Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Memaafkan


__ADS_3

"Maafkan saya Bu",ucap manager itu penuh sesal.


"Maaf...?",beo pemilik toko.


"Bu sungguh saya bersalah dalam hal ini.Gara gara saya toko ini tarancam tutup",ucap manager itu dengan kepala tertunduk.


"Apa...?",pekik pemilik toko yang engkau shock.


"Apa yang telah terjadi,hah?",berang pemilik toko.


Manager itu menceritakan apa yang terjadi keseluruhannya.


"Kau tau kenapa Tuan muda Alatas berbuat seperti ini? toko ini sebagian modal dan Nyonya Alatas.Bisa dikatakan 60% saham keluarga Alatas ada pada toko ini.Tak seharusnya kau menghina menantu dari kaluarga itu",teriak pemilik toko.


"Maaf kan saya Bu",lirih manager toko.


"Sekarang kau temui Tuan muda Alatas dan istrinya.Minta maaf lah agar toko ini tak ditutup",ucap pemilik toko datar.


"Baik Bu",jawab sang manager.


Setibanya dimansion Sean membantu Anaya untuk turun dari mobil.Hatinya masih terasa panas saat sang istri dihina.


Mereka memasuki mansion saling bergandengan tangan seraya Sean menuntun sang istri dengan perlahan.Anaya tak bisa lagi berjalan dengan cepat karena kandungannya yang sudah besar.


"Lah katanya belanja?Mana belanjaannya",tanya Nyonya Anita yang menunggu kepulangan anak menantunya.


"Gak jadi Ma...tiba tiba mood aku buruk.Lain kali aja Ma",ucap Anaya tak sepenuhnya berbohong.


Nyonya Anita mengerutkan keningnya saat melihat raut wajah sang putra yang tampak kesal dan keruh.


Sean membantu Anaya duduk disofa hari bumil itu nyaman untuk duduk."Mau minum?",tanya Sean lembut.


"Nanti aja Mas...",tolak Anaya tersenyum manis.


"Baiklah sayang...",balas Sean.


"Sean Papa nunggu kamu diruang kerjanya",ujar Nyonya Anita pada Sean.


"Ya Ma...",jawab Sean.


"Sayang...aku temui Papa dulu ya", ucap Sean mengelus perut Anaya sekilas.


"Iya Mas...",jawab Anaya.


"Naya apa yang terjadi?",tanya Nyonya Anita pada Anaya menantu karena tak mungkin anaknya pulang dari luar dengan wajah yang begitu keruh.


"Tadi ada sedikit salah paham di tokonya Ma.Bikin Mas Sean ngamuk",jawab Anaya.

__ADS_1


"Maksudnya?",tanya Nyonya Anita.


Anaya menceritakan semua yang terjadi ditoko tanpa ada yang kurang.Wanita paruh baya itu tampak menghela nafas panjang.Wajar sih menurutnya jika Sean memberi pelajaran pada orang itu tapi tidak dengan menutup toko itu juga.Yang bersalah adalah manager toko bukan pemiliknya.


"Ma...menurutku ini berlebihan gak seharusnya juga toko itu ditutup",ujar Anaya.


"Iya sayang... menurut Mama juga begitu.Coba nanti kamu bujuk Sean ya",jawab Nyonya Anita.


"Mas Sean tetap pada keputusannya Ma.Naya minta tolong Malam buat bujuk Mas Sean kasihan karyawan yang bekerja disana hanya karena kesalahan satu orang semuanya itu menanggung",lirih Anaya memohon kepada mertuanya itu.


"Akan Mama coba ya...tapi tunggu emosinya mereda dulu",jawab Nyonya Anita tersenyum tipis ternyata menantunya begitu baik.


Diruang kerja Papa Ferdian Sean tamlak fokus membaca map yang diberikan oleh sang Papa Ferdian.


"Menurut Papa Indi benar benar sudah berubah,tapi Denny dan Gunatama masih mencari keberadaan Indi saat ini.Kamu tau sesuatu?",tanya Papa Ferdian.


"Wanita itu telah kembali pada keluarganya di luar negeri",jawab Sean.


"Baguslah...Papa sudah menghungi Kakek Anaya ayah dari Indi untuk bekerjasama menghancurkan Gunatama.Sekarang saham orangtua Indi saja yang masih membuat perusahaan itu stabil jika mereka menarik sahani disana bisa dikatakan mereka bangkrut.Oleh karena itu mereka masih mencari keberadaan Indi mereka takut keluarga Indi tau akan kebenaranya",ucap Papa Ferdian.


"Oh ya Anaya sudah tau tentang Indi?",tanya Papa Ferdian.


"Belum Pa...aku sendiri yang akan mengatakannya setelah anak kami lahir,aku tak mau Anaya stres memikirkan semuanya apalagi semua musibah yang menimpanya berkaitan dengan keluarga kandungnya itu",jawab Sean.


"Papa tidak mau Anaya mendengar hal ini dari orang lain Sean",ujar Papa Ferdian.


"Ya Sean tau Pa...",jawab Sean.


"Apa?,jadi....?"


"Indi sendiri yang mengakuinya Pa",jawab Sean.


"Baiklah...."


"Aku ingin pria tua itu memohon permintaan maaf pada istriku setelah apa yang telah ia lakukan",ujar Sean dengan rahang yang telah mengeras.


"Sean...Papa senang jika kamu begitu mencintai istrimu sedalam ini bahkan kamu melakukan apapun demi kebahagiaannya",ucap Papa Ferdian menepuk pelan pundak sang anak.


"Hmmm"


Tok tok tok


"Masuk...!"


"Maaf Tuan ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan muda",ujar pelayan yang mengetuk pintu tadi.


"Ya... Bi terima kasih",jawab Papa Ferdian karena putra hanya diam saja.

__ADS_1


"Temuilah dulu Sean!",ujar Papa Ferdian.


"Ya Pa...",jawab Sean seraya bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruang kerja ayahnya itu.


Sean menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita yang senang tertunduk duduk dihadapan Mamanya beserta istrinya.Rahangnya mengeras melihat wanita itu.


"Mas..."


Sean melangkah menuju sang istri dan duduk disebelahnya sembari menatap tajam wanita yang kini menundukkan kepalanya itu.


"Ehmm...",Sean berdehem pelan membuat wanita itu mengangkat kepalanya.


"Tuan muda maaf kan atas kelancangan saya",ujar wanita itu menyatukan kedua tangannya di dada.


"Heh...dimana kesombongan mu tadi, hum?",jawab Sean dengan wajah dinginnya membuat wanita itu bergidik ngeri melihat ekspresi Sean.


"Tuan...saya rela menerima hukuman apapun tapi tolong jangan tutup toko itu",mohon wanita itu dengan raut wajah penuh sesal.


"Apapun?",tanya Sean menaikkan sebelah alisnya tersenyum smirk.


"Ya Tuan muda",jawab wanita itu.


"Minta maaflah pada istiriku bukan padaku setelah itu aku akan memutuskan hukuman apa yang nantinya kamu terima",ujar Sean.


"Mas...",Anaya menatapnya suami itu dengan gelengan.


"Nona saya minta maaf atas kelancangan saya pada Nona",ujar wanita itu menghampiri Anaya.


"Ya...lain kali jangan pernah melihat orang dari luarnya saja",jawab Anaya tersenyum tulus.


"Terima kasih Nona",jawab wanita itu.


"Karena istriku telah--


"Mas... jangan!.Aku lihat dia cukup menyesali perbuatannya",ucap Anaya mengusap lengan suaminya itu dengan lembut.


Sean menatap sang istri yang tersenyum padanya seraya mengangguk.Inilah kelemahannya tak bisa menolak permintaan sang istri jika sudah begini.Hati istrinya itu terlalu lembut oleh karena Sean tak pernah memberitahukan apa saja hukuman yang telah ia berikan pada orang yang telah mengusik wanitanya ini.


"Kamu beruntung kali ini",ujar Sean membuat wanita itu tersenyum lebar.


"Terima kasih Nona muda dan Tuan muda saya berjanji akan mengubah tingkah laku saya",jawab wanita itu tersenyum bahagia.


Setelah selesai wanita itu pamit pulang dengan wajah berseri-seri.


"Kenapa kamu tak mengizinkan aku menghukumnya,hum?",tanya Sean dengan tatapan begitu lembut pada sang istri saat mereka telah berada di kamar.


"Untuk apa Mas?.Biarkan saja kita tak bisa memaksa semua orang menyukai dan menghormati kita",jawab Anaya.

__ADS_1


Hati kamu benar benar lembut sayang itu dan senyuman ini adalah kelemahanku yang tak bisa menolak keinginanmu",ujar Sean mengecup sekilas bibir ranum sang istri.


...****************...


__ADS_2