
"Mas..."
"Iya sayang...ada apa, hum?",tanya Sean saat mereka berada dikamar setelah selesai makan siang.
"Pinggang aku sakit", rengek Anaya.
Sean meletakan laptopnya lalu menyibak gaun Anaya untuk memberikan pijatan lembut pada pinggang sang istri.
"Masih sakit?",tanya Sean.
"Sedikit berkurang Mas",jawab Anaya menikmati pijatan sang suami pada pinggangnya.
Sean tersenyum melihat bagaimana manjanya sang istri yang tak akan membiarkannya mengacuhkannya.
"Manja sekali, hum?",gemas Sean.
"Kamu cuekin aku Mas",jawab Anaya.
"Kan aku lagi cek email sayang",ujar Sean menyudahi pijatannya lalu membawa sang aktris kedalam pelukannya.
"Aku manja banget ya Mas,maaf mungkin ini bawaan bayi",ucap Anaya.
"Tak apa sayang malah aku suka",jawab Sean mengelus perut sang istri yang mulai membuncit.
"Assalamualaikum anak Papa,jangan buat Mama kerepotan ya sayang",ucap Sean didepan perut Anaya.
"Mas...kamu pengen anak laki laki atau perempuan?",tanya Anaya mengusap rambut sang suami.
"Laki laki atau perempuan aku tak masalah sayang yang penting ia lahir dengan sehat dan selamat",jawab Sean tersenyum hangat pada sang istri.
"Apakah keluarga kamu menginginkan anak laki laki yang lahir pertama Mas?",tanya Anaya karena ia takut mengecewakan keluarga sang suami tak bisa memberikan anak laki laki.
"Sayang lihat aku...!",ucap Sean.
Anaya menatap sang suami yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
"Dengar...tak ada dikeluarga aku membedakan anak laki laki dengan perempuan.Karena jenis kelamin anak itu adalah hak Allah yang kasih kita amanah terindah ini",jawab Sean.
"Aku hanya tak ingin--
"Tidak ada yang akan kecewa jika anak kita perempuan sayang,kita bisa program anak laki laki setelah Jika kamu ingin akan laki laki",sela Sean.
"Makasih Mas aku sungguh bahagia", jawab Anaya.
"Itulah tujuanku selama ini sayang membuatmu bahagia bersamaku tanpa ada lagi air mata",ujar Sean mengecup lembut kedua tangan sang istri.
Tring...
Sean meraih ponselnya tampak nama Morgan yang menghubunginya.
Sean memeluk sang istri dari samping sambil menempelkan ponsel ke telinganya.
Sean;Ya Morgan...
Morgan:Sean Arumi telah ditemukan.
Sean menatap sekilas sang istri lalu menjauh kan ponselnya."Aku terima telfon dari Morgan dulu sayang ada sesuatu yang harus aku urus",ucap Sean memberi pengertian pada sang isteri.
"Ya Mas...",jawab Anaya yang tau jika suaminya begitu sibuk.
Sean beranjak menuju balkon kamar untuk membahas Arumi.Bukan Sean tak mau Anaya tau apa yang ia bahas tapi ia tak mau Anaya tau hukuman apa yang akan ia berikan pada wanita itu.Istrinya berhati lembut dan paling tidak suka dengan balas dendam.
Sean:Kamu sekap dia dulu.Aku tidak bisa meninggalkan Anaya sendirian di mansion
Morgan:Hmmm baiklah.
__ADS_1
Sean:Maaf...
Morgan:Untuk?
Sean: Pertunanganmu batal gara gara kejadian ini.
Morgan:Aku udah bahas ini sama kedua orangtuaku.Mereka lebih murkanya dari dugaanku saat tau Arumi nyakitin istri kamu.
Sean:Apa kamu benar benar belum mencintainya?
Morgan:Belum...
Sean:Baguslah
Morgan:Hmmm.Boleh gue dekatin bodyguard istri kamu?
Sean:Tunggu dulu...kamu suka Lola?
Morgan:Ya...boleh gak?
Sean: Silahkan saja!
Morgan: Thanks bro...
Sean:Hmmm pastikan Arumi jangan sampai lolos.Buat karirnya hancur!
Morgan: Ya...
Klik
Sean menghela nafas panjang ia tak menyangka Arumi tega berbuat keji dengan berencana membunuh nyawa tak berdosa.
"Kamu yang minta aku berbuat lebih kejam Rumi,aku sudah mengingatkanmu untuk tak mengusik istriku",batin Sean.
Sean kembali menghampiri sang istri namun ia kaget tak menemukan Anaya di kamar itu.Sean segera berjalan keluar kamar mencari keberadaan sang istri.
"Sayang....",Sean terus berjalan menuju dapur namun nihil ia tak kunjung menemukan Anaya.
"Naya...",teriak Sean mulai panik.
"Maaf Tuan muda saya melihat Nona muda baik ke lantai atas",ucap salah satu pelayan yang melihat kepergian Anaya.
Sean segera berlari menuju lantai atas dimana kamarnya duku berada.Pria itu setengah berlari menuju kamarnya.
Ceklek
Sean menghela nafas lega saat melihat sang istri tertidur diatas tempat tidur.
Sean tersenyum tipis melihat sang istri yang selalu membuatnya panik."Senang banget buat aku panik sayang",gumam Sean mengelus pipi mulus Anaya.
Anaya yang baru beberapa menit memejamkan mata kembali terjaga karena merasa tidurnya diganggu.
"Mas..."
"Kenapa tiba tiba kesini sayang?bikin aku panik tau gak?",ucao Sean.
"Aku cuma mau tidur dikamar kamu Mas.Nyaman",jawab Anaya.
"Kita pindah kesini lagi jika kamar ini buat aku nyaman",ucap Sean.
Anaya mengggeleng pelan."Gak Mas...aku cuma kangen kamar ini",jawab Anaya.
"Mau tidur dikamar ini untuk malam ini?",tawar Sean.
"Emang boleh Mas?",tanya Anaya.
__ADS_1
"Tentu saja...",jawab Sean.
"Makasih Mas...",pekik Anaya memeluk sang suami dengan erat.
Sean membalas pelukan sang istri dengan mengusap punggung sang istri dengan sayang.
***
Pagi ini Sean telah siap dengan setelan kerjanya.Ia menghampiri sang istri yang masih tertidur pulas karena kelelahan akibat ulahnya tadi malam.
"Aku barangkat dulu sayang",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri.
Sean meninggalkan sang istri dan berangkat menuju suatu tempat.
"Sean..."
Pria itu menghentikan langkahnya saat sang Mama memanggilnya.
"Ya Ma..."
"Mana menantu Mama",tanya Nyonya Anita.
"Masih tidur Ma dikamar Sean",jawab Sean.
"Hmmmm ingat Sean istri kamu lagi hamil",kesal Nyonya Anita yang ia tau anaknya itu selalu mengerjai sang istri.
"Sean tau Ma",jawab Sean berlalu dari hadapan sang Mama setelah mencium punggung tangannya.
Nyonya Anita menggeleng pelan melihat kelakuan sang anak yang begitu kaku dan datar.
Sean mengendarai mobil mewahnya menuju tempat yang akan dia tuju.Pria itu tampak semakin dingin datar.
"Dimana dia?",tanya Sean pada Morgan yang sudah menunggunya didepan pintu masuk.
"Ada didalam",jawab Morgan.
Aura mencekam dan dingin langsung terasa saat pria itu memasuki ruangan dimana seorang wanita sedang disekap.
Arumi yang melihat kedatangan Sean terkejut bukan main.Sean menatapnya dengan begitu tajam dan menakutkan.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mengusik istiriku",ucap Sean.
"Morgan tolong a--
"Heh...aku sudah bersabar menghadapi sikapmu selama ini yang ku harap bisa berubah tapi nyatanya kamu masih mengharapkan Sean sahabatku sendiri", ucap Morgan tersenyum miring.
"Sean...
"Berani mengusik istriku akan kupastikan orang itu akan merasakan hal yang sama",ucap Sean dengan wajah yang begitu datar tanpa ekspresi.
"Sean maafkan aku",lirih Arumi.
"Ck... dimana keberanian mu ha?",teriak Sean yang sudah begitu emosi.
"Sean...aku minta maaf--
"Tapi sayangnya maafmu telah terlambat",balas Sean.
"Morgan bantu--
"Tidak akan...Sean bagaikan saudara bagiku.Aku tak akan mengkhianati orang yang telah menganggapku keluarga demi wanita sepertimu.Dan asal kau tau pertunangan kita telah dibatalkan",ujar Morgan.
"Aku mohon jangan batalkan pertunangan kita",lirih Arumi.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa subscribe nya dan likenya serta komentarnya ya reader