
"Jangan cemberut gitu sayang",goda Sean pada Anaya yang sedang menyusui baby Arka.
"Au ah...aku kesal sama kamu Mas",jawab Anaya.
"Hahaha salah siapa mancing aku, hum?",bisik Sean.
"Tapi gak lama juga Mas tangan aku pegal tau",sungut Anaya.
"Kamu tau sendiri gimana aku main sama kamu langsung aja kelar satu rondenya bisa satu jam lebih",jawab Sean begitu vulgar.
"Mas..."
"Iya sayang...tapi itu juga pahala loh",jawab Sean.
Anaya menghela nafas panjang makin lama suaminya ini makin mesum saja.Ia akui Sean pria perkasa diatas ranjang.
"Arka...Daddy juga mau dong",ujar Sean menoel pipi gembul Arka yang sedang menyusu pada sang Mommy.
"Mas...jangan ganggu Arka",ucap Anaya.
"Enaknya jadi Arka sayang bisa--
"Mas... waktu bayi kamu juga seperti Arka",ucap Anaya.
"Beda sayang aku menyusu sama Mama bukan sama kamu",jawab Sean datar.
"Kamu kenapa mesum begini sih Mas?",tanya Anaya geleng geleng kepala.
"Cuma sama kamu kok sayang",jawab Sean.
"Awas saja kamu macam macam",ancam Anaya.
"No...itu tak akan terjadi.Aku melihat sendiri perjuangan kamu melahirkan anakku mana sanggup aku menyakiti kamu sayang",ujar Sean dengan mode serius.
Anaya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.Hatinya menghangat dihargai dan dimanja sebagai istri oleh Sean.
"Oh ya Mas...besok aku shoping sama Seena ya buat beli gaun untuk ke pesta pernikahan Lola dan Morgan",ujar Anaya.
"Untuk gaun pesta aku udah pesan buat kamu,aku dan Arka sayang.Tapi jika kamu mau shopping aku malah senang kapan lagi kamu menghabiskan uangku",jawab Sean.
"Ya udah kalau begitu besok aku menemani Seena aja Mas",balas Anaya.
"Terus kamu gak berniat menggunakan kartu black card yang aku berikan.Setau ku kamu baru satu kali loh menggunakannya itu untuk kebutuhan Arka sebelum lahir",ujar Sean.
"Mau beli apa coba Mas?.Semua baju baju mulai dari gaun,piyama dan yang lainnya sudah kamu pesan sendiri pada tokonya",jawab Anaya yang merapikan kembali piyamanya karena Arka telah kenyang menyusu.
"Itu bentuk tanggung jawab aku sama kamu sayang",jawab Sean mengambil Arka dari gendongan Anaya dan membawanya turun ke lantai dasar.
Anaya mengikuti Sean dari belakang sambil tersenyum tipis.Setibanya dilantai dasar baby Arka langsung menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disana tak terkecuali Kakek Alatas yang langsung menggendong buyutnya itu.
"Masaallah...kamu benar benar keturunan Alatas sejati cu.Mirip Sean semua ini",ujar Kakek Alatas tersenyum bahagia masih diberi umur yang panjang melihat cucu buyutnya.
__ADS_1
"Benar Kek numpang doang sembilan bulan sepuluh hari diperut aku", jawab Anaya membenarkan ucapan sang Kakek mertuanya.
"Mulai sekarang semua kerajaan bisnis Kakek untuk Arka kelak setelah dewasa",ujar Kakek Alatas.
"Kek...gak perlu berlebihan seperti itu.Perusahaanku saja sudah cukup untuk Arka kelak",tolak Sean secara halus.
"Tak ada penolakan.Untuk Seena Kakek akan menyerahkan semua properti milik Kakek",jawab Kakek Alatas.
"Kek...aku gak butuh apapun.Yang aku,Kakaknya butuhkan Kakek sehat terus dan melihat cucu buyut Kakek dari aku nantinya",jawab Seena.
"Emang kamu udah punya calonnya Seena?",ujar Kakek menggoda cucu perempuannya itu.
"Masih pendekatan Kek",jawab Seena malu malu.
Sean menatap tajam sang adik karena ia tau siapa yang dimaksud sang adik."Seena jangan menjadi orang ketiga",ujar Sean dengan wajah datarnya menatap sang adik.
"Yeay...Kakak kemana aja orang dia udah putus kok",jawab Seena.
"Kenapa--
"Itu privasi dia Mas mana mau dia cerita sama bos sendiri",ujar Anaya.
"Siapa sih yang kalian bicarakan?", tanya Papa Ferdian menatap bergantian anak dan menantunya.
"Tanya putri kesayangan Papa",jawab Sean.
Papa Ferdian menatap Seena penuh tanda tanya."Siapa Seena?",tanya Papa Ferdian.
"Robi...?,Robi sekretaris kamu Sean?",tanya Papa Ferdian.
"Ya...", jawab Sean mengangguk pelan.
"Bukankah Robi adalah anak tunggal dari rekan bisnis kamu Fer yang dititipkan pada Sean untuk di didik menjadi pengusaha handal nantinya",ujar Kakek Alatas pada sang anak.
"Ya...Dad",jawab Papa Ferdian.
"Bagaimana kita lakukan perjodohan saja untuk mereka.Cocok lanjut jika tidak kita tak memaksa",ujar Kakek Alatas membuat Sean melongo.
"Kek...biarkan semuanya mengalir begitu saja jika mereka jodoh pasti bertemu",ujar Sean yang tak sependapat dengan sang Kakek.
"Kamu lupa jika kamu dan Anaya dulunya juga kita jodohkan",ujar Nyonya Amita membuat Sean bungkam seketika.
"Ma...Pa,Kek Kak Sean benar.Aku ingin dia menikahiku karena dia mencintaiku bukan karena dia terpaksa",sela Seena.
"Baiklah jika itu keputusan kamu",jawab Kakek.
"Sean tasyakuran Arka kapan diadakan?",sambung Kakek menimang sang cucu buyut yang begitu anteng gendongan Eyang kakungnya.
"Rencananya setelah pernikahan Morgan dan Lola Kek",jawab Sean.
"Emang kamu kapan nikah Morgan?",tanya Kakek Alatas.
__ADS_1
"Minggu depan Kek",jawab Morgan.
"Baiklah dua hari setelah itu kita adakan tasyakuran Arka",putus Kakek Alatas.
"Bagaimana Sean?",tanya Nyonya Anita.
"Tak masalah Ma.Tapi acaranya akan diadakan di mansion utama sekalian undang anak panti asuhan",jawab Sean.
"Serahkan semuanya pada Mama, Sean. Kalian berdua tinggal bersih saja",balas Nyonya Anita.
"Ya Ma",jawab Sean.
***
"Bi...titip Arka sebentar ya.Susunya ada di freezer tinggal nanti dia hangatkan lagi aja",ujar Anaya pada Bi Asih.
"Iya Nona....Tuan muda Arka anteng kok",jawab Bi Asih.
"Makasih dulu ya Bi",ujar Anaya.
"Ya Nona...",jawab Bi Asih.
Anaya segera berangkat menemani Seena untuk berbelanja.Keduanya berangkat ditemani oleh para bodyguard yang mengawasi mereka dari kejauhan.
Setibanya di Mall keduanya memasuki toko demi toko mencari gaun yang disukai oleh Seena.
"Kak...kok aku gak ada yang sreg ya",lirih Anaya.
"Mending beli langsung dibutik aja Seena",ujar Anaya.
"Oke Kak...",jawab Seena.
"Dari pada kita gak beli apapun mending kita ke baby shop aja yuk beli baju buat Arka",ujar Seena.
"Lanjut...",jawab Anaya.
Keduanya memasuki toko baju bayi dan memilih pernak pernik lucu untuk bayi.Mulai dari baju, sepatu,topi dan yang lainnya.Anaya tampak antusias memilih baju baju untuk Arka.
Setelah selesai mereka segera membayar tagihan di kasir.Anaya menggunakan kartu yang diberikan boleh Sean padanya.
Sementara itu dikantor senyuman Sean merekah saat notifikasi yang masuk kedalam ponselnya."Bersenang senanglah hunny",gumam Sean tersenyum lebar.
"Ehem..."
Sean menatap sahabatnya itu tajam karena mengagetkannya."Mending ambil cuti sana dari pada menganggu saja",ketus Sean.
"Santai...kenapa sih?",tanya Morgan.
"Kepo...",ketus Sean membuat Morgan berdecak kesal.
...****************...
__ADS_1