
"Apakah kamu sudah mengantongi siapa pelakunya?",tanya Nyonya Anita.
"Orang orang ku dalam penyelidikan Ma tapi aku mencurigai seseorang di masa laluku Ma",jawab Sean.
"Selesaikan dengan cepat Sean jangan sampai cucu menantuku kenapa napa",ucap Kakek Alatas.
"Ya Kek...maka dari itu Sean titip Anaya disini mungkin Sean akan jarang pulang juga untuk mengurus perusahaan dan masalah ini Kek",jawab Sean memijit pangkal hidungnya.
Nyonya Anita menghembuskan nafas panjang lalu mengusap bahu sang putra kebanggaannya dengan lembut."Mama percaya putra Mama ini bisa menyelesaikan. semuanya",tutur Nyonya Anita dengan tatapan lembut seorang ibu.
"Ya Ma...",jawab Sean.
"Kamu mau kembali ke kantor?",tanya sang Mama.
"Iya Ma...tapi nemuin Naya dulu",jawab Sean beranjak dari duduknya untuk menemui sang istri di kamar sang adik.
Nyonya Anita menatap sendu punggung sang putra yang berlalu meninggalkannya.Wanita paruh baya itu berharap rumah tangga anaknya baik baik saja.
"Percayalah cucuku pasti bisa mengatasinya",ujar Kakek Alatas yang tau kegundahan hati menantunya itu.
"Iya Dad...dia adalah seorang Alatas",jawab Nyonya Anita menyunggingkan senyumannya.
Sean mengetuk pintu kamar sang adik.Tak lama gadis kecil kesayangannya itu muncul dari balik pintu dengan senyuman khas miliknya.
"Kembalikan istri Kakak",ucap Sean datar.
Seena membuka pintu kamarnya lebar lebar dan mempersilahkan Kakaknya itu masuk."Mukanya biasa aja kali Kak",ketus Seena yang gemas dengan sang Kakak yang begitu datar kayak kenebo kering.
Sean tak menghiraukan guyonan sang adik dia melangkah menuju sang istri yang duduk dibalkon kamar Seena."Naya...ayo kita ke kamar ada yang mau aku bicarakan",ucap Sean menarik tangan sang istri lembut.
"Udah bicara sama Mama?",tanya Naya mengikuti langkah sang suami.
"Hmmm"
"Seena Kakak ke kamar dulu ya",ucap Naya melambaikan tangan pada adik ipar nya yang duduk di tempat tidur.
"Ya Kak...",jawab Seena membalas lambaian tangan Anaya.
Sean membawa sang istri ke kamarnya dan menuntun Anaya duduk ditepian tempat tidur.
"Naya...aku mungkin beberapa hari ini akan sibuk di kantor dan ada kemungkinan tidak pulang",ucap Sean menangkup kedua bahu sang istri lembut.
__ADS_1
"Apakah kantor begitu sulit sekarang akibat ulah ayah Jessica?",tanya Anaya.
"Iya...tapi ada sesuatu lainnya juga yang tengah aku urus",ucap Sean mendudukkan dirinya disebelah sang istri.
"Sesuatu?",beo Anaya menatap bingung sang suami.
"Ya...dan mulai besok akan ada bodyguard yang akan mengawasi kamu dari jauh sampai masalah ini selesai",ujar Sean.
"Tapi kenapa Mas?",tanya Anaya.
"Ada yang mengincar kamu Naya dan aku tengah menyelidiki ini",jawab Sean hati hati..
"Hah? maksudnya?",Anaya merasa tak memiliki musuh selama ini.
"Naya maaf jika dengan masuknya kamu dalam hidupku menjadikan hidupmu dalam bahaya",lirih Sean menatap sang istri dengan tatapan dalam.
"Mas...aku percaya selagi ada kamu aku pasti baik baik saja.Dan masalah bodyguard aku tak masalah Mas asal jangan kentara sekali takutnya membuatku tak nyaman",jawab Anaya.
Sean membawa tubuh sang istri kedalam pelukannya.Ia sungguh takut istrinya dilukai oleh para musuhnya."Iya sayang...",jawab Sean mengecup pucuk kepala sang istri penuh kasih sayang.
Sean melerai pelukannya dan menatap sang istri penuh cinta."Aku takut kehilanganmu Naya",bisik Sean menyatukan keningnya dengan kening sang istri.
"Aku takkan meninggalkan kamu Mas",jawab Anaya.
"Aku juga Mas",jawab Anaya.
Sean mengecup punggung tangan sang istri dengan lembut dan cukup lama.Cinta didalam hatinya makin hari makin bertambah pada sang istri.Itu juga membuatnya makin posesif dan takut akan kehilangan.Ditambah lagi masalah yang mencuat karena seseorang yang ingin mencelakai sang isteri.Membuat pria itu makin ekstra menjaga Anaya.
"Aku ke kembali ke kantor ya",ucap Sean.
"Ya Kak...pulang jam berapa?",tanya Anaya.
"Belum tau nanti dikabari",jawab Sean menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya lalu mengecup bibir Anaya dan ********** lembut.
Sean melepaskan ciumannya dan mengusap bibir sang istri yang basah akibat ulahnya."mood booster...",ucap Sean membuat sang istri tersipu malu.
Anaya mengantar sang suami menuju mobil Sean dan mencium punggung tangan sang suami dengan takzim."Hati hati Mas",ucap Anaya.
"Ya...kamu hati hati dirumah ya",jawab Sean mengusap rahang sang istri lembut sebelum masuk kedalam mobilnya.
"Iya Mas...",ucap Anaya.
__ADS_1
Anaya menatap mobil sang suami mulai menjauh dan kemudian masuk kembali ke dalam mansion.
Setibanya di kantor Sean langsung menuju ruangannya.Ia telah ditunggu oleh sang asisten dan orang kepercayaannya untuk membahas masalah yang kini ia hadapi.
"Bagaimana?",tanya Sean yang telah duduk disinggahi sananya.
"Ini Tuan...",orang kepercayaannya itu memberikan map berisi informasi seseorang yang ia curigai.
Sean membaca hasil penyelidikan orang kepercayaannya itu lalu tersenyum miring."Sudah aku duga",ucap Sean menutup map itu dan meletakkannya di atas meja.
"Pancing mereka lalu siapkan jebakan.Aku serahkan semua ini padamu Morgan",ucap Sean.
"Lalu kantor-
"Jadi urusanku.Tapi tenang saja aku akan ikut nantinya setelah mereka sudah kami amankan",jawab Sean.
"Ck...itu sama saja kamu tidak ikut Sean",sungut Morgan.
"Aku akan ikut dalam memancing dia keluar dan tugasmu membuat jebakan saja",ucap Sean.
"Baiklah...tapi ngomong ngomong kenapa Amar mau membantunya?",tanya Morgan.
"Cinta.pria itu mencintai",jawab orang kepercayaan Sean yang menyelidiki Amar.
"Lalu kenapa dia mau membantunya untuk menghancurkan hubungan Sean dan Naya.Bukankah dia menginginkan Sean?", timpal Morgan.
"Ya...Amar juga memiliki dendam tersendiri pada Tuan Sean.Itu juga yang membuat pria bodoh itu mau membantunya meski tak mudah untuk menghadapi Tuan muda kita",jawab orang kepercayaan Sean itu lagi.
"Sean...kamu punya masalah dengan Amar dimasa lalu?",tanya Morgan.
"Hmmmm",Sean menjawab dengan deheman.
"Dasar pria bodoh.Hanya karena cinta rela berbuat kriminal",ucap Morgan geleng geleng kepala.
"Baiklah Tuan saya akan menyiapkan yang anda perintahkan",ucap orang kepercayaan Sean.
"Hmmm"
Morgan mengikuti orang kepercayaan Sean itu untuk membantu nya.Sedangkan Sean duduk tersenyum miring.Sebenarnya mudah baginya untuk menghancurkan seseorang yang berani mengusiknya tapi ia ingin sedikit bermain main dengan para pelaku.Dia berpura-pura tidak tau jika sedang diintai oleh pelaku padahal dia bukanlah lawan sebenarnya bagi pelaku.
Sean kembali fokus pada pekerjaannya.Ia membuka email yang dikirim Robi tentang data perusahaaan cabang.Setelah ia pelajari tak ada masalah yang berarti.Ia tersenyum lega satu masalah selesai akibat orang yang dapat ia handalkan siapa lagi kalau bukan sekretarisnya Robi dan Morgan sang asisten.Kini ia fokus pada pekerjaannya yang sedikit menumpuk karena beberapa hari yang lalu sedikit sibuk.Dan urusan Amar dia ingin sedikit bermain main dengan teman masa kecilnya itu.
__ADS_1
...****************...
jangan lupa like dan komentarnya ya reader