Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Penculikan


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Sean Samapi didepan mansion kedua orangtuanya diikuti mobil yang ditumpangi sang adik.Pria itu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri.


"Makasih Mas",ucap Anaya.


"Iya sayang.Masuk ya! aku kembali ke kantor.Jangan kemana mana dulu sebelum suasana kondusif",jawab Sean mengecup kening sang istri.


"Ya Mas...",balas Anaya tersenyum lalu meraih punggung Sean dan menyalaminya dengan takzim.


Anaya memasuki mansion diikuti Seena yang dari tadi berdiri didekat mobilnya melihat keromantisan sang Kakak.Ia senang melihat hubungan keduanya semakin ada kemajuan.


"Seena jangan keluar dulu untuk hari ini,dirumah aja", teriak Sean sebelum memasuki mobilnya kembali.


"Ya Kak...",balas Seena.


Sean melajukan mobil menuju markas untuk merampungkan rencananya.Ia tak mau lagi menunda membuat ia tak tenang mengingat sang istri yang menjadi incaran.


Sean memasuki bangunan yang ia jadikan markas.Tampak orang orang yang sudah ia pilih menyambut kedatangannya.Disana Morgan sudah setia menunggunya.


"Bagaimana?",tanya Morgan.


"Aman...Anaya sudah dimansion",jawab Sean.


"Syukurlah...kita harus bergerak cepat",seru Morgan di iyakan oleh yang lainnya.


"Baiklah aku serahkan padamu",jawab Sean.


"Tapi jika dipikir-pikir bagaimana kalau kita ikut sertakan Anaya dalam rencana ini.Agak berisiko tapi bukankah target mereka adalah Anaya bukan kamu Sean",usul Morgan.


"Jangan bercanda Morgan.Aku tak mau istriku celaka",jawab Sean dengan sorot mata tajam yang kurang suka dengan usulan sahabat sekaligus asistennya itu.


"Ayolah Sean target mereka adalah istrimu.Kita akan melindungi Anaya.Disini kamu dan berdiri tak jauh dari Anaya seolah olah menerima telfon dan mengabaikan Anaya.Dan disaat mereka keluar kita sergap",ujar Morgan.


"Ck...harus ya?",jawab Sean yang tampak galau.


"Demi keselamatan istrimu Sean",jawab Morgan.


Sean menyugar rambutnya ke belakang merasa dilema dengan semuanya.Dia ingin menangkap pelaku sebelum sang istri celaka.Tapi melibatkan sang istri langsung ia merasa ketakutan rencananya tak berjalan mulus dan berakibat celakanya sang istri.


"Bagaimana Sean waktu kita tinggal sedikit jangan sampai musuh bergerak lebih dulu",ucap Morgan.


"Hufff... baiklah",putus Sean kada akhirnya.


"Tunggu apa lagi kamu jemput Anaya sekarang",ujar Morgan.


Dengan langkah lesuh Sean memasuki mobilnya kembali ke mansion menjemput sang istri.Entah kenapa perasaannya tiba tiba tidak enak.


Setibanya dimansion Sean langsung menemui sang istri.Tapi ia sungguh terkejut saat sang adik mengatakan kalau Kakak iparnya itu lagi ke mini market.

__ADS_1


"Kenapa gak kamu temani Seena",ujar Sean yang mulai murka.


"Udah Kak.Tapi Kak Naya gak mau katanya cuma sebentar",jawab Seena memberengut kesal karena Sean membentaknya.


"Sejak kapan perginya?",tanya Sean.


"Udah agak lama sih sepeninggal Kakak tadi",jawab Seena yang sedikit takut melihat ekspresi Kakaknya.


"Apa? harus udah balik kan?",ujar Sean yang mulai gelisah sang istri tak kunjung kembali.


"Telfon aja Sean",usul Nyonya Anita yang juga cemas dengan keadaan menantunya yang belum kunjung pulang.Apalagi ini pertama kalinya wanita itu keluar sendirian.


Sean segera menelepon sang istri namamu sayang panggilannya yang kunjung diangkat oleh sang istri.Berkali kali pria itu menghubunginya namun nihil tak kunjung diangkat.Pria itu makin panik perasaannya tak enak.


"Bagaimana Sean?", tanya Nyonya Anita menghampiri sang putra yang terlihat panik.


Pria itu menggeleng pelan sebagi jawabannya.


"Cek GPS nya Sean",ujar Kakek Alatas.


Baru saja ia akan mengecek GPS sang istri ponselnya berdering.Pria itu segera mengangkat panggilan dari nomor yang tak dikenal.


Sean: Hallo...


P:Hallo Sean....apa kabar,hum?pasti kami lagi mencari keberadaan istrimu bukan?.


Sean:Jangan macam macam kamu.


P: Hahahaha...istrimu sungguh cantik Sean bagaimana rasanya ya


Sean:Seujung kuku kau menyentuh istiriku akan aku lupakan kau adalah teman masa kecilku.


P:Ohoho...teman?aku rasa pertemanan kita sudah berakhir beberapa tahun yang lalu.


Sean:Jangan kurang ajar kamu.


*Mas...tolong...!*


Sean semakin mengeraskan rahangnya saat mendengar suara yang ia kenali yang tak lain istrinya.


P:Kau belum percaya?


Sean:Apa mau mu?


P:Gampang...tinggalkan wanita ini dan menikah denganku


Sean semakin emosi saat suara wanita dimasa lalu yang paling ia benci mengusiknya.

__ADS_1


Sean:Dalam mimpimu.


P: Baiklah jika begitu wanita ini akan melayani anak buahku sampai mereka puas.Istrimu ku akui sangat cantik.


Sean:Kau salah memilih lawan Nona.


Klik


Sean mendapatkan pesan dari bodyguard yang mengawasi Anaya kalau mereka sudah dialokasikan tempat Anaya disekap.Namun tak bisa berlangsung bergerak karena penjagaan cukup ketat.Mereka kalah jumlah.


"Bagaimana Sean",tanya sang ibu yang tampak begitu kuawatir.


"Anaya diculik Ma",jawab Sean.


"Apa?. Ya Tuhan....", ucap Nyonya Anita memeluk sang putri.Ia begitu syok karena hal yang ia takutkan terjatuh juga.


Kakek Alatas terenyuh mendengar kalau cucu menantunya tidak baik baik saja.


Sean segera menelepon Morgan ingin segera ke lokasi untuk menyelamatkan Anaya.Pria itu segera menuju mobilnya setelah berpamitan dengan sang ibu dan Kakeknya.Mereka ikut mendoakan agar Sean bisa membawa menantu mereka kembali dengan selamat.


Tak lama Sean tiba di lokasi bersamaan dengan Morgan yang juga turun dari mobilnya.Mereka langsung melumpuhkan satu persatu anak buah Amar dibantu orang orangnya.


Kini gedung tempat penyekapan Anaya sudah dikepung oleh orang orang Sean dan juga pihak kepolisian.Morgan memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian untuk menjaga segala kemungkinan.Karena ini sudah ranah kriminal.


Sean langsung memasuki gedung itu dengan hati hati diikuti oleh para bodyguard di belakangnya.Sebelumnya cctv yang ada diluar gedung itu sudah di retas oleh Morgan.


Semakin memasuki gedung itu samar samar pria itu mendengar percakapan diringi dengan tawa dari wanita uang yang ia kenal.


Sean melumpuhkan satu persatu penjaga dengan obat bius dosis tinggi agar gak menimbulkan suara.


Dari kejauhan Sean melihat wanitanya diikat dan direcoki minuman entah minuman apa Sean tak tau.Darahnya mendidih saat ia melihat seorang pria menyentuh istrinya itu.


Saat Sean akan berjalan kearah sana polisi sudah menyergap duluan dan memborgol para tersangka.Pria itu ingin menghajar orang orang yang sudah berani mengusik hidupnya.


Amar dan seorang wanita yang ia kenali terkejut dengan kedatangan polisi.Mereka tak menyangka jika Sean dengan mudahnya menemukan mereka.


"Sean..."


"Sampai kapanpun aku takkan pernah menjadi milikmu Sekar.Harusnya kau tau itu dari awal",desis Sean menatap nyalang wanita yang dulu menjadi teman masa kecilnya.


"Apa kurang ku Sean.Bahkan aku tak kalah cantiknya dengannya",tunjuk Sekar dengan dagunya kearah Anaya yang bergarak gelisah.Sekar telah diborgol oleh pihak kepolisian.


"Kurangmu banyak salah satu ini berani berbuat kriminal demi cinta semu",ucap Sean segera menghampiri sang istri yang membuka ikatan pada tubuhnya.


"Mas panas",lirih Anaya yang tanpa sadar bwdust membuka pakaiannya.


...****************...

__ADS_1


Hai reader jangan lupa tinggalkan komentar serta like dan vote nya ya


__ADS_2