
Anaya dan Sean dalam perjalanan rumah sakit.Sean tampak tak melepaskan genggamannya di tangan Anaya.Pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu selalu menunjukkan kasih sayangnya pada sang istri.
"Mas...nanti kamu langsung ke kantor aja biar aku Lola yang jemput",ujar Anaya.
"Tidak sayang...aku yang akan antar kamu pulang",jawab Sean.
"Tapi kamu harus kerja Mas",ujar Anaya.
"Prioritas ku saat ini kamu sayang jadi pekerjaanku ada Morgan yang handel",jawab Sean.
Anaya tersenyum mendengar jawaban sang suami yang membuatnya semakin mencintainya.
"Sekarang masih mual sayang?",tanya Sean.
"Udah gak terlalu Mas",jawab Anaya tersenyum tipis pada Sean.
Tak lama mereka sampai d irumah sakit dan berjalan menuju poli obygin.Sean sudah membuat janji dengan dokter karena tak memungkinkan untuk antri karena pekerjaannya dikantor begitu menumpuk.
Sesampainya disana ternyata tak ada yang mengantri membuat Anaya mengerutkan keningnya.Tak mungkin tak ada pasien begitulah pikirnya.
Anaya dan Sean langsung masuk keruang dokter dan disambut ramah oleh dokter itu.
Anaya tak melakukan USG hanya memeriksakan diri karena rasa mual yang ia rasakan.Setelah sesi tanya jawab dokter memberikan resep obat untuk mengurangi rasa mual.
Setelah selesai keduanya kembali pulang namun tiba tiba Anaya merengek ingin ikut ke ke kantor.
"Sayang bukannya aku gak mau bawa kamu ke kantor.Pekerjaan aku banyak sayang",ujar Sean hati hati karena kata dokter tadi mood ibu hamil itu turun naik.
"Tapi anak kamu gak bisa jauh dari kamu Mas",jawab Anaya.
"Hufff... baiklah.Tapi nanti aku ada meeting di luar loh",ujar Sean.
"Aku akan nunggu kamu diruangan kerja kamu",jawab Anaya.
"Ya sudah kita ke kantor",ajak Sean membuat wanita hamil itu tersenyum sumringah.
Sesampainya dikantor Sean mengajak Anaya keruangannya.Namun gadis itu menolak karena ingin melihat lihat kamu kantor Sean.
"Sayang jangan terlalu lelah.Aku tunggu diruangan",ujar Sean mengecup pucuk kepala sang istri.
"Iya Mas...", jawab Anaya.
Sean meninggalkan Anaya menuju ruangannya karena pekerjaannya begitu menumpuk sekarang.
Anaya berjalan menuju sebuah tempat dimana bisa melihat pemandangan kota.Sebenarnya ia ikut Sean ke kantor hanya untuk membunuh rasa bosan karena dirumah tak ada siapapun saat ini.Wanita itu ingin sekali ke kampus tapi karena kehamilannya ia harus melakukan kuliah daring.
Sudah merasa cukup Anaya berjalan menuju ruangan Sean.Saat membuka pintu wanita itu terkejut dengan pemandangan yang membuat hatinya sakit.Sean tengah memeluk seorang wanita yang sedang menangis di pelukannya.
"Apakah ini alasan kamu gak mengizinkan aku ke kantor hari ini Mas",gumam Anaya bersimbah air mata.
Prang...
__ADS_1
Anaya menutup pintu itu cukup keras membuat Sean terkejut dan langsung mendorong tubuh wanita yang tengah memeluk dirinya.Sean segera mengejar Anaya karena ia yakin Anaya salah paham dengan dirinya.
Anaya berlari tak tentu arah sungguh hatinya begitu sakit melihat orang yang ia cintai memeluk wanita lain.
Sementara itu Sean kehilangan jejak Anaya memutuskan melacak cctv.Pria itu tampak setengah gila mencari keberadaan sang istri.Namun Anaya hanya terpantau samping luar kantor.Sean segera menghubungi Lola ingin ikut mencari Anaya.
"Ada apa Sean?",tanya Morgan melihat sahabatnya itu begitu panik.
"Anaya...Anaya--
"Iya...kenapa dengan Anaya Sean?",tanya Morgan.
"Dia salah paham Morgan.Dia melihat aku pelukan sama--
"Ck...sejak kapan kamu kayak gini Sean.Yang aku tau kamu itu tak seperti ini",ujar Morgan.
"Kejadian itu tiba tiba Morgan.Sekretaris Gunatama datang dan tiba tiba memeluk aku dan menangis lalu Anaya masuk ke ruanganku",jawab Sean.
"Fix...kamu di jebak Sean",ujar Morgan.
Tring.....
Lola is calling...
"Siapa telfon Sean?",tanya Morgan.
"Lola..."
Sean;Hallo La...
Lola;Maaf Tuan Nona muda saat ini tengah berada di taman.
Sean;Kamu pantau terus saya kesana sekarang!
Lola;Ya Tuan.
"Bagaimana?",tanya Morgan.
"Di taman",jawab Sean.
"Buruan kesana kantor biar aku yang urus",ujar Morgan.
Tak lama mobil Sean terparkir di taman pria itu segera keluar yang sudah ditunggu oleh Lola.
"Dimana La?"
"Disana Tuan,Nona tampak menangis",jawab Lola menunjuk seorang wanita tampak menangis.
"Sakit...Kenapa Mas?.Kamu sakiti aku disaat aku telah memberikan segalanya padamu",isak Anaya.
"Kemana aku akan pergi Ya Tuhan.Jika aku sudah dibuang--
__ADS_1
"Gak ada yang buang kamu sayang",Sean langsung memeluk wanitanya itu dengan begitu erat.
"Lepas Mas...aku benci sama kamu.Kamu pembohong",ucap Anaya memberontak dipelukan Sean.
"Sayang dengar aku.Kamu salah paham Naya",ujar Sean mencoba menjelaskan.
"Gak...karena itu kamu melarang aku ke kantor kan Mas",pekik Anaya memukul dada Sean agar pria itu melepaskannya.
"Naya sayang... semuanya gak seperti yang kamu lihat.Dia datang tiba tiba dan langsung memeluk aku",ujar Sean.
"Bohong..."
"Sumpah sayang...aku cuma milik kamu sayang begitu juga dengan hati aku",ujar Sean mengeratkan pelukannya.
"Kamu pembohong Mas...",lirih Anaya yang mulai melemah terus memukul dada Sean dengan sesegukan.
"Gak sayang...demi Tuhan aku tak pernah bermain api dibelakangmu,niat saja tidak Anaya sayang.Percayalah Mas akan membawa wanita itu kehadapan kamu dan menjelaskan semuanya",ujar Sean meletus pelukannya dan mengakui pipi sang istri lalu menatap manik Anaya yang terlihat begitu terluka.
"Sayang...Mas janji akan membalaskan sakitmu pada orang yang telah merencanakan ini semua",ucap Sean dengan mata berkaca-kaca lalu mengusap sisa air mata di pipi sang istri.
"Mas... lepaskan aku ji--
"Sean langsung membungkam mulut Anaya dengan bibirnya lalu me******* dengan sedikit kasar.
"Jangan katakan kalimat itu lagi sayang.Kamu salah paham.Tatap mata aku Anaya apakah ada kebohongan disana?",ujar Sean mengusap bibir sang istri yang basah olehnya.
Anaya menatap manik mata Sean yang tak ia dapati kebohongan disana malah begitu banyak cinta yang ia lihat.Anaya kembali tergugu memeluk suaminya itu.
"Mas..."
"Ya sayang...jangan pernah lari lagi dariku",lirih Sean.
"Aku...
"Sssttt...kamu percaya sama aku kan?",tanya Sean melerai pelukan Anaya.
Anaya mengangguk samar lalu mengusap sisa air mata di pipinya dengan kasar.
"Kita pulang ya!",ujar Sean diangguki oleh Anaya.
Sean langsung menggendong Anaya dan membawanya ke mobil lalu pulang ke kediaman Alatas.
Morgan tarik semua saham kita di Gunatama.Kakek menjadi urusanku.Ia akan setuju jika menyangkut cucu menantu kesayangannya.
Send...
Sean melirik sang istri yang mulai tertidur disebelahnya.Pria itu menatap sendu Anaya dan mengenggam erat stir mobil menahan emosinya.Ia sungguh tak akan membiarkan orang yang telah membuat istri seperti ini hidup tenang.
...****************...
Satu Bab lagi nanti malam ya,
__ADS_1