Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kamu cantik


__ADS_3

"Anaya..."


"Ya Ma...",jawab Anaya tersenyum lebar pada sang mertua.


"Dari mana sayang?.Anak Mama seperti orang kesurupan mencari kamu",ujar Nyonya Anita melirik sekilas sang anak.


"Aku di kamar Mas Sean Ma",jawab Anaya.


"Oh ya...kamu siap siap gih sebentar lagi kita berangkat",ujar Nyonya Anita pada Anaya.


"Baiklah Ma...",jawab Anaya.


"Sean kamu gak jadi pergi?",tanya Nyonya Anita.


"Bentar lagi Ma",jawab Sean yang merangkul bahu sang istri.


"Kalau gitu aku siap siap dulu Ma",ujar Anaya.


"Ya sayang...",jawab Nyonya Anita.


Anaya melangkah menuju kamar diikuti oleh Sean.Setibanya di kamar Anaya langsung memasuki ruang ganti untuk memilih gaun yang akan ia pakai.


Pilihan Anaya jatuh pada gaun berwarna navy dengan panjang selutut.Wanita itu langsung mengganti pakaiannya.Setelah gaun itu terpasang sempurna ditubuhnya tiba tiba saja Sean memeluknya dari belakang.


"Cantik...",bisik Sean meletakkan dagunya di bahu Anaya.


"Makasih Mas...",jawab Anaya tersipu malu.


"Mas aku mau dandan dulu",ucap Anaya melerai pelukan sang suami.Namun Sean semakin mempererat pelukannya membuat Anaya jengah.


"Gak usah dandan gini aja,udh cantik kok",ucap Sean.


"Mas...aku gak pakai apa apa loh.Cuma bedak sama lipblam doang Mas",lirih Anaya jengah dengan sifat posesif sang suaminya ini.


Sean melepaskan pelukannya dengan cepat Anaya langsung keluar dari ruang ganti menuju meja riasnya.


Anaya tersenyum tipis melihat hasil karyanya walau tak memakai make up tebal namun hasilnya begitu sempurna.


Sean tampak memberengut kesal karena sang istri begitu sangat cantik menurutnya."Kamu kenapa cantik sekali sayang...aku takut ada yang lirik kamu",ujar Sean.


"Mas...siapa juga yang mau lirik wanita hamil kayak aku sih?",jawab Anaya terkekeh geli.


"Kamu pikir didunia ini cuma ada pelakor, tapi pebinor juga ada sayang",ucap Sean.


"Mas...aku pergi cuma ke syukuran bayi bukan pesta pernikahan mana ada disana para lelaki kecuali ayah dari bayi.Kamu itu kenapa sih tiba tiba kayak gini biasanya aku dandan kayak gini kamu gak protes",ujar Anaya.


"Kali ini kami pergi gak sama aku Naya sayang",ucap Sean.


"Mas...udah ya.Aku gak akan tergoda dengan lelaki manapun.Aku sudah memiliki suami tampan dan mapan serta begitu mencintaiku,jadi tak ada alasan untuk aku pergi dari hidup kamu",jawab Anaya meyakinkan sang suami.


"Oke... nanti setelah selesai hubungi aku nanti aku jemput",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri.


"Iya...suamiku sayang",jawab Anaya.


"Ayo... Mama pasti udah nunggu kamu",ucap Sean menggenggam tangan sang istri.


"Anaya...kamu cantik sekali sayang",puji Nyonya Anita pada sang menantu.


"Tuh kan sayang Mama aja bilang kamu cantik",ucap Sean.

__ADS_1


"Mas...jangan mulai lagi",jawab Anaya.


Nyonya Anita tersenyum geli melihat sikap posesif dan pencemburu sang putra."Sean...Anaya memang dasarnya cantik dandan sedikit saja makin cantik kayak gini",ucap Nyonya Anita.


"Ma...udah dong jangan manasin Mas Sean lagi yang ada aku gak jadi diizinkan pergi", jawab Anaya.


"Hehe...iya sayang",ucap Nyonya Anita terkekeh pelan sedangkan Sean tampak cemberut.


"Mas aku berangkat dulu ya",ucap Anaya mencium punggung tangan sang suami.


"Hmmm"


Cup


Anaya mengecup bibir sang suami lalu segera berlalu meninggalkan Sean yang terpaku dengan apa yang dilakukan sang suami.


"Awas kamu sayang...barani nakal sekarang",gumam Sean tersenyum evil.


Mobil yang ditumpangi Nyonya Anita dan Anaya berhenti disebuah rumah mewah.Keduanya turun dengan bergandengan tangan.


"Assalamualaikum...",ujar Anaya mengucapkan salam.


"Waalaikum salam...",jawab seorang pria yang terpaku melihat Anaya sedangkan yang lain hanya diam mungkin menjawab didalam hati.


"Hai Jeng Anita.... selamat datang dikediaman kami",ujar Nyonya Ambar.


"Iya Jeng... selamat udah jadi Oma sekarang",jawab Nyonya Anita bercipika cipiki.


"Makasih Jeng Anita",balas Ambar.


"Hai...Anaya makin cantik aja sayang",sapa Nyonya Anita.


"Ayo masuk...!",ujar Ambar.


"Terima kasih",jawab Nyonya Anita dan Anaya berbarengan.


Anaya sendiri canggung berada ditengah tengah ibu sosialiata itu.Apalagi disana juga ada Indi yang menatap Anaya datar.


"Ini menantunya ya Jeng?",tanya salah satu ibu sosialiata.


"Iya Jeng...",jawab Nyonya Anita.


"Udah isi belum?",tanya nya lagi.


"Alhamdulillah sudah Tante", jawab Anaya sopan.


"Wah...otw mau jadi Oma nih Jeng",ujar Jeng Ambar.


"Insyaallah...doakan saja putri saya ini sehat sampai lahiran",jawab Nyonya Anita.


"Aamiin..."


"Oh ya...Anaya ini sekilas mirip Jeng Indi ya",ucap Mila salah satu ibu sosialiata.


Deg


"Jeng bisa aja... kebetulan saja kali",jawab Nyonya Anita.


"Benar loh jeng",ucap Ambar yang ikut membenarkan.

__ADS_1


"Ah...masa sih orangtuanya Anaya sudah meninggal dalam kecelakaan tragis",jawab Nyonya Anita.


Oek oek oek


Semua mata tertuju pada bayi mungil didalam gendongan wanita muda sebaya Anaya.


"Aduh... lucunya",pekik Nyonya Anita melihat bayi merah itu yang tiba tiba terdiam mendengar suara Nyonya Anita.


"Hah...langsung diam dia",ucap wanita muda itu.


"Anaya...kamu Anaya kan?",tanya wanita muda itu tersenyum sumringah saat melihat kearah Anaya.


"Iya...",jawab Anaya.


"Kamu gak ingat aku?",tanya wanita itu.


Anaya menggeleng pelan karena ia tak mengingat apapun tentang wanita yang sedang menggendong bayi itu.


"Aku Mika gadis yang pernah kamu tolong saat aku dibully saat kita sekolah dulu ",ucap wanita bernama Mika itu.


Anaya sejenak tampak berpikir tiba tiba ia tersenyum lalu mengangguk."Kamu gadis yang berkacamata itu yang selalu dibully anak anak lainnya?",tanya Anaya dengan.. wajah sumringah.


"Iya..."


"Wah...sumpah pangling aku lihat penampilan kau sekarang.Dan ini anak kamu?",tanya Anaya.


"Iya Naya... kenalkan ini suami aku Mas Radit",ucap Mika memperkenalkan suaminya.


"Anaya....",jawab Anaya menangkup kedua tangannya didepan dada.


"Kalian saling kenal ternyata",ucap Nyonya Ambar.


"Iya Ma...dia yang pernah Mika ceritain ke Mama",jawab Mika pada mertuanya itu.


"Jeng....kamu gak salah pilih menantu",puji Ambar.


"Iya dong Jeng...",jawab Nyonya Anita tersenyum bahagia ternyata menantunya sungguh wanita baik.


Indi tampak kesal karena semua orang memuji Anaya.Wanita paruh baya itu tersenyum kecut.


Acara hari itu berlangsung lancar dan penuh makna.Anaya menelfon Sean karena pria itu berjanji akan menjemputnya.


Anaya duduk agak menjauh dari kerumunan.Namun panggilan telepon nya tak kunjung diangkat.


"Hai..."


Anaya menoleh pada seorang pria yang tengah tersenyum padanya.


"Sendirian?",tanya pria itu.


"Hmmm"Anaya tak memperdulikan pria itu ia tetap terus menghubungi Sean.


"Nelfon siapa?pacar?",tanya pria itu lagi.


"Orang ini buta kalinya gak liat apa aku hamil gini",batin Anaya.


"Sayang..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2