
Pagi ini Anaya sudah tampak rapi dengan gaun mode sabrina menjadi pilihannya begitu juga dengan Sean semakin ramainya dengan setelan jas kerjannya.Pria itu menatap tajam sang istri melihat gaun yang dikenakan Anaya yang memperlihatkan bahu mulusnya.
"Nay...ganti gaunnya aku tak rela ini menjadi tontonan pria lain",ucap Sean mengecup bahu mulus sang istri.
"Tapi Mas aku-
"Ganti atau tidak usah kuliah",ancam Sean.
"Kalau ganti dulu bisa telat Mas",rengek Anaya.
"Ya sudah gak usah berangkat daring saja",jawab Sean enteng.
"Iya iya...ribet banget sih gak terlalu terbuka juga",sungut Anaya kembali masuk kedalam ruang ganti.
"Pilih yang tertutup Naya",teriak Sean dari dalam kamar tak peduli sang istri yang memberengut.Mana rela dia bagi bagi dengan pria lain.Semua tubuh sang istri hanya dia yang boleh melihatnya.
"Ya..."
Tak lama Anaya keluar dari ruang ganti dengan gaun yang tertutup di bagian dada namun masih terlihat elegan.
Sean tersenyum melihat sang istri yang tampak cemberut.Pria itu mendekati sang istri dan memeluknya pelan."Aku tak ingin ada orang lain melihat keindahan dari tubuh kamu sayang.Cukup kaki jenjang kamu masih bisa aku maklumi", bisik Sean.
"Posesif...",jawab Anaya.
"Itulah aku",balas Sean mengecup sekilas pipi sang istri lalu melepaskan pelukannya.
"Turun yuk!", Sean merangkul pinggang langsing Anaya.Wanita itu hanya pasrah saja menolak pun juga tak bisa.Karena ia tau Sean tak suka dibantah.
Keduanya bergabung dengan yang lain di meja makan.Mereka makan dengan begitu khidmat.
Selesai sarapan mereka berangkat melakukan aktivitas masing masing Anaya dan Seena ke kampus dan Sean ke kantor nya begitu juga dengan Papanya.
Seperti yang dikatakan Sean pria itu tak bisa mengantar sang istri ke kampus karena pekerjaan yang begitu banyak.Anaya dan Seena berangkat ke kampus disupiri oleh orang yang sudah Sean pilih.Dan dibelakang mobilnya juga diiringi oleh mobil bodyguard yang sudah Sean siapkan.Ia tak mau terjadi sesuatu pada kedua wanita yang ia sayangi.
Setibanya di kampus keduanya menjadi pusat perhatian saat turun dari mobil.Ini adalah hari pertama ia kuliah setelah klarifikasi hubungannya dengan Sean.Wanita itu sedikit risih awalnya namun sang adik ipar menenangkannya.
"Sudah Kak...bawa santai aja nanti mereka juga akan terbiasa juga",ucap Seena diangguki oleh Anaya.
Mereka berpisah saat masuk ke kelas masing masing.Anaya memilih duduk di bangku pojok agar tak begitu menjadi pusat perhatian.Karena kelas masih terlihat sepi hanya beberapa orang yang terlihat sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.
Sementara mobil bodyguard yang mengikuti mereka tadi berhenti didepan kampus.Mereka turun dari mobil melakukan penyamaran agar tak dicurigai oleh musuh demi menjaga keamanan istri dan adik Tuan mereka.
Anaya sibuk berbalas pesan dengan Sean tanpa ia sadari kelas sudah mulai ramai.Airin yang melihat Anaya duduk sendirian menghampiri wanita itu.Ia tak menyangka jika Anaya adalah istri dari seorang sultan yang tak lain menantu dari pemilik kampus.
__ADS_1
"Anaya...boleh duduk disini gak?", tanya gadis itu membuat Anaya menoleh kearahnya dan tersenyum mengangguk pelan.
"Makasih...",jawab gadis itu mendudukkan bokongnya disebelah Anaya.
"Iya Rin...",jawab Anaya menyimpan ponselnya kedalam tas miliknya dan mensilenkan nada deringnya.
"Selamat ya atas pernikahan kamu semoga langgeng",ucap gadis berlesung pipi itu tulus.
"Iya ....makasih ya ucapannya",jawab Anaya tersenyum tipis.
Tak lama dosen mereka masuk dan Anaya maupun dengan yang lain fokus pada dosen yang memberikan materi.Kecuali seorang pria yang tampak menatap Anaya dengan perasaan entah.Ingin menghampiri dari tadi takut wanita itu tak nyaman dengan kehadiran mengingat tatapan terakhir Anaya yang penuh luka saat berhadapan dengannya.
Setelah satu setengah jam mengikuti perkuliahan Anaya melangkah keluar kelasnya karena hari ini hanya ada satu mata kuliah.
Anaya tampak mencari sosok sang adik ipar namun tak kunjung ia temui padahal kelasnya sudah usai.
Wanita itu memutuskan untuk menghubungi Seena.Namun berkali kali menelfon tak kunjung diangkat.Anaya mulai resah karena mulai jenuh menunggu.
"Naya..."
"Ya...",jawab Naya tanpa melirik.
"Selamat atas pernikahanmu",ucap orang itu.
"Aku minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu",ucap Riko tulus.
"Aku sudah memaafkanmu Rik",jawab Anaya sedikit gelisah karena Seena tak kunjung datang.
"Kamu tampak menunggu seseorang,lagi nunggu siapa?",tanya Riko yang melihat mantan kekasihnya itu gelisah.
"Seena...",jawab Anaya pelan.
"Oh tadi udah pulang kayaknya",jawab Riko.
"Masa sih?",tanya Anaya.
"Hooh...kayaknya tadi dia buru buru gitu",jawab Riko.
"Kalau begitu aku duluan",ucap Anaya berjalan meninggalkan Riko yang menatap punggung mantan kekasihnya itu semakin menjauh.
Setibanya di luar kampus gadis itu mencari keberadaan mobil milik suaminya yang tadi pagi mengantarnya.Namun nihil yang di cari tak ada, Anaya meraih ponselnya untuk menelfon sang suami.
Anaya: Assalamu'alaikum Mas,kamu bisa jemput gak?
__ADS_1
Sean:Bukankah kamu pulang bareng Seena kan?
Anaya: Kayaknya dia udah pulang deh Mas,aku tungguin gak muncul.Mobil tadi pagi juga gak ada ditempat.
Sean:Kamu dimana sekarang?
Anaya:Didepan gerbang Mas
Sean:Jangan kemana mana sebentar lagi aku sampai
Anaya:Iya Mas.
Diseberang Sean tampak panik dia berusaha menghubungi para bodyguard yang ia tunjuk untuk melindugi sang istri.
Sean:Kalian di mana,hah?
B:Kita disekitar kampus Tuan melakukan penyamaran.Kita melihat Nona Anaya Tuan.Salah satu dari kita sedang mengambil mobil untuk mengantar Nona pulang.
Sean:Gak perlu aku sudah dalam perjalanan ke kampus.
B:Baiklah Tuan kami akan terus mengawasi Nona Anaya dari jauh dan salah satu dari kita ada di dekat Nona Anaya.
Sean mengakhiri panggilannya dan mempercepat laju mobilnya.Dia tak mau sesuatu hal yang buruk menimpa sang istri.
"Kak..."
Anaya menoleh dan terkejut melihat sosok yang ada dihadapannya."Loh...kamu dari mana aja Seena",ucap Anaya.
"Maaf tadi aku ke ruang dosen dulu ngumpulin tugas",jawab Seena.
"OOO...kirain udah pulang duluan karena mobil udah gak ada",jawab Anaya.
"Iya ya...kok gak ada",balas Seena mencari keberadaan mobil milik Kakaknya.
"Tapi Kakak kamu udah dalam perjalanan kok",jawab Anaya.
Tak lama mobil yang dikendarai Sean berhenti tepat didepan mereka.Pria itu segera turun menghampiri keduanya."Ayo masuk",ucap Sean meraih tangan sang istri.
"Seena kamu pulang dengan mobil belakang",tutur Sean menunjuk mobil yang tadi pagi mengantar mereka.
"Ya Kak",jawab Seena memasuki mobil itu dan duduk di bangku penumpang.
Sean melajukan mobilnya meninggalkan kampus menuju mansion kedua orangtuanya.Pria itu tersenyum lega sang istri baik baik saja.
__ADS_1
...****************...