
"Apa Mas?",tanya Anaya.
"Sayang...aku sangat mencintaimu bahkan lebih dari hidupku sendiri.Anaya Arumi adalah mantan kekasihku",ujar Sean.
Duar...
Anaya membeku mendengar pernyataan sang suami.Pantas salah perempuan itu begitu dingin padanya.
"Sayang...tapi aku tak memiliki perasaan apapun lagi padanya.Hubungan kami terjadi saat kami masih sekolah",timpal Sean menggenggam erat tangan Anaya.
"Lalu apa maksudnya dia ada disini bersama kita Mas?",tanya Anaya dengan wajah datarnya.
Sean yang menyadari perubahan mimik wajah sang istri langsung memeluk wanitanya itu dengan segala rasa yang ia miliki untuk Anaya.
"Dia tunangan Morgan dan sahabatku itu ingin mengenal lebih dekat dia.Karena mereka dijodohkan",jawab Sean.
"Mas...
"Sayang...aku tak ingin kamu percaya akan semua kata katanya nanti.Karena aku sekarang mencintaimu bahkan sangat mencintaimu",ujar Sean yang merasa takut jika Arumi mengatakan sesuatu hal yang mengungkit masa lalu mereka.
"Baiklah dengan satu syarat",ucap Anaya.
"Apa sayang...",jawab Sean.
"Setelah urusan kamu selesai kita pulang",ujar Anaya melerai pelukan mereka.
"Apapun untukmu sayang...selagi itu membuat istriku ini nyaman",jawab Sean.
"Aku tak ingin lagi ada yang mengusik rumah tangga kita Mas.Aku ingin hidup bahagia denganmu bersama keluarga kecil kita",lirih Anaya menekuk wajahnya menahan rasa sesak di dadanya.
"Aku janji hari ini kita pulang atau pindah tempat untuk melanjutkan bulan madu kita.Kamu mau kemana?",tanya Sean.
"Eropa...",jawab Anaya asal.
"Baiklah karena aku diam diam sudah menyiapkan paspor untukmu hari ini kita berangkat",ujar Sean.
"Aku bercanda Mas",ucap jawab Anaya.
"Selagi aku bisa mewujudkan semuanya kenapa tidak sayang.Prioritasku saat ini kamu dan calon anak kita",jawab Sean mengecup kening Anaya begitu lama.
"Kita di Indo saja.Banyak kok Mas tempat tempat yang tak kalah indahnya dari Eropa",ujar Anaya mengalungkan tangannya dileher sang suami.
"Yakin...?"
"Ya Mas...",jawab Anaya menempel bibirnya pada bibir sang suami lalu me******* dengan penuh perasaan.
Sean terkejut dengan tindakan agresif sang istri.Dan dengan senang hati ia membalas ciuman sang istri yang membuat darahnya berdesir hebat.
"Nakal kamu sekarang, hum?",bisik Sean mengusap bibir sang istri yang basah.
"Emang gak boleh nakal sama suami sendiri?",jawab Anaya dengan nafas yang memburu saat tangan Sean sudah *********** tubuhnya.
__ADS_1
"Tentu saja boleh sayang dan aku menyukainya", lirih Sean dengan suara serak.
Keduanya larut dalam suasana yang memabukkan.Saling memuji dan ********* satu sama lainnya.
Sean memeluk erat tubuh polos sang istri yang terlihat mengkilap oleh keringat mereka yang bercampur.Sean memandangi wajah sang istri yang tak pernah membuatnya bosan sama sekali dalam sesekali ia mengusap perutnya sang istri menyalurkan rasa kasih sayangnya pada buah hatinya yang ada dirahim sang istri.
"Kalian dunia ku saat ini"gumam Sean mendekap erat Anaya kedalam pelukannya.
Sean tak tidur dalam sekali ia malah asyik memandangi sang istri yang tertidur begitu pulas karena melayani ***** nya yang begitu tinggi.Memiliki ***** yang tinggi bukan berarti dia akan sembarangan menyalurkannya.Hanya Anaya yang mampu membuatnya lebih bergairah dan tak bisa lepas dari candu akan tubuh Anaya.
Sean melihat sang istri membuka matanya setelah dua jam tertidur."Capek...?",tanya Sean.
"Gak Mas...cuma lemas aja",jawab Anaya jujur.
"Maaf ya...",ucap Sean..
"Sudah menjadi tugasku Mas melayanimu.Malah aku takut kamu tidak puas dengan pelayananku Mas",jawab Anaya tersenyum tipis.
"Kamu begitu mampu mengimbangiku sayang.Dan aku sangat puas dan malah candu ingin mengulangi lagi dan lagi jika tak mengingat ada nyawa disini",ucap Sean mengusap perut Anaya.
"Mesum..."
"Sama istri sendiri tak mengapa sayang",jawab Sean.
"Aku mau mandi Mas",ujar Anaya berusaha melepaskan pelukan sang suami.
"Satu ronde lagi",bisik Sean.
Sean tak mendengarkan jawaban sang istri malah membungkam mulut sang istri dengan bibirnya.
Anaya hanya bisa pasrah dibawah kungkungan sang suami.Menolak pun tak bisa karena tubuhnya ikut menikmati permainan sang suami.
***
"Makasih Mas",ucap Anaya saat Sean baru saja selesai membantunya mengeringkan rambutnya.
"Sama sama sayang.Makasih juga untuk servicenya",jawab Sean mengedipkan matanya kepada sang istri.
"Apaan sih Mas",ujar Anaya tersipu malu.
"Ayo kita turun buat makan malam",ucap Sean menggengam tangan Anaya.
"Iya Mas..."
Keduanya turun saking bergandengan tangan dengan begitu mesranya.Dari lantai dasar sepasang mansia menatap keduanya dengan tatapan yang berbeda.Morgan yang tersenyum tipis dan Arumi yang terlihat begitu kesal.
"Heemm...pengantin baru stok lama dari siang gak keluar kamar", sindir Morgan kepada pasangan suami istri yang tengah di mabuk cinta itu.
"Makanya buruan nikah nanti kamu tau alasannya kenapa gak keluar kamar",jawab Sean mencium pipi sang istri dihadapan keduanya.
"Mas..."
__ADS_1
"Apa sih sayang...,hum?",ujar Sean mengusap pipi chubby sang istri.
"Lapar...",bisik Anaya.
"Baiklah Tuan putri mau makan apa malam ini?",ujar Sean Morgan jengah melihat kebucinan sahabatnya.
"Apa aja Mas...gak lagi ngidam apa apa juga",jawab Anaya bergelayut manja di lengan Sean.
"Mau makan diluar?",tawar Sean.
"Dirumah aja Mas",jawab Anaya.
"Kalau begitu kita makan malam bersama,ayo Morgan!",ujar Sean.
"Ya...",jawab Morgan menarik tangan Arumi yang sedang menatap Sean dengan raut kesal.
"Silahkan duduk sayang",ujar Sean menarik kursi untuk sang istri.
"Makasih my husband",jawab Anaya.
"Iya my wife",jawab Sean tersenyum manis.
"Lebai...",gumam Arumi.
"Ada apa Rum?",tanya Morgan mendengar sang kekasih mendumel.
"Gak apa apa kok Morgan",elak Arumi yang hatinya begitu panas melihat keromantisan pasangan dihadapannya.
"Ayo makan",ujar Morgan diangguki oleh Arumi.Pria itu menghela nafas panjang meski ia dan Arumi telah bertunangan tapi hati wanita itu belum juga bisa ia taklukan.
"Sayang makannya pelan pelan",ujar Sean mengusap sudut bibir sang istri yang terdapat saos.
Pria itu membantu Anaya untuk mengupas udang yang merupakan salah satu makanan favorit ibu hamil itu.Agar Anaya tak kesulitan lagi untuk makan.
"Oh ya Morgan meeting selanjutnya kamu yang handel aku dan Naya pulang duluan",ujar Sean membuta Arumi terkejut.
"Baiklah...",jawab Morgan yang mengerti jika Sean datang ke sini sekalian bulan madu.
"Aku nebeng boleh gak Sean.Aku ada pemotretan besok",ujar Arumi.
"Maaf...kita kayaknya gak langsung pulang Anaya minta pindah lokasi bulan madu kami,ya kan sayang?",ujar Sean.
"Ya...kita mau ke Bali",jawab Anaya.
"Really sayang...?",tanya Sean tersenyum sumringah.
"Aku masih nyimpan tiket hannymoon dari Kakek loh sayang,gimana kalau kita ke--
"Bali aja Mas.Kamu kan gak bisa lama lama ninggalin perusahaaan kasihan Morgan juga",sela Anaya.
Arumi tampak terlihat cemberut karena tak bisa dekat dekat dengan Sean.Ia masih ingat kata kata Sean tadi siang yang mengatakan jika dirinya hanya masa lalu.Perasaan pria itu sudah milik istrinya.Mereka adu mulut karena Arumi memohon untuk kembali untuk diberi kesempatan lagi.
__ADS_1
...****************...