia senyum Mas", timpal Anaya.


"Ya sepertinya dia senang dan bahagia memiliki Mommy sehebat kamu sayang",jawab Sean memeluk sang istri dari samping.


"Mas...Mama mana?",tanya Anaya tak melihat keberadaan mertuanya itu.


"Mungkin pulang sayang",jawab Sean acuh.


"Oh...",jawab Anaya beroh ria.


"Kamu mau makan sayang biar aku suapkan",tanya Sean.


"Iya deh Mas...",jawab Anaya.


"Aku pindahkan Arka ke boks bayi dulu ya",ujar Sean kembali meletakkan Arka ke dalam boks bayi.


Dengan telaten Sean menyuapi sang istri makan."Makan yang banyak sayang biar ASI kamu melimpah",ujar Sean membersihkan sudut bibir sang istri dengan ibu jarinya.


"Makin bengkak akunya Mas",jawab Anaya.


"Gak akan sayang...Arka kan sumber makannya sama kamu Anaya sayang",gemas Sean mencubit hidung mancung sang istri.


"Aku bengkak kamunya lirik yang lain yang lebih sexy",ujar Anaya.


"Jangan mulai lagi sayang.Berapa kali aku harus bilang aku cinta kamu apa adanya.Kamu itu sexy jika seperti ini sayang",ujar Sean mengecup pipi sang istri.


"Hehehe iya aku percaya...",jawab Anaya tersenyum lebar.


"Andai kamu lihat bagaimana aku tadi saat kamu koleps.Hampir gila aku Nay,aku takut kamu ninggalin aku dan Arka",lirih Sean.


"Makasih atas cinta kamu Mas untuk aku.Sekarang bertambah satu lagi pria yang mencintaiku yaitu putra kita Arkana Vernon Alatas",ucap Anaya.


"Ya...kami berdua mencintai dan menyayangi Mommy Anaya dengan tulus",jawab Sean tersenyum tipis.


"Mas...udah.Aku kenyang",ujar Anaya menolak suapan dari sang suami.


"Yakin sayang?",tanya Sean.


"Humm",angguk Anaya menerima air minum yang disodorkan oleh Sean.


Sean meletakan sisa makanan Anaya diatas nakas dan kembali duduk didekat sang istri.


"Mas kapan aku bisa pulang,jadi kan pulang ke Mansion kita",tanya Anaya.


"Gak boleh..."


.

__ADS_1


...****************...


Ayo mana dukungannya.jangan lupa like dan komentarnya ya say..


__ADS_2