
Sean merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukannya saat wanita itu akan beranjak dari tempat tidur.
"Kemana, hum",tanya Sean dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mandi Mas",jawab Anaya.
"Nanti saja",ujar Sean mendusel wajahnya ke leher mulus sang istri.
"Gerah Mas...",rengek Anaya.
Sean membuka matanya menatap sang istri yang terdekat begitu cantik menurutnya pagi ini."Morning sayang",ucap Sean mengecup bibir sang istri sekilas.
Anaya tersenyum seraya melepaskan pelukan Sean.Dengan perlahan wanita itu mendudukkan diri ditepian tempat tidur.Perutnya yang semakin membuncit membuatnya sedikit kesulitan walau sekedar untuk bangun dari tidur.
"Assalamualaikum Nak",bisik Sean didepan perut Anaya.
Anaya meringis sang anak merespon bisikan sang suami,bayinya menendang cukup keras.
"Dia nendang Mas",ucap Anaya.
"Benarkah...",tanya Sean.
"Iya Mas...",jawab Anaya.
"Anak Papa jangan bikin Mama kesulitan ya sayang",ucap Sean.Pria itu tersenyum lebar merasakan tendangan dari dalam perut sang istri.
"Mas...mandi gih,kamu kan mau ke kantor", ucap Anaya mengusap rambut sang suami yang sedang menciumi perut buncitnya.
"Iya sayang...",jawab Sean melangkah ke kamar mandi.
Sementara Sean mandi Anaya menyiapkan baju kerja sang suami.Setelahnya ia melangkah keluar kamar untuk membuat susu hamil untuknya.
"Naya..."
"Ya Ma...",jawab Anaya tersenyum lebar melihat mertuanya sudah berada didapur membuat sarapan.
"Mau apa sayang?",tanya Nyonya Anita saat menantunya itu mengambil gelas di rak.
"Bikin susu Ma",jawab Anaya.
"Sini biar Mama buatkan sayang",ujar Nyonya Anita merebut gelas ditangan Anaya.
"Ma...biar--
"Gak apa apa sayang...Mama tau kamu kesulitan.Oh ya Sean mana Nak?",tanya Nyonya Anita tak melihat putranya itu pagi ini.
"Lagi mandi Ma...",jawab Anaya.
"Ini sayang...",Nyonya Anita memberikan segelas susu hamil pada menantunya itu.
"Makasih Ma...",jawab Anaya lalu duduk di salah satu kursi dipantri dan meneguk susu itu dengan perlahan.
"Iya Nak...",jawab Nyonya Anita melanjutkan masakannya.
"Apa yang bisa aku bantu Ma",tanya Anaya setelah selesai meminum susunya.
"Gak usah Anaya...ini juga mau selesai kok.Mama cuma bikin capcay request an Papa kamu.Yang lain udah dimasak. Pak Ardi",ucap Nyonya Anita melemparkan senyumannya.
"Yah...",keluh Anaya.
"Mending kamu panggil Sean gih?,kita sarapan sama sama",ujar Nyonya Anita.
__ADS_1
"Padahal Naya mau ikutan masak Ma",ucap Anaya.
"Jangan bikin singa mengamuk pagi ini Anaya.Sean udah larang kamu masuk dapur loh",jawab Nyonya Anita mengingatkan Anaya.
"Ya sudah Naya panggil Mas Sean dulu Ma",ucap Anaya.
"Ya... sayang",jawab Nyonya Anita.
Anaya melangkah menuju kamar guna memanggil sang suami.Namun tiba-tiba saja sang adik ipar mencegat langkahnya.
"Kak Naya...",pekik Seena.
"Seena...kamu bikin aku terkejut tauu...",tutur Anaya.
"Maaf Kak...mau ke mana Kak?",tanya Seena.
"Ke kamar manggil Kakak kamu untuk sarapan",jawab Anaya.
"Noh...orangnya udah mau kesini",tunjuk Seena pada Sean yang berjalan menenteng jas dan dasi.
Anaya tersenyum lebar melihat sang suami begitu tampan pagi ini.Ia sungguh terpesona akan penampilan Sean.
"Pesona Kakakku gak ada obat Kak",bisik Seena ditelinga Anaya.
"Kamu benar Seena...",jawab Anaya yang tak mengalihkan tatapannya dari sang suami.
"Dari mana sayang?",tanya Sean saat dengan tatapan tak kalah mautnya.
"Bikin susu Mas",jawab Anaya yang masih menatap suaminya itu dengan senyuman manisnya.
"Kamu cantik meski belum mandi",bisik Sean membuat bumil itu tersenyum malu malu.
"Dasar bucin...",ejek Seena.
"Iya Kak.Maaf...",jawab gadis itu segera berlalu dari pasangan bucin itu.
"Kenapa pergi begitu saja, hum?",ucap Sean merengkuh pinggang sang istri.
"Akku--
"Ayo kita sarapan!",ajak Sean.
"Aku belum mandi Mas,cuci muka juga belum",jawab Anaya.
"Tapi udah minum susu",ucap Sean.
"Hehehe...i-iya",jawab Anaya cengengesan.
"Jorok sekali sih sayang",gemas Sean.
"Bawaan bayi kali Mas",jawab Anaya.
"Jangan selalu menyalahkan anak kita sayang",ujar Sean.
"Hehehe..."
"Udah sana cuci muka sama gosok gigi dulu aku tunggu disini",ucap Sean.
"Iya Mas...tapi kamu tunggu di ruang makan aja nanti aku susul",jawab Anaya.
"Baiklah tuan putri tapi jangan lama",gemas Sean mengacak rambut sang istri.
__ADS_1
"Iya Mas...",jawab Anaya.
Sesampainya di dalam kamar Anaya dengan hati hati memasuki kamar mandi untuk mencuci muka.Namun tiba tiba saja tubuhnnya oleng dan wanita itu segera menggapai westafel untuk pegangan agar tidak jatuh.
Jantung wanita itu berdebar keras mengingat apa yang barusan terjadi.Untung ia bisa menggapai westafel jika tidak entah apa yang terjadi.Wanita itu tampak begitu pucat pasi karena ketakutan.Segera ia mencuci muka dan keluar dari kamar mandi.
Anaya meraih gelas berisi air minum diatas nakas lalu meminumnya hingga tandas.Tubuhnya menggigil dan kakinya begitu lemas.Anaya duduk ditepian tempat tidur mengusap pelan perutnya.
"Sayang...",teriak Sean dari luar kamar.
"Ya Mas...",jawab Anaya.
"Kenapa--
"Sayang kamu kenapa, hum?",tanya Sean menghampiri sang istri yang tampak pucat.
"Mas...",lirih Anaya dengan suara bergetar.
"Ada apa sayang?",tanya Sean.
"A-aku hampir terjatuh dikamar mandi",jawab Anaya membuat Sean terkejut.
"Tapi kamu baik baik saja kan,tidak ada yang sakit kan?",tanya Sean beruntun.
"Aku baik baik saja Mas,hanya saja aku takut",lirih Anaya.
"Ya sudah kalau begitu kita ke dokter ya sayang", ucap Sean membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Gak Mas...aku baik baik saja hanya terlampau kaget",jawab Anaya
"Yakin...?",tanya Sean.
"Iya Mas....",jawab Anaya.
"Ayo kita keluar untuk sarapan",ucap Sean.
"Iya Mas...",Jawa Anaya.
***
Sementara itu di lain tempat Morgan sedang membuntuti Lola.Gadis itu masih menggantung pernyataan cintanya.Pria itu tampak serius mengikuti mobil yang dikendarai Lola menuju mansion sahabatnya.
Morgan tak sabaran untuk mendengar jawaban dari Lola hari ini.Gadis itu cukup sulit ia dekati butuh waktu 7 bukan membuatnya luluh.Namun sayang gadis itu masih menggantung jawabannya.
Tin tin tin...
Morgan sebagai membunyikan klakson mobili saat gadis itu turun dari mobil.
Lola tampak menoleh dan tersenyum tipis sangat tipis.Ia sengaja menggantung jawabannya ingin melihat sejauh mana Morgan memperjuangkannya.
"La..."teriak Morgan yang keluar dari mobilnya.
Wanita itu menghentikan langkahnya dan menatap pria yang begitu mempesona itu.Lola tersenyum tipis saat pria itu mendekatinya.
"La...buru buru sekali",ujar Morgan.
"Saya akan menemani Nona muda hari ini ke salon Tu--
"Mas... kamu panggil aku Mas",sela Morgan
"I-iya Mas...",jawab Lola.
__ADS_1
...****************...