Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Wanita beruntung


__ADS_3

"Kenapa tegang,hum?",bisik Sean.


"Gak...aku hanya-


"Sean kamu bawa Anaya ke kamar biar bisa istirahat!",ujar Nyonya Anita melihat anak menantunya saling berbisik.


"Ya Ma...",jawab Sean mengulum senyum akhirnya Mamanya memberi kode juga agar mereka segera ke kamar.


"Ingat jangan main kasar",bisik Nyonya Anita pada putranya saat Sean akan membawa sang istri ke kamar dan diangguki oleh Sean.


Setibanya di kamar Sean langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang.Anaya terdiam dan tak bergerak saat sang suami telah meletakkan wajahnya di ceruk lehernya.Wanita itu ikut menikmati apa yang dilakukan Sean pada tubuhnya.


"Mashh...",lirih Anaya dengan mata terpejam.


"Apa sayang...",jawab Sean dengan suara seraknya.


"A-aku belum mandi...",ujar Anaya saat sebuah d*****n keluar dari mulutnya.


"Mandi bersama",ujar Sean lalu menggendong tubuh mungil Anaya ala bridal style menuju kamar mandi.


Setibanya di kamar mandi Sean langsung membawa tubuh Anaya ke bawah shower.Tatapan keduanya sudah tampak ********* dan tanpa menunggu lama Sean langsung melu*** bibir sang istri.Jadinya siang itu mereka melakukan ibadah halal.Kamar mandi menjadi saksinya bisu sepasang suami istri itu saling berbagi keringat menuju nirwana.


Setelah 2 jam berlalu keduanya tampak keluar dengan Sean kembali menggendong Anaya.Wajah keduanya tampak berseri seri setelah pelepasan yang mereka dapatkan.


Seperti biasa Sean membantu Anaya mengeringkan rambutnya.Dengan lembut dan telaten Sean menyentuh rambut cokelat milik sang istri.


"Mas...kamu sama aku kenapa bisa semanis ini sih?",tanya Anaya menatap sang suami dari pantulan cermin.


"Maksudnya?",tanya Sean.


"Kemana sikap arogan dan datar kamu saat bersama aku Mas",ujar Anaya.


"Aku bersikap seperti ini hanya pada kamu sayang tidak berlaku untuk orang lain",jawab Sean jujur.Memang hanya pada Anaya dia akan tersenyum dan tertawa lepas.


"Lalu apakah nanti anak kita kamu akan bersikap sama?",tanya Anaya.


"Kita lihat nanti Anaya sayang",jawab Sean mematikan haiddrayer lalu menyisir dengan hati hati rambut Anaya.


Anaya tersenyum memandangi wajah sang suami dari pantulan cermin.Ia begitu beruntung bersuamikan Sean bahkan ia merasa diratukan oleh sang suami.Entah kenapa diawal pernikahan ia berniat akan mengakhiri pernikahannya.


"Kenapa senyum senyum,hum!",tanya Sean memeluk sang istri dari belakang

__ADS_1


"Aku merasa beruntung memiliki suami seperti kamu Mas",lirih Anaya.


"Aku juga sayang.Kamu istri pilihan dari Mama yang membuat aku bisa sebucin ini sama kamu",jawab Sean.


"Padahal aku bukan siapa siapa kamu diawal pertemuan kita Mas",ujar Anaya.


"Itulah yang dinamakan jodoh sayang.Kemana pun kita akan pergi jika berjodoh akan dipertemukan juga",jawab Sean mengecup gemas pipi mulus Anaya.


"Mas...I love you...",bisik Anaya.


"I love you to more Anaya",jawab Sean dengan sepenuh hati.


"Dan i love you my baby",bisik Sean yang berjongkok didepan perut rata sang istri.


Anaya tersenyum lalu mengusap rambut sang suami dengan lembut.Dia masih belum percaya jika ada sebuah kehidupan di dalam perutnya.Ini bagaikan mimpi baginya mengandung anak dari seorang pria yang banyak digilai oleh kaum hawa.


"Mas geli...",pekik Anaya saat Sean mencium perut ratanya.


Sean terkekeh kecil lalu kembali mencium perut rata sang istri sambil berbisik."Cepat tumbuh ya sayang.Kami tak sabar menunggu kehadiranmu di dunia ini",ujar Sean.


"Mas jangan ngedusel pakai jambang kamu,geli",seru Anaya saat Sean menggesekan jambang tipisnya ke perut Anaya.


Sean tersenyum lebar lalu menatap wajah cantik sang istri yang begitu alami dengan tatapan penuh cinta."Kecantikan ini hanya milikku sayang",ujar Sean mengelus wajah mulus sang istri dengan punggung tangannya.


"Jujur Naya aku sebenarnya tak rela jika ada pria lain yang menatapmu selain aku",ujar Sean menatap sang istri dengan dalam.


"Mas...mereka punya mata untuk melihat lalu--


"Apapun alasannya aku tak rela Naya,kenapa kamu cantik sekali,hum?",ujar Sean menyatukan kedua kening mereka.


"Kalau aku tak cantik mana mau kamu menikah denganku Mas",jawab Anaya.


"Paling bisa ya kamu menjawab ucapan ku",gemas Sean mencubit hidung sang istri dengan lembut.


"Lah emang iya kan?",ujar Anaya.


"Hmmm...kamu benar.Karena kecantikan ini yang buat aku jatuh cinta sama kamu",jawab Sean.


"Hahaha...udah Mas.Aku mau berpakaian dulu",ujar Anaya.


"Diam disini akan aku ambilkan!",ucap Sean lalu berdiri dan melangkah menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian rumahan untuk dirinya dan sang istri.

__ADS_1


Anaya tersenyum melihat sang suami yang begitu memanjakannya.Ia mengelus perutnya dengan lembut."Sayang... kehadiranmu membuat Mama makin dicintai oleh Papamu,sehat sehat ya Nak", gumam Anaya.


Tak lama Sean keluar dari ruang ganti dengan pakaian santainya dan menenteng sebuah gaun untuk di kenakan oleh Anaya beserta **********.


"Gaun untuk calon Mama",ujar Sean memberikan sebuah gaun yang tampak begitu cantik.


"Mas...aku gak mau pakai gaun,aku pakai kemeja kamu,boleh?",tanya Anaya ragu ragu.


"Apakah kamu sedang mengidam sayang?",tanya Sean.


"Mungkin...aku ingin sekali memakai kemeja yang kamu kenakan tadi siang",ucap Anaya.


"Tapi kotor sayang...udah aku tarok di keranjang kain kotor",jawab Sean.


"Gak apa Mas.Boleh ya?",ucap Anaya dengan penuh harap.


"Baiklah...cuma sebentar lalu setelahnya pakai gaun ini",jawab Sean melangkah menuju keranjang pakaian kotor dimana kemeja yang ia kenakan tadi berada.


"Ya Mas...",jawab Anaya dengan mata berbinar.


Sean memberikan kemeja itu pada Anaya.Wanita itu langsung memakainya dihadapan sang suami.Sean menelan salivanya saat melihat pemandangan live dihadapannya.Pria itu tampak tak berkedip melihat penampilan sang istri yang begitu sexy.Anaya tenggelam oleh kemeja Sean yang cukup kebesarannya untuknya.Tapi bagi Sean Anaya semakin sexy apalagi wanita itu tak memakai apapun selain kemeja itu.


"Mau menggodaku sayang, hum?",bisik Sean mendekati sang istri.


"Mas....siapa yang menggoda kamu sih?",tanya Anaya kebingungan.


"Lihat penampilan kamu Naya",ujar Sean membawa wanitanya itu ke depan cermin.


"Apa yang salahnya sih Mas?",bingung Anaya.


"Ganti pakaian kamu sayang jika kamu tak ingin aku menerkammu lagi",lirih Sean.


"Tapi Mas...


"Apa kamu ingin aku mengulanginya lagi?",tanya Sean dengan tatapan yang membuat Anaya bergidik ngeri.


"I-iya...aku ganti...",jawab Anaya menyambar gaunnya.


"Keruang ganti Naya",ujar Sean saat sang istri akan membuka kemeja itu dihadapannya.


Anaya menurut saja dari pada ia kembali diterkam oleh pria itu lagi.

__ADS_1


Sean mengusap wajahnya dengan kasar menahan gejolaknya.Wanitanya itu benar benar kelewatan banget polosnya.Sean mendudukkan dirinya ditepian tepat tidur sambil menunggu sang istri keluar dari ruang ganti.


...****************...


__ADS_2