
"Good girls...",ujar Morgan tersenyum puas.
"Aku mau ke dalam dulu Tu- eh Mas",ujar Lola salah tingkah karena Morgan menatapnya begitu dalam.
"Tunggu...!.Bisa ngobrol sebentar?",tanya Morgan.
"Tapi--
"Lima menit,bagaimana?", ucap Morgan.
Lola tampak berpikir kalau kemudian mengangguk pelan membuat Morgan tersenyum penuh kemenangan.
"Kita bicara di dalam mobil saya",ujar Morgan.
"Disini saja bisa?",tanya Lola yang tak nyaman.
"Aku tak mau mereka mendengarkan pembicaraan kita",ucap Morgan menunjuk beberapa orang pengawal.
"Ba-baiklah...",jawab Lola pada akhirnya.
Morgan membukakan pintu untuk Lola masuk ke dalam mobilnya.Pria itu tersenyum tipis karena begitu bahagia dia akan meyakinkan Lola kembali tentang perasaannya.
"La...",sapa Morgan saat telah memasuki mobil.
Lola yang sedang menunduk menatap Morgan yang juga menatapnya begitu dalam.Sehingga membuat gadis itu tersipu malu dan salah tingkahm
"Bagaimana jawabannya...?",tanya Morgan lebih harap.
"Tu--eh M-mas...anda yakin?.Saya takut dipermainkan",jawab Lola.
Morgan meraih jemari Lola lalu mengenggamnya erat.Gadis itu menatap tangannya yang kini berada dalam genggaman Morgan.
"La...saya tidak pernah main main dengan hak yang namanya perasaan",ucap Morgan.
"Tapi...kita berbeda Mas",jawab Lola.
"Aku juga pria biasa yang kebetulan bertemu dengan keluarga ini Lola.Keluarga inilah yang banyak membantu keluargaku.Aku sungguh sungguh mencintaimu.Aku bahkan keluargaku tak pernah memandang seseorang dari hartanya.Hanya kamu yang bisa membuat jantung ini berdebar",ucap Morgan membawa tangan Lola kedada sebelah kirinya.
"Mas...
"Bagaimana?",potong Morgan.
Lola tampak sedikit berpikir dan kemudian mengangguk pekan seraya tersenyum."Ya...",jawab Lola.
Morgan tersenyum lebar dengan hati yang begitu bahagia.Secara spontan ia menarik Lola kedalaman pelukannya.Sungguh inilah hari yang ia tunggu tunggu semenjak 7 bulan ini mendekati gadis jutek ini.
"Terima kasih telah menerimaku",lirih Morgan.
"I-iya...",jawab Lola melerai pelukannya sungguh berdekatan dengan Morgan membuat jantungnya tidak sehat.
__ADS_1
Morgan mengeluarkan sebuah kotak beludru dan membukanya lalu memasangkan sebuah cincin berlian ke jari manis gadis itu."Karena kamu telah menerimaku ini bukti pengikat kamu milikku sekarang",ujar Morgan lalu mengecup punggung tangan gadis itu dengan lembut.
"M-mas...ini terlalu berlebih-lebihan",jawab Lola.
"Tidak...bukankah malam itu aku sudah akan memberikannya padamu?",ucap Morgan.
Lola mengangguk sebagai jawaban.Sebagai seorang gadis ia bahagia dengan cara Morgan memperlakukannya.Seharusnya ia memberitakan jawaban dimalam makan malam romantis yang telah dipersiapkan oleh Morgan tapi karena ia merasa belum yakin jadilah hari ini di dalam mobil pria itu.
"Mas...aku turun dulu ini sudah lebih dari lima menit",ujar Lola tersenyum malu malu.
"I-iya silahkan...",jawab Morgan yang tersihir akan indahnya senyumannya gadisnya.
Lola turun dari mobil pria itu seraya dengan senyuman tipis.Bohong jika ia tak bahagia karena siapa yang bisa menolak pesonanya dokter muda itu.
Sementara itu didalam mobil senyuman pria itu tak mau luntur.Ia terus memantau kepergian Lola hingga gadis itu hilang dari pandangannya.
"Yes...i love you more Lola...",gumam Morgan kemabli tersenyum.Dia diseperti orang gila yang senyum senyum sendiri.Dia memang gila saat ini tergila gila akan gadis yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi kekasihnya.
Tok tok tok
Morgan tersentak kaget saat kaca mobilnya diketuk dari luar.Pria itu menurunkan kaca mobilnya.
"Ini bukan kantor kenapa kamu malah disini pagi pagi sekali Morgan?",ujar Sean menatap sahabatnya itu penuh curiga.
"Oh..aku--
"Mau mendekati bodyguard istriku lagi?",tanya Sean
"Oh ya ngomong ngomong apa dia sudah menerimamu?",tanya Sean saat telah masuk kedalam mobil Morgan dan duduk dengan cool nya.
"Hmmm...",jawab Morgan berdehem pelan.
"Sure...?",tanya Morgan.
"Iya baru saja",jawab Morgan.
"Ini kenapa kamu pagi pagi sudah berada disini?",tanya Sean.
"Iya...",jawab Morgan.
"Good... ternyata gerak cepat juga kamu",kekeh Sean menepuk pelan pundak sahabatnya itu.
"Ayo kita berangkat...", timpal Sean
"Baiklah...",jawab Morgan.
"Tidak pamit dulu sama calon istri?",tanya Sean menggoda sahabatnya itu.
"Ck...gak...",ketus Morgan menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sementara itu didalam mansion Anaya sedang bersiap siap untuk ke salon menemani sang adik ipar yang akan pergi perawatan.
"Kak Naya...udah siap belum?",teriak Seena didepan kamar Kakaknya itu.
Ceklek
"Udah...yuk berangkat!",jawab Anaya.
Keduanya berjalan menuju bagasi mobil dimana Lola telah menunggu mereka.
Lola yang melihat kedatangan keduanya segera memerintahkan sopir untuk membukakan pintu mobil.
Setelah keduanya masuk Lola pun ikut masuk duduk disebelah sopir.Gadis itu hanya bertugas menjaga keduanya.
Mobil mereka meninggalkan mansion yang didahului oleh mobil bodyguard lainnya.Sean memang menjaga wanitanya dengan begitu ketat kemanapun wanitanya pergi.
"Kak Lola cincinmu bagus sekali?baru ya?",tanya Seena saat melihat cincin berlian yang melingkar dijari Lola.
"Ah tidak Nona ini hanya cincin biasa",elak Lola menyembunyikan kegugupannya.
"Aku tau itu cincin berlian dengan model terbaru.Aku bahkan baru akan meminta Papa untuk membelikannya",ujar Seena membuat Lola membola dengan ucapan Seena.
Anaya hanya menggeleng pelan melihat kelakuan sang adik ipar yang betul betul kepo.Anaya tau dari mana cincin itu berasal karena tadi pagi ia tak sengaja melihat Lola keluar dari mobil Morgan dengan wajah berseri-seri.
"Seena...jangan menganggu Lola",ujar Anaya.
"Hehehe...maaf Kak",jawab Lola cengengesan.
Anaya tersenyum tipis melihat sang adik iparnya."Bagaimana pendekatannya dengan sekretaris Robi?",bisik Anaya.
"Belum ada perkembangan Kak... orangnya cuek",jawab Seena.
"Biasanya orang cuek diam diam juga perhatian loh",goda Anaya.
"Tapi...dia punya kekasih Kak",jawab Seena lesuh.
"Hah...?. Benarkah?",tanya Anaya.
"Ya..."
"Kasihan...",ledek Anaya.
"Ih...Kaka Naya sama Kak Sean sama aja bikin aku kesal", gerutu Seena.
"Makanya kita jodoh Seena",jawab Anya terkekeh geli.
"Kak..."
"Hmmm"
__ADS_1
"Aku gak salahkan jika mau rebut Kak Robi dari kekasihnya?",tanya Seena.
...****************...