Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kondangan 3


__ADS_3

"Ehem..."


Seena dan Robi menoleh pada sosok pria yang kini menatap Seena dengan tersenyum tipis.


"Boleh duduk disini Seena?",tanya Pria itu.


Seena menatap Robi meminta persetujuan namun pria itu terlihat cuek dan datar.


"Bo-boleh Kak",jawab Seena membuat Robi menatap tajam gadisnya itu.


Pria itu duduk dihadapan Seena dan Robi membuat Robi kesal karena tatapan pria itu pada kekasihnya.


"Kamu tidak ikut berdansa Seena?",tanya pria itu.


"Baru juga duduk Kak",jawab Seena canggung karena ia tahu Robi tak nyaman dengan pria itu.


"Oh..."


"Baby aku rasa kita harus pulang",ujar Robi melirik sekilas arloji di tangannya.


"Iya Kak..."


"Hei...ini masih sore kenapa kalian buru buru sekali",ucap pria itu.


"Pukul 22:00,aku rasa gadis seperti kekasihku ini tak pantas pulang larut malam",jawab Robi tersenyum miring.


"Ya baiklah... silahkan!",ujar pria itu dengan sedikit kesal.


Robi mengamit tangan Seena untuk pergi dari hadapan pria itu.


"Ck...pria posesif",gumam pria itu.


Robi membawa Seena bertemu Morgan dan Lola lebih dahulu untuk pamit pulang pada sepasang pengantin yang tampak di mabuk cinta itu.


"Kak Morgan...Kak Lola...selamat menempuh hidup baru",ucap Seena menyalami keduanya.


"Makasih Seena...cepat nyusul ya",bisik Lola melirik sekilas Robi yang sedang bersalaman dengan suaminya.


"Aamiin...makasih doanya Kak",lirih Seena.


Seena dan Robi turun dari panggung dengan Robi menggandeng tangan gadisnya itu dengan begitu posesif.


Robi membawa Seena pulang karena tak ingin gadisnya itu pulang terlalu larut malam.


Seena manatap Robi yang dari tadi diam mengacuhkannya.Pria itu fokus pada setir mobilnya.Seena yang tak bisa di abaikan membuka suara.


"Kak...kamu kenapa diam aja sih?",tanya Seena.


"Lagi fokus nyetir Seena",jawab Robi datar.


"Kak..."

__ADS_1


"Hmmm"


"Kamu marah sama aku?",tanya Seena melihat Robi tak tak biasanya bersikap datar padanya setelah resmi menjadi pasangan kekasih.


"Gak...",jawab Robi.


"Huffhhh...kamu kenapa sih Kak?",tanya Seena menghela nafas pelan.


"Kamu mengenal pria tadi?",tanya Robi.


Deg


Seena baru menyadari jika prianya ini sedang cemburu dengan pria tadi."Kamu cemburu dengan Kak Hasbi?",tanya Seena.


"Tidak...hanya saja aku tidak suka cara dia menatapmu Seena",jawab Robi.


"Emang dia natap aku kayak gimana sih Kak,kayaknya biasa aja deh...aku juga anggap dia layaknya Kakak aku sendiri",balas Seena.


"Itu menurutmu Baby,tapi aku melihatnya dia menyukaimu",ujar Robi.


"Ya gak mungkinlah Kak,bukan aku kali tipenya",jawab Seena yang tak pernah sadar selama ini Hasbi menyukainya.


Robi diam dan tak menyahuti ucapan kekasihnya itu.Ia tak ingin bertengkar dengan kekasihnya itu gara gara membahas pria lain.


"Kak..."


"Ya Baby...ada apa?",ujar Robi melirik sekilas pada sang kekasih.


Ciitttt


Robi mengerem mendadak laju mobilnya mendengar pertanyaan Seena.Pria itu tak menyangka jika Seena akan bertanya hal ini padanya.


Robi menepikan mobilnya lalu meraih tangan Seena dan mengenggamnya erat."Seena..."


"Ya Kak...",jawab Seena manatap kedua manik mata Robi.


"Kamu... dibandingkan dia jauh berbeda.Jika kamu tanya mana besar cintaku padamu dari pada padanya.Jawabannya adalah cintaku lebih besar padamu.Karena aku dan dia tak pernah ada cinta tapi dulu aku berusaha mencintainya karena kita dijodohkan.Tapi apa yang ku dapat hanya sebuah pengkhianatan dari nya.Beda dengan kamu aku tertarik padamu sejak lama tapi aku merasa tak pantas dan menerima permintaan kedua orangtuaku untuk bertunangan dengannya",ujar Robi mengecup punggung tangan Seena dengan lembut.Pria itu tersenyum melihat cincin pemberiannya saat itu masih dipakai oleh Seena.


"Maafkan aku Kak aku hanya takut dihati kamu masih ada di--


"Tak pernah ada namanya disini Baby.Hanya kamu dari dulu",sela Robi menunjuk dada sebelah kirinya.


"Jadi Kakak suka aku sejak dulu,gitu?",tanya Seena.


"Ya saat pertama kali datang ke Mansionmu menjemput Tuan Sean",jawab Robi.


"Aku aja gak ingat Kak kapan pertama kali kita ketemu",jawab Seena.


"Ya...jelaslah kamu gak ingat orang kamu gak pernah lirik aku jika datang ke mansion kamu",jawab Robi.


"Hehehe maaf...aku memang begitu tak pernah peduli dengan sekitar",kekeh Seena.

__ADS_1


"Tapi aku suka dengan sifatmu itu",jawab Robi.


Seena tersenyum tipis lalu menatap Robi yang kini juga menatapnya.


"Aku mencintaimu...sangat mencintaimu Baby...",ujar Robi sungguh sungguh menatap gadisnya itu penuh cinta.


"Aku juga Kak...",jawab Seena malu malu.


Robi tersenyum lalu mengusap pipi sang kekasih dengan lembut."Kita pulang,jangan lagi meragukan akan cintaku padamu",ujar Robi.


"Ya Kak...",jawab Seena tersenyum tipis.


Robi menyalakan kembali mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju Mansion Alatas mengantar sang kekasih pulang.


Sementara itu Anaya dan Sean juga dalam perjalanan pulang menuju mansion mereka.


Anaya tampak telah mengantuk karena hari sudah cukup larut malam.Sean tersenyum melihat sang istri telah berkali kali menguap.


"Capek,hum?",tanya Sean melirik sang istri.


"Iya Mas...masih lama sampai mansion?",tanya Anaya menahan rasa kantuknya.


"Iya sayang.Tapi jika kamu mengantuk tidur aja dulu",ujar Sean menurunkan kursi agar sang istri tidur dengan nyaman.


"Iya Mas...",jawab Anaya memejamkan matanya.


Sean mengusap pucuk kepala sang istri dengan tangan kirinya agar sang istri tidur dengan nyaman.


Sean mengehentikan mobilnya sejenak lalu membuka jasnya dan menyelimutkan kepada sang istri setelahnya ia melanjutkan kembali perjalanannya.


Setelah 30 menit berkendara Sean sampai dimansionnya.Pria itu turun dari mobil lalu mengendong sang istri ala bridal style menuju kamar mereka.Setibanya dikamar Sean meletakan tubuh sang istri diatas tempat tidur dengan hati hati lalu melangkah ke kamar Arka untuk menemui putranya itu.


Sean mencium pipi Arka."Selamat malam boy,maafkan Daddy meninggalkanmu",lirih Sean mengusap pipi Arka lembut.


"Tuan anda sudah pulang",ujar Bi Asih yang baru memasuki kamar anak asuhnya itu.


"Baru saja Bi,apakah Arka rewel tadi saat kami tinggal?",tanya Sean.


"Tidak Tuan tadi Tuan muda Arka hanya terbangun sebentar mungkin karena haus dan setelah meminum susunya dia kembali tertidur setelah kenyang Tuan",jawab Bi Asih.


"Saya bawa Arka tidur dengan saya malam ini ya Bi",ujar Sean pada Bi Asih.


"Silahkan Tuan kalau begitu saat akan tidur di kamar bawah",jawab Bi Asih.


"Ya Bi silahkan...",balas Sean menggendong tubuh kecil Arka dengan hati hati hati tak terbangun dan membawanya ke kamar lalu menidurkannya di atas kasurnya.


Setelah memastikan Arka tidur dengan nyaman Sean mengganti gaun Anaya dengan baju tidur karena wanita itu tak kunjung terbangun.


Setelah selesai ia menyusul kedua orang yang ia cintai untuk tidur dengan Arka berada ditengah tengah mereka.


...****************...

__ADS_1


Maaf baru up ya....


__ADS_2