Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Mulai posesif


__ADS_3

Sean menatap sang istri dengan tatapan tak berkedip saat melihat sang istri yang baru saja keluar dari ruang ganti.Pria itu terpesona dengan kecantikan sang istri makin bertambah setelah menjadi istrinya seutuhnya.


Greb


"Sayang...gak usah dandan begini saja sudah sangat cantik",bisik Sean yang tiba tiba memeluk Anaya dari belakang saat wanita itu sedang menyisir rambutnya.


Anaya meletakkan sisirnya di meja rias seketika wajahnya merona saat dipuji demikian oleh Sean."Aku hanya memakai bedak tipis tipis dan lips gloss Mas",jawab Anaya jujur karena dia memang tak bisa berdandan seperti wanita kebanyakan.


"Aku mencintaimu...",bisik Sean lalu mengecup pipi Anaya yang sudah memerah menahan malu dengan gemas.


"Aku juga Mas",jawab Anaya lirih.


"Sudah siap kan?"


"Sebentar...aku pakai bedak dulu",jawab Anaya melepaskan pelukan Sean.


""Kan aku sudah bilang begini saja udah cantik sayang...",ucap Sean yang tak rela sang istri lebih cantik lagi.Ia tak ingin kecantikan sang istri dilihat orang lain.


"Sudah selesai...",ujar Anaya menatap penampilannya di cermin dengan senyuman merekah.


"Naya...ini overdosis banget cantiknya",ucap Sean kembali memeluk sang istri dari belakang.


"Aku gak mau buat kamu malu dengan penampilan aku yang kucel Mas",jawab Anaya.


"Tapi aku gak mau kamu dilirik pria lain Naya",ujar Sean menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri.


"Yang penting hati aku untuk kamu Mas",jawab Anaya membuat pria arogan itu tersenyum.


"Baiklah kita berangkat sekarang..."ujar Sean melepaskan pelukannya dan merangkul pinggang sang istri dengan posesifnya.


Keduanya berangkat menuju kantor Sean karena Anaya belum masuk kuliah semenjak klarifikasi hubungan mereka.Tapi Anaya tetap kuliah melalui daring agar tidak tertinggal materi kuliah.


"Mas...katanya kamu gak akan ngantor beberapa hari ini",tanya Anaya saat Sean sudah melajukan mobilnya.


"Maaf ya sayang karena gak bisa menepati janjiku,tapi kali ini perusahaaan dalam masalah salah satu direktur perusahaan cabang terlibat pencucian uang.Jadi aku harus selesaikan itu dulu tinggal keputusan dari aku saja lagi semua udah diurus sama Morgan",jawab Sean melemparkan senyumannya pada sang istri.


"Kalau gitu kamu sibuk banget dong Mas,aku gak usah ikut saja kalau begitu",jawab Anaya yang tak mau menggangu sang suami bekerja.


"Tapi aku sudah janji sama kamu bawa kamu ke suatu tempat hari ini",ucap Sean menggenggam tangan sang istri lembut.

__ADS_1


"Lain kali bisa kok Mas,yang penting perusahaaan kamu dulu",jawab Anaya tulus.


"Kamu benar gak apa apa",ucap Sean memastikan sang istri tak kecewa dengannya.


"Gak apa apa Mas,kita masih punya banyak waktu kan?",jawab Anaya.


"Makasih sudah mengerti keadaanku Naya tapi kamu tak mau menurunkanmu dijalan.Kita tetap ke kantor nanti kamu bisa menunggu diruangan ku saja",ucap Sean lalu mengecup punggung tangan wanitanya itu dengan penuh cinta.


"Sudah tugasku Mas",jawab Anaya tersenyum tipis.Ia sungguh bahagia telah menjadi istri sesungguhnya dari seorang Josean Alatas.


"Kamu nanti daring diruangan ku saja ya",ucap Sean yang teringat akan jadwal kuliah sang istri.


"Iya Mas...",jawab Anaya.


Tak lama mobil Sean tiba didepan kantornya disambut langsung oleh satpam yang akan memarkirkan mobilnya nantinya.


Setelah keluar dari mobil seperti biasa Sean menyerahkan kunci mobil kepada satpam agar diparkiran.


Pria itu mengenggam tangan sang istri memasuki lobi kantor.Namun langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sangat ia benci.


"Sean..."


Sean menatap tajam wanita itu,tak ada rasa iba sedikitpun dihati Sean saat melihat kondisi wanita itu yang biasanya glamor kini tampak acak-acakan.


Anaya memperhatikan wanita itu,ada rasa takut dihatinya jika wanita itu kembali berusaha mendekati Sean.Anaya mempererat genggaman tangannya.Menyadari itu Sean langsung merangkul pinggang sang istri untuk memperlihatkan jika Anaya adalah miliknya.


"Sean...aku-


"Itu memang pantas ayahmu dapatkan dari pada ia aku laporkan pada kepolisian",jawab Sean dengan raut dinginnya.


"Tapi Sean aku mau kamu memaafkan Ayahku",ucap wanita itu memohon pada Sean dengan menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


"Pergilah Jessica... harusnya ayahmu berpikir dua kali untuk melakukan semua ini padaku.Yang aku sita adalah yang diambil ayahmu di perusahaanku",ucap Sean.


"Tapi Sean..."


"Pergilah...",Sean berjalan meninggalkan Jesicca dengan tangisan yang berurai.


Wanita itu menatap nanar pria yang dulu memujanya.Dia pikir dengan menyuruh ayahnya untuk korupsi mampu menghancurkan Sean tapi malah dirinya dan keluarganya yang hancur.Demi membalaskan sakit hatinya karena Sean memilih wanita lain yang menjadi pendampingnya dibandingkan dirinya kini dirinya yang hancur.

__ADS_1


Wanita itu pergi meninggalkan perusahaaan milik Sean menuju rumah sakit dimana sang Mama dirawat karena serangan jantung karena mengetahui sang suami yang korupsi mengakibatkan mereka tak memiliki apa apa lagi sekarang.


Sean melangkah dengan arogannya menuju ruangannya dengan menggandeng sang istri.Anaya hanya menggeleng melihat ekspresi sang suami yang begitu arogan dan dingin.


"Dasar beruang kutub,jika dirumah dia sungguh menyebalkan dan sangat mesum sekali", batin Anaya.


Sean memasuki ruangannya dan langsung duduk dikursi kebesarannya.Tak lama Morgan datang menghampirinya.Anaya duduk di sofa mengeluarkan ponselnya dan membalas beberapa chatt dari Seena.


"Kita sudah ditunggu diruang rapat, Sean",ucap Morgan.


"Hmmm..."


"Naya aku ke ruangan rapat dulu.Sebentar lagi daringmu akan dimulai.Gunakab laptop ini",Sean memberikan laptopnya pada Anaya.


"Ya Mas...",jawab Anaya.


Sean melangkah mendahului Morgan yang kebingungan mendengar jawaban Anaya.


"Sejak kapan panggilannya berubah pada Sean",batin Morgan.


Pria itu menepis pikirannya dan mengikuti Sean yang lebih dahulu telah meninggalkan ruangannya.


Sepeninggal Sean Anaya mendapatkan info dari grup kampus jika dosen mereka tidak datang.Gadis itu kebingungan harus melakukan apa.Untuk jalan jalan keluar dia trauma dengan gunjingan pada karyawan.


Akhirnya gadis itu memutuskan untuk merebahkan diri diatas sofa.Sebenarnya tubuhnya sangat lelah.Dan dalam hitungan menit wanita itu masuk dalam dunia mimpinya.


Setelah tiga jam diruang rapat membahas kondisi perusahaan Sean dikejutkan oleh pemandangan Anaya yang tertidur diatas sofa dengan gaunnya yang sedikit terangkat keatas.


"Pergilah keruanganmu lebih dahulu Morgan",ucap Sean saat Morgan mengikutinya dari belakang.Ia tak mau Morgan melihat tubuh sang istri.


"Oke...",jawab Morgan balik badan menuju ruangannya.


Sean melangkah menuju sang istri yang tengah tertidur.Pria itu tersenyum tipis melihat wajah polos sang istri.Sean mengangkat tubuh sang istri untuk memindahkannya ke kamar pribadinya.


Sean menidurkan sang istri perlahan dan menarik selimut ingin menutupi tubuh sang istri."Maafkan aku membuatmu kelelahan seperti ini",gumam Sean mengusap pucuk kepala sang istri dengan lembut.


Pria itu segera meninggalkan kamar pribadinya itu untuk membahas hasil rapat tadi dengan Morgan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2