
"Jangan ikut campur atau lo--
"Heh...kau akan menyesal Nona sudah berurusan dengan teman saya ini",ujar Lola dengan rahang yang mengeras.
"Ck...gue cuma mau ngasih tau kalian yang ada disini kalau dia tak lebih dari seorang simpanan pengusaha",teriak gadis itu lantang.
Plak...
"Aku sudah memperingatkan kamu untuk berhenti menganggu Kakakku",desis Seena tiba tiba menmaor gadis itu cukup keras.
"Lo--
"Apa hah?.Kamu tidak tau siapa yang kau sebut simpanan pengusaha ini.Dia adalah Nyonya dari Josean Alatas Kakak kandungku",teriak Seena lantang.
"Tapi Lo gak tau kan kalau dia adalah simpanan pria lain",ejek gadis itu semakin berani.
"Tau apa Lo ha?",ucap Seena geram.
"Maling teriak maling",ucap Anaya datar.
Seena dan gadis itu menatap Anaya dengan kening berkerut.Seena bingung dengan perkataan Kakak iparnya itu.
"Hehehe...berniat mempermalukan orang lain jangan sampai kamu malu sendiri dengan ucapanmu",ujar Anaya terkekeh geli.
"Kak...
"Nona...
Anaya mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan seorang gadis dengan pakaian minim duduk diatas pangkuan seorang pria di sebuah club.Gadis itu mematung dengan apa yang dia lihat.
"Kak...kamu dapat foto foto dari mana?",tanya Seena.
"Seseorang yang mengirimkannya padaku",jawab Anaya datar.
Ya ada salah satu mahasiswi dikampus ini yang memberikan foto foto bahkan ada sebuah video panas ikut dikirim.Karena orang itu mengatakan kalau gadis ini masih berniat mempermalukan Anaya.
"Itu cuma editan...",kilah gadis itu.
"Editan ya.Bagaimana dengan video ini",Anaya hanya memperlihatkan sebuah video yang masih di pause.
"Lo--
"Aku tak mengenalmu sebelumnya tapi kenapa kamu terus saja mengangguku",ujar Anaya.
"Bilang aja iri",sindir Seena.
"Bisa kita bicara sebentar Nona",tanya Lola dengan tatapan tajamnya.
"Gak...",ketus gadis itu dan segera berlalu namun tangannya dicekal oleh Lola dengan cepat.
"Lepaskan aku...",desis gadis itu yang sudah tak punya muka lagi karena orang orang menatapnya dengan sinis.
"Tidak semudah ini setelah kau berusaha mempermalukan Nona muda kami",ucap Lola mencengkram erat tangan gadis itu.
"Lola...sudah biarkan saja",ujar Anaya.
__ADS_1
"Maaf Nona ini menjadi urusanku sekarang",ujar Lola menyeret gadis itu pergi bersamanya.
Seena tersenyum puas melihat bodyguard pilihan Papanya bekerja cukup baik.Sedangkan Anaya terlihat begitu cuek begitu juga Arini yang dari tadi ingin ikut menyumpal mulut gadis itu dengan buku tebal miliknya.
Semua orang kembali membubarkan diri setelah pertunjukan itu selesai.Seena memutuskan untuk kembali masuk ke kelasnya.Begitu juga dengan Anaya dan Arini memasuki kelasnya.
***
Setelah menyelesaikan dua mata kuliah Anaya ingin ke kantor suaminya diantar oleh Seena karena gadis itu juga diminta sang Kakak untuk datang.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama mereka sampai juga diperusahaan Alatas karena Seena memabawa mobil sangat lambat karena tak ingin calon ponakannya kenapa napa.
Anaya langsung menunju ruangan suaminya sedangkan Seena menuju ke ruangan yang diminta sang Kakak.
Anaya langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk lebih dahulu.Wanita itu dikejutkan dengan pemandangan yang membuat darahnya mendidih.Seorang wanita tengah mencoba mendekati suaminya.
"Kalian....
Sean menatap kearah Anaya yang sudah berkaca-kaca.Pria itu segera bangkit dari duduknya dan menghampiri sang istri."Sayang...
Anaya tak mempedulikan Sean tatapan begitu tajam pada wanita itu.Anaya menghampiri wanita itu dengan bersidekap di dada.
"Harusnya ketuk pintu dulu baru masuk,dasar tidak sopan", gerutu wanita itu dengan pongahnya.Tujuannya datang adalah merayu Sean agar pria itu mau menandatangani kontrak kerja sama mereka.
"Apa kamu bilang?",geram Anaya menarik rambut gadis itu dengan sangat kuat.
"Pak Sean tolong saya.Karyawan anda berusaha menyakiti saya",teriak wanita itu.
Sean tak peduli justru ia tersenyum tipis melihat kelakuan sang istri.Ibu hamil jika cemburu begitu menakutkan.
"Kau....
"Jauhkan tanganmu dari istriku", teriak Sean saat wanita itu akan menarik tubuh Anaya ke lantai.
"Apa...?.Istri?",gumam wanita itu.
"Kenapa,hum?. Kaget?",tanya Anaya.
"Pak...
"Pergi dari sini dan kerja sama kita batal",ujar Sean dengan lantang.
Wanita itu berusaha bangkit dari atas lantai namun lengannya dicekal kuat oleh Anaya."Tidak semudah itu ferguso",ucap Anaya.
Anaya kembali menarik rambut wanita itu dan mendorongnya menuju pintu masuk hingga wanita itu terjerembab kembali diatas lantai disaksikan beberapa karyawan."Itu akibatnya menggoda suami orang",teriak Anaya.
Sean hanya menonton melihat sang istri yang berusaha membasmi bibit pelakor.Pria itu tersenyum melihat sifat cemburu sang istri lebih menakutkan darinya.
Anaya mengahampiri sang suami dengan tatapan yang sama."Senang dong ya digoda wanita cantik", sindir Anaya.
Deg
Sean pikir Anaya hanya marah pada wanita itu tapi juga pada dirinya yang tak merespon sedikitpun wanita itu mendekatinya.Bahkan ia tak sadar jika wanita itu hampir memeluknya karena fokus pada berkas yang tengah ia baca.
"Sayang...aku gak tau jika dia berusaha mendekati ku karena sedang fokus pada berkas yang aku baca",jawab Sean jujur.
__ADS_1
"Bohong..."
"Benaran sayang.Aku bukan laki laki yang dengan mudah tergoda kecuali sama kamu",ucap Sean berusaha mendekati sang istri.
"Jika aku tadi gak datang--mmpphh...
Sean membungkam mulut sang istri dengan bibirnya dan me******** dengan lembut.Pria itu membawa sang istri duduk diatas pangkuannya.
"Jangan menduga sesuatu yang tak mungkin terjadi Naya", bisik Sean saat melepaskan pagutannya dan menatap bibir sang istri yang basah karena salivanya.
"Tapi--
"Apa, hum?",potong Sean.
"Aku takut kamu tergoda Mas",lirih Anaya.
"Itu tak mungkin terjadi sayang.Hati aku sudah dimiliki kamu seutuhnya",jawab Sean mengecup punggung tangan Anaya dengan sayang.
"Janji..."
"Janji",jawab Sean mantap.
"Oh ya bumil jika cemburu sangat menakutkan", ucap Sean terkekeh geli.
"Makanya jangan pernah bikin bumil cemburu lagi",jawab Anaya.
"Tentu saja tidak sayang",jawab Sean.
"Mas..tadi Lola--
"Kamu tenang saja aku jamin gadis itu tak akan menggangu kamu lagi",jawab Sean.
"Jangan bilang kamu--
"Aku tak sekejam itu sayang.Apalagi istiriku ini sedang hamil",jawab Sean.
"Dari mana kamu dapat video itu?",tanya Sean.
"Salah satu temennya memberikan padaku Mas",jawab Anaya.
"Baiklah...apakah tadi kamu datang bersama Seena?",tanya Sean.
"Ya...tapi dia ke--
"Aku tau.Mau makan siang dengan apa bumil cantikku ini",gemas Sean mencubit dagu Anaya.
"Gurame bakar",jawab Anaya.
"Baiklah...untuk minumannya?",tanya Sean.
"Jus jeruk aja Mas", jawab Anaya diangguki oleh Sean lalu mengotak atik ponsel miliknya untuk memesan makan siang mereka.
...****************...
Yuhu.....aku up dua bab hari ini ya.Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya Reader.
__ADS_1