Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Panik


__ADS_3

"Cantikan istriku dibandingkan kamu",ucap Sean dengan wajah datarnya.


"Ya...deh iya...",jawab Seena meledek sang Kakak lalu mengambil jus jeruk diatas meja makan.


"Kak suamimu tuh ngeselin pakai banget",adu Seena pada Anaya.


"Hahahaha dia Kakakmu Seena",jawab Anaya.


"Gak...mana ada aku punya Kakak yang dinginnya kayak kulkas dua pintu",ucap Seena .


"Uang jajanmu dipotong 50%",ujar Sean.


"Yah...jangan dong Kak...",ujar Seena dengan wajah memelas membuat Anaya terkekeh pelan.


"Bukankah aku bukan Kakakmu",ujar Sean meletakan sering nasi goreng dihadapan sang istri.


"Kata kata aku tadi aku ralat Kak",ujar Seena dengan raut wajah memohon.


Sean tak mempedulikan rengekan sang adik ia lebih fokus membuatkan susu hamil untuk sang istri.


"Kak..."


"Hmmmm"


"Maaf..."


"Mas...",ujar Anaya menatap suaminya itu.


"Baiklah...",jawab Sean.


"Yeay...makasih Kak Naya,kamu terbaik",ujar Seena memeluk Kakak iparnya itu dengan erat.


"Makasih itu bukan ke Kakak Seena tapi pada Kakakmu",ujar Anaya.


"Ya...karena Kakak udah bujuk Kak Sean jadi Kakak yang pantas dapat terima kasih dariku",ucap Seena.


"Pergilah dari sini!.Menganggu saja",ujar Sean.


"Ini ruang makan Kak buka kamar kamu",ujar Seena.


"Sayang ayo makan...nanti keburu dingin",ujar Sean pada Anaya tak mempedulikan sang adik.


"Iya Mas...kamu juga dong",ujar Anaya mengambilkan sarapan untuk sang suami yaitu nasi goreng buatan chef di mansion itu.


Seena memberengut kesal melihat sang Kakak tak memperdulikannya.Tapi ia tak ambil hati memang sifat Kakaknya seperti itu dari dulu.Seena ikut duduk di kursi meja makan berseberangan dengan pasangan suami istri itu.


Anaya menggeleng pelan melihat sang adik ipar yang manyun menatap suaminya.Ia tau suaminya begitu menyayangi sang adik mungkin caranya berbeda.Tak kebanyakan orang yang selalu memanjakan adiknya.Sean cuek tapi tanpa Seena sadari pria itu selalu memantau sang adik melalui orang orang yang ia percaya untuk menjaga Seena dari jarak jauh.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Anaya membantu sang suami untuk bersiap menuju kantor.Wanita itu meski hamil muda tak ingin bermalas-malasan.


"Sayang ke kampus jam berapa?",tanya Sean saat sang istri memasangkan dasi untuknya.


"Jam 10:00 Mas",jawab Anaya.


"Nanti hati hati ya.Oh ya kemarin pingsan kenapa tak mengabari, hum?.Anak kita buat kamu kesusahan ya?",tanya Sean menatap sang istri.


"Aku cuma gak mau kamu gak fokus mendengar keadaanku Mas.Maaf ya...aku melarang Mama untuk memberitahu kamu",ujar Anaya.


"Lain kali jangan seperti ini lagi sayang",ujar Sean merangkul tubuh sang istri.


"Ya Mas...",jawab Anaya tersenyum lebar.


"Aku sungguh kuawatir sayang saat Lola memberitahu aku kamu pingsan tapi setelah aku telfon Mama bilang kamu baik baik saja aku sedikit tenang dan mempercepat pekerjaan aku agar bisa cepat pulang",ujar Sean.


"Jadi Lola lapor kamu Mas",tanya Anaya.


"Huum...itu memang tugasnya sayang,jadi jangan coba coba berbohong lagi",ujar Sean menatap tajam sang istri.


"Baiklah lah suamiku.Tapi saat ini kamu harus berangkat Mas",ujar Anaya.


"Mood booster aku mana?",ujar Sean menatap sang istri dengan lekat.


Anaya langsung menempelkan bibirnya pada bibir Sean.Dan dengan cepat pria itu ******* bibir sang istri dengan begitu lembut.Bibir sang istri seakan menjadi candu sehingga ia tak bosan bosannya mengulangi hal yang sama.


"Love you sayang",bisik Sean menyudahi ciumannya dan mengusap bibir sang isteri dengan ibu jarinya.


"Anak Papa jangan rewel ya sayang.Jangan buat Mama susah!",ujar Sean beralih berlutut didepan perut sang istri seolah olah anaknya itu mendengar ucapannya.


"Jaga dia sayang...",ujar Sean lalu mengecup perut sang istri.


"Iya Mas...",jawab Anaya mengelus perutnya.


"Oh ya sayang tetangga kamu yang kemarin malam ternyata bekerja di perusahaan ku",ujar Sean.


"Oh ya...?"


"Huum"


"Kamu gak nanya kenapa dia bisa bekerja di perusahaan aku?",tanya Sean melihat sang istri acuh saat ia menyampaikan berita itu.


"Gak...biar aja Mas.Untuk apa aku mengurus orang lain mending urus kamu dapat pahala lagi.Dari pada mengurus orang lain dapat dosa dan cemburu dari suami aku Mas",jawab Anaya.


"Istri siapa sih ini?",gemas Sean mencubit hidung sang istri.


"Istri dari Josean Ferdinan Alatas Mas.Kenal gak?",ujar Anaya.

__ADS_1


"Oh...pria tampan yang baik hati serta begitu setia dengan istrinya itu",jawab Sean membuat Anaya terkekeh geli.


"Kambuh nih narsisnya",ledek Anaya.


"Lah emang iya kan?",ucap Sean.


"Iya...tapi ada kurang satu",ujar Anaya.


"Apa?"


"Dingin mengalahkan kutub utara",jawab Anaya.


"Yang satu itu tidak akan berlaku jika bersama kamu sayang.Cuma kamu yang bisa buat aku keluar dari zona amanku selama ini",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri.


"Hahaha ayo Mas...nanti kamu telat",ujar Anaya membawakan tas kerja sang suami.


Sean menggandeng sang istri keluar dari kamar. Keduanya tampak begitu bahagia saling melempar senyum.


Keduanya juga tak luput dari pandangan kedua orangtuanya.Mereka begitu bahagia melihat anak menantu mereka saling mencintai dan harmonis.


"Dad... apakah semuanya sudah selesai di selidiki oleh orang orang kita",tanya Papa Ferdian pada Kakek Alatas.


"Ya... tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan pada Anaya.Daddy harap kalian bersabar dulu sampai kandungan Anaya menguatkan dulu",ujar Kakek Alatas.


"Apakah dugaanku benar Dad...",tanya Nyonya Anita.


"Benar menantu.Dan kamu Ferdian penjagaan untuk menantumu diperketat lagi!",ujar Kakek Alatas.


"Baiklah Dad..."


"Jika perlu minta Sean agar Anaya kuliah daring dari rumah atau ambil cuti lebih awal",ujar Kakek Alatas.


"Akan aku beritahu Dad",jawab Papa Ferdian.


"Menantu...berikan izin daring pada Anaya nantinya jika cucu menantu menolak cuti lebih awal",ucap Kakek Alatas pada Nyonya Anita.


"Baiklah Dad...akan aku urus",jawab Nyonya Anita.


Sementara itu Anaya sedang bersiap siap untuk berangkat ke kampus.Namun ponselnya bergetar menandakan pesan masuk.Anaya membuka pesan itu lalu kembali meletakkan tasnya dengan lesuh.Ternyata dosennya tak bisa hadir tapi mengganti dengan tugas yang harus dikirim melalui email.


Anaya menelfon sang suami guna mengabarkan jika ia tak jadi berangkat ke kampus.Namun panggilannya tak kunjung diangkat.Anaya tiba tiba merasa kesal dengan suaminya ituu yang mengabaikan telfon darinya.


"Sesibuk apa sih kami Mas?",gumam Anaya mengelus perutnya.


Anaya melempar ponselnya ke sembarang arah.Ia memilih untuk membuka laptopnya dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosennya.Tanpa ia sadari sang suami menghubunginya balik.Namun Anaya fokus pada laptopnya.


Dikantor Sean masih berusaha menghubungi sang istri.Hingga panggilan ke sepuluh wanitanya itu tak kunjung mengangkat telepon darinya.Pria itu tiba tiba panik takut terjadi sesuatu pada sang istri.Hingga akhirnya ia memilih untuk pulang ke Mansion.

__ADS_1


...****************...


-


__ADS_2