Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Bumil yang malas mandi


__ADS_3

Anaya keluar dari kamar dengan gaun pilihan Sean.Sean tersenyum tipis melihat sang istri begitu cantik dengan gaun pilihannya itu.


"Sini sayang",Sean menepuk sebelah pahanya.


Anaya berjalan menuju sang suami dan langsung duduk diatas pangkuan Sean.Kedua tangannya dikalungkan pada leher Sean.Anaya merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.Tubuh mungilnya terlihat hilang oleh tubuh kekar Sean.


"Kamu lapar?",tanya Sean menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.


"Ya Mas...aku mau capcay tapi buatan kamu",jawab Anaya tersenyum lebar menatap kedua mata suaminya itu.


"Siap Nyonya Alatas permintaanmu adalah perintah untukku",ucap Sean terkekeh kecil.


"Ayo Mas...",Anaya beranjak turun dari pangkuan Sean namun gerakannya ditahan oleh sang suami.


"Eits...tidak semudah itu my hubby",bisik Sean lalu meraih tengkuk sang istri ****** bibir yang sudah jadi candu untuknya itu dengan lembut.


"Tetaplah seperti ini Anaya.Libatkan aku dalam semua keinginanmu selama hamil itu merupakan berbuah kebahagiaan untukku",ujar Sean mengusap bibir sang istri yang basah oleh salivanya.


"Ya Mas...anak kita menunggu capcay buatan Papanya",jawab Anaya mengusap perutnya.


"Baiklah sayang...kalian memang kompak agar aku keluar dari zona amanku selama ini",ujar Sean.


Ini kedua kalinya pria itu masuk dapur dan memasak.Kalau dulu ia memasak ingin sang istri dan sekarang untuk makhluk kecil yang tengah tubuh dirahim sang istri tercinta.


Suami istri itu turun menuju lantai satu dengan hati hati.Karena mansion sang Kakek tak memiliki lift.Sesampai di bawah Sean langsung menuju dapur untuk membuatkan makanan yang diinginkan sang istiri.


Pelayan yang berada di dapur terkejut dengan kedatangan Tuan muda mereka.


"Tolong tinggalkan saya dan istri saya disekarang juga", ucap Sean dengan nada dinginnya.


Semua pelayan yang ada disana langsung beranjak membiarkan Tuan muda dan Nona muda mereka berada didapur.


Sepeninggal para pelayan Sean langsung membuka lemari pendingin mengeluarkan semua bahan yang dibutuhkan.


"Pakai sosis ya Mas!", ucap Anaya diangguki oleh sang suami.


Anaya menonton kelincahan tangan Sean meracik bumbu.Wanita itu menopang kepalanya dengan kedua tangannya menatap sang suami yang begitu sangat tampan mengenakan apron.


Sean tersenyum melihat kelakuan sang istri yang ia yakini tengah mengaguminya.Pria itu makin bersemangat untuk menyelesaikan masakannya.Tak butuh waktu lama aroma harum memenuhi dapur hingga ruang keluarga dimana kedua orangtuanya berada.


"Yummy... wangi",ucap Anaya menghirup aroma dari masakan sang suami.


"Sebentar lagi matang sayang",ujar Sean membuka apron miliknya dan menggantungkannya kembali pada tempatnya.

__ADS_1


"Masakan kamu the best Mas",jawab Anaya memamerkan kedua jempolnya.


"Dan ini masakan limited edition dan spesial untuk Nyonya muda Alatas",ucap Sean mencubit gemas hidup sang istri membuat Anaya tertawa lepas.


Tak lama masakan Sean pun matang dan menghidangkan didepan sang istri."Capcay cinta ala chef Josean spesial untuk Nyonya muda Alatas",ujar Sean.


"Wah... masakan enak kayaknya",ujar Nyonya Anita tiba tiba memasuki dapur karena mencium aroma masakan yang menggugah selera.


"Iya Ma...ini masakan Mas Sean sendiri loh", jawab Anaya dengan bangganya.Sedangkan Sean kembali berwajah datar.


"Benarkah...",tanya Nyonya Anita dengan tatapan tak percaya.


"Ya Ma...",jawab Anaya dengan senyum sumringah miliknya.


"Pria dingin jika sudah ketemu pawang yang tepat akan bucin akut",batin Nyonya Anita tersenyum geli.Karena ini malah pertama kalinya putranya itu memasuki dapur dan memasak.Dan lebih mengejutkan bagi memasak untuk sang isteri.


"Jangan mengataiku Ma",ujar Sean dengan wajah datarnya.


"Ck...kau ini",kesal Nyonya Anita.


"Mama mau?",tawar Anaya pada mertuanya itu.


"Gak sayang...kamu habiskan ya!,biar cucu Mama sehat dan cepat besar", jawab Nyonya Anita mengusap lengannya sang menantu dan meninggalkan anak dan menantunya itu menuju ruang keluarga dimana sang suami berada.


Sean tersenyum melihat sang istri begitu menikmati masakannya.Pria itu tak sia sia selama kuliah diluar negeri melatih kemampuan memasaknya.


"Anaya...kapan rencana kamu masuk kuliah?",tanya Sean saat sang istri duduk bermanja disampingnya.


"Besok Mas...",jawab Anaya.


"Yakin kuat?", tanya Sean menatap sang istri yang menyandarkan kepalanya dilengan Sean.


"Ya Mas...aku ingin cepat selesai Mas sebelum anak kita lahir",jawab Anaya.


"Tapi kamu harus dalam pantauan bodyguard langsung Naya.Bodyguard pilihan Papa akan menemani kemanapun kamu pergi.Dia juga akan ikut kamu ke kelas", ujar Sean.


"Tapi Mas itu akan membuatku merasa tak nyaman",bantah Anaya.


"Ambil cuti atau tetap kuliah ditemani bodyguard",ujar Seen memberikan pilihan pada sang istri.


"Mas...


"Naya mengertilah kamu saat ini tengah mengandung,aku tak mau terjadi sesuatu hal yang buruk pada kalian berdua.Sementara di kampus begitu banyak orang orang yang iri dengan kamu sayang",ujar Sean lembut memberikan pengertian pada sang istri akan kecemasannya.

__ADS_1


"Baiklah lah Mas",lirih Anaya pada akhirnya.


"Aku harap kamu mengerti ketakutanku sayang",ujar Sean mengecup pipi sang istri dengan lembut.


"Ya Mas..."


Tak jauh dari mereka seseorang tampak tersenyum melihat kemesraan mereka.Ia sungguh bahagia dengan apa yang ia lihat saat ini.


Waktu terus berlalu menit,jam pun berganti.Pagi ini Sean terbangun dari tidurnya di kejutkan dengan tak adanya sang istri disampingnya.Ia mencari keberadaan sang istri namun tak ia temui.Tak lama kemudian tatapan terpaku saat melihat sang istri keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang begitu memprihatinkan.Wajah cantik milik sang istri tampak begitu pucat.


Sean segera menghampiri Anaya yang tampak begitu lemas."Sayang kamu kenapa?",panik Sean merangkul tubuh Anaya.


"Mual Mas...",jawab Anaya yang langsung memeluk tubuh sang suami yang membuat rasa mualnya sedikit hilang.


Sean mengusap lembut rambut cokelat milik sang istri dengan sayang."Kenapa tak membangunkan ku,hum?",tanya Sean membalas pelukan sang istri begitu erat.


Anaya menggeleng cepat,wanita itu menghirup aroma tubuh Sean yang ajaibnya menghilangkan rasa mualnya."Tubuh kamu wangi Mas",ujar Anaya.


"Wangi dari mananya sayang,aku bahkan belum mandi loh",jawab Sean.


"Mualku hilang dengan menghirup aroma tubuh kamu Mas",ujar Anaya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sean.


"Berarti anak kita tak mau jauh dari Papanya sayang",jawab Sean begitu senang jika calon anaknya selalu ingin dekat dengannya.


"Ya Mas...",lirih Anaya.


"Mandi yuk ",ujar Sean membuat Anaya menggeleng cepat.


"Dingin...",jawab Anaya.


"Kan ada air panas sayang"bujuk Sean.


"Kamu aja,aku gak mau",jawab Anaya melerai pelukannya.


"Hmmm...bumil pemalas mandi ini namanya", kekeh Sean mengacak rambut sang istri.


"Aku gendong ke kamar mandi,mau?",tawar Sean.


"Gak Mas,dingin...",jawab Anaya.


"Sayang ayolah...",ujar Sean.


"Gak..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2