Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
penguntit


__ADS_3

Sean menoleh kearah sumber suara,pria itu tampak sedikit terkejut.Ia mengernyit dan mengerutkan keningnya mengingat pria yang ada dihadapannya saat ini.


"Kau tak mengenaliku lagi Sean?sungguh aku merasa sedih karena seseorang yang selalu menggangguku ini telah melupakanku",ujar pria itu dengan raut wajah yang dibuat buat sedih.


"Amar...",tebak Sean saat teringat pria tambun yang dulu sering ia usili.


"Ck...dikasih clue baru kamu mengingatku Sean",jawab pria yang bernama Amar itu.


"Maaf...sungguh aku tak mengingatmu lagi apa lagi dengan penampilanmu saat ini yang sungguh berbeda",jawab Sean.


"Apakah aku lebih tampan sekarang?", tanya pria itu dengan pedenya.


"Tentu...tapi tidak setampan aku tentunya",jawab Sean tak kalah pedenya.


"Hahaha...ya ya baiklah aku akui kamu memang lebih tampan dariku.Oh ya ngomong ngomong siapa dia?",Amar menunjuk Anaya yang dari tadi menyimak obrolan singkat mereka.


"Istriku...namanya Anaya",ujar Sean menatap sang istri.


"Hallo Anaya aku Amar teman masa kecil Sean",ujar Amar mengulurkan tangan pada Anaya.


Anaya menyambut uluran tangan Amar namun segera Sean menepis tangan Anaya."Jangan coba coba untuk menyentuh istriku",ucap Sean menatap temannya itu dengan sengit.


"Ohoho...aku hanya berniat berkenalan bukan menyentuhnya",ucap Amar tersenyum menyeringai.


"Lalu apa tadi namanya kalau kau bukan berusaha menyentuh istriku",jawab Sean yang tak terima istrinya disentuh walau hanya berjabat tangan.


"Santai...aku tak menyangka pria sepertimu ternyata posesif juga",ledek Amar.


Anaya hanya menggeleng melihat kelakuan sang suami yang begitu posesif padanya.Namun ia hanya diam jika masih wajar.Seena benar kalau Kakaknya sudah jatuh cinta akan bucin dan posesif.


"Ada urusan apa kamu di kota ini",tanya Sean saat melihat temannya itu duduk di sampingnya.


"Aku diterima disalah satu perusahaan di kota ini.Ya hitung hitung mencari peruntungan di kota ini siapa tau bisa jadi kayak kamu",jawab Amar di sertai kekehan diujung kalimatnya.


"Oh... selamat.Semoga beruntung dan sukses.Jika ada apa apa hubungi saja aku",ucap Sean memberikan kartu tanda pengenal nya.


"Ya...",jawab Amar menatap sekilas istirahat temannya itu yang menurutnya cantik.


Sean tau jika temannya ini melirik sang istri namun ia diam saja selama itu masih wajar menurutnya.


"Kalau gitu kami duluan...",ucap Sean meninggalkan beberapa helai uang diatas meja lalu berdiri diikuti oleh Anaya.


"Baiklah...",jawab Amar tersenyum tipis.


Sepeninggal keduanya pria yang bernama Amar itu tersenyum miring.Dia segera meraih ponselnya dan menelfon seseorang.


*Kamu benar istrinya cantik.Tapi aku cukup kesulitan untuk mengusiknya karena Sean bukanlah pria sembarangan.


[...]

__ADS_1


Baiklah akan aku usahakan demi kamu*.


Klik.


"Kamu wanita bodoh yang aku kenal demi pria seperti Sean kamu rela melakukan hal serendah ini",gumam Amar lalu beranjak pergi.


Didalam mobil Sean tersenyum miring,ia tau Amar sengaja menguntitnya beberapa hari ini.Entah atas dasar apa pria itu terus saja mengikutinya.Mereka berteman cukup lama saat masa kecil dulu.Tapi kini mulai renggang karena hanya masalah tak tak seharusnya pria itu ikut campur.


Ikuti pria tadi...


Sean mengirim pesan pada salah satu orangnya yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi.


Sean menatap sang istri yang kini duduk disebelahnya.Wanitanya itu tengah sibuk berbalas pesan entah dengan siapa.


"Chatt dengan siapa,hum?",tanya Sean.


"Seena Mas.Dia ngajak aku shopping lagi",jawab Anaya memperlihatkan isi chart ya pada Sean.


"Mau pergi?",tanya Sean.


"Gak Mas.Malas lagian juga gak ada yang mau dibeli.Capek iya yang didapat",jawab Anaya menyudahi sesi chatt dengan Seena.


"I love you forever Naya",ucap Sean mengusap dengan lembut rambut wanitanya itu.Dia sungguh beruntung memiliki istri seperti Anaya karena tak seperti wanita kebanyakan yang gila shopping.


"Me too Mas",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Besok kamu sudah mulai kuliah kan?",tanya Sean.


"Mulai besok kamu berangkat dan pulang bareng Seena dulu ya", ucap Sean.


"Kamu sibuk ya Mas?",tanya Anaya.


"Sangat.Jadi gak apa apa kan kalau aku gak bisa antar jemput kamu beberapa hari ini",ucap Sean.


"Gak apa apa Mas",jawab Anaya.Ia mengerti kesibukan sang suami selaku pimpinan perusahaan.


"Makasih sudah mengerti aku Naya",ucap Sean.


"Ya Mas..."


Tak lama mobil Sean sudah terparkir di halaman mansion kedua orang tuanya.Sean sengaja membawa Anaya kesana karena beberapa hari ini ia akan sering lembur jadi ia berniat untuk tinggal dimansion kedua orangtuanya agar Anaya tidak kesepian.


Keduanya masuk ke Mansion dan disambut hangat oleh Nyonya Anita.Wanita paruh baya itu sangat senang dikunjungi boleh sang menantu.


"Naya...Mama kangen Nak",ucap Nyonya Anita bercipika cipiki dengan sang menantu.


"Anaya juga Ma...",jawab Anaya mencium punggung tangan sang mertua takzim.


"Ayo Naya...Sean masuk",ucap Nyonya Anita mempersilahkan anak menantunya masuk.

__ADS_1


Sean mengikuti langkah sang istri dan Mamanya.Sean bersyukur kalau Mamanya begitu menyayangi sang istri.


Nyonya Anita mengajak sang menantu menuju ruang keluarga.Dimana sang Kakek Alatas sedang duduk santai dengan sang cucu Seena.


"Kak Naya jadi ini alasanmu gak mau menemaniku shopping",cecar Seena saat Anaya akan duduk disalah satu sofa didekat sang mertua.


"Gak kok Seena.Aku lagi malas kemana mana",elak Anaya.


"Seena tak semua cewek sepertimu yang gila belanja",bela Sean.


"Benar Seena kamu harus bisa mengatur pengeluaran kamu kalau bisa mulailah menabung",Nyonya Anita membenarkan ucapan sang putra.


"Tapi...


"Kita tak tau seperti apa kehidupan kita kedepannya.Belajarlah untuk menghemat uang",ucap Nyonya Anita bijak.


"Iya Ma...",lirih Seena.


Anaya tersenyum melihat ibu dan anak itu yang tampak akur satu sama lainnya.


"Sean bagaimana perusahaaan cabang Kakek dengar ada masak cukup serius",tanya Kakek Alatas pada sang cucu.


"Iya Kek...oleh karena itu aku mau beberapa hari ke depan tinggal disini.Karena aku akan sering lembur kasihan Anaya sendirian nantinya di mansion",ucap Sean membuat Anaya menatapnya.


"Mas... kamu-


"Maaf...tadi aku lupa mengatakan hal ini padamu Naya.Tapi ini semua demi keselamatan kamu juga",jawab Sean.


"Keselamatan?",gumam Nyonya Anita menatap sang anak dan menantunya bergantian.


"Keselamatan apa maksudnya Mas?bukankah mansion kamu dijaga ketat ya",ujar Anaya.


"Hmmm...aku hanya ingin kamu tak kesepian sendirian dimansion Naya", ucap Sean yang sebenarnya merasa cemas meninggalkan sang istri sendirian dimansion meski ada pelayan tapi ia tau jika tak semua pelayan yang menyukai istirnya ini.


"Di mansion juga ada pelayan Mas",jawab Anaya.


"Naya...kamu iya kan saja permintaan Sean.Karena Mama tau Sean tidak akan melakukan hal ini jika tidak sedang terjadi sesuatu",ucap Nyonya Anita yang tau ada sesuatu yang tidak beres saat ini yang sedang dihadapi putranya itu.


"Iya Mah..."


"Seena bawa Anaya ke kamarnya Kakak kamu Mama mau membicarakan sesuatu dengan Kakakmu",ucap Nyonya Anita pada sang putri.


"Baiklah Ma.Ayo Kak kita ke kamar ku saja",ajak Seena pada sang Kakak ipar.


Anaya hanya menurut saja karena ia tau perusahaaan Sean dalam masalah.Mungkin Mama mertuanya ingin membicarakan hal itu dengan suaminya pikir Anaya.


Sepeninggal Anaya dan Seena Nyonya Anita mendekati sang putra."Apa yang terjadi Sean.Mama tau kamu tak akan menitipkan Anaya disini jika tak ada sesuatu buang mengancam keselamatan menantuku",tanya Nyonya Anita pada sang putra dengan bersidekap didada.


"Beberapa hari ini Sean ada yang menguntit Ma.Dari dugaan orang orang Sean targetnya adalah Anaya",jawab Sean.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2