Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Extra part 1


__ADS_3

Anaya sedang menata riasannya untuk pergi ke resepsi pernikahan Seena dan Robi yang diadakan disalah satu hotel milik keluarga Alatas.Wanita itu begitu anggun dengan gaun berwarna maroon senada dengan kemeja yang dikenakan Sean dan baby Arka.


Sean menghampiri sang istri yang kini sedang duduk di depan meja riasnya."Cantik...", bisik Sean lalu mengecup pipi sang istri dengan begitu mesra.


"Makasih Mas",jawab Anaya menatap sang suami dari pantulan cermin seraya tersenyum manis.


"Nanti jangan menjauh dariku ditempat acara sayang,aku gak mau para buaya darat kelaparan melihat kecantikan kamu ini,ujar Sean yang tak hentinya mengagumi kecantikan sang istri.


"Iya Mas...tapi aku rasa para pelakor yang akan mencari perhatian kamu nantinya",ujar Anaya.


"Aku gak pernah mau peduli atau pun mau tau sayang.Karena aku kalau sudah sekali jatuh cinta tidak akan pernah main main",ujar Sean.


"Makasih atas cinta yang tak terbatas darimu untukku Mas",jawab Anaya mencium punggung tangan Sean dengan lembut..


"Aku akan selalu dan selalu mencintaimu selama hidupku sayang",balas Sean mengelus pucuk kepala sang istri dengan lembut.


"Ayo kita berangkat Mas...Oh ya Arka mana Mas?",tanya Anaya tak melihat keberadaan sang anak.


"Arka sudah di monopoli oleh Oma dan Opa nya sayang",jawab Sean menggandeng tangan sang istri.


Anaya dan Sean barangkat menuju tempat resepsi Seena dan Robi.Keduanya terlihat begitu mesra.


Tak lama mobil mereka sampai di tempat acara.Mereka turun dari mobil disambut oleh kilatan kamera para paparazi.Sean merangkul pinggang sang istri dengan posesif seakan mengatakan jika Anaya adalah miliknya.


"Naya..."


"Hai Lola.Kamu cantik sekali",puji Anaya saat akan memasuki lobi.


"Kamu juga Nay...malah gak kelihatan sudah punya anak loh",ujar Lola karena Anaya memang begitu sangat cantik meski bodynya masih sedikit berisi tapi itu makin membuatnya mempesona.


"Hehehe bisa saja kamu La,masuk yuk!",jawab Anaya menggandeng Lola sedangkan para suami berjalan dibelakang mereka menjaga wanitanya agar tak lirik pria lain.


Mereka melangkah menuju pelaminan dimana Seena dan Robi bersanding.


"Selamat ya Seena.Semoga langgeng dan cepat dapat momongan",ucap Lola yang pertama kali menghampiri.


"Ya...Kak Lola makasih ucapannya ya",jawab Seena.


"Selamat ya adik kakak...",ujar Anaya yang ikut menyalami sang adik ipar seraya memeluk Seena.


"Makasih Kak",jawab Seena.


Mereka melakukan foto bersama lalu turun dari panggung pelaminan.


"Mas...aku sama Lola ya cari makanan dulu", bisik Anaya.


"Aku antar...",jawab Sean.


"Gak usah Mas kamu temui para relasi kamu aja.Aku sama Lola jika kamu lupa",ujar Anaya.


"Ya...baiklah tapi ingat...jangan--


"Iya aku tau Mas.Setelah makan aku juga akan mencari Arka yang dibawa oleh Mama",sela Anaya.

__ADS_1


"Baiklah ..Lola aku titip Anaya ya...",ujar Sean pada istri sahabatnya itu.


"Ya Kak...",jawab Lola.


Anaya dan Lola segera berburu makanan karena mereka tak sabar mencicipi hidangan yang ada di meja prasmanan.


"Enak enak semua ini La",ujar Anaya saat sampai di meja prasmanan.


"Huumm...yuk kita cicipi",jawab Lola.


Sementara itu Morgan dan Sean sedang mengawasi wanita mereka masing masing dari kejauhan.


"Sean Sherly sudah aku bereskan",ujar Morgan.


"Ha?.Kamu--


"Ya...aku tau.Dia berusaha mencari perhatiaanmu saat tasyakuran Arka,bukan?.Dengan modus kasih kado ke Arka",ujar Morgan.


"Kamu tau?",tanya Sean.


"Ya...orang orang kita telah memberikannya pelajaran dan aku yakin tak akan berani lagi mengusikmu",ujar Morgan.


"Kamu memang yang terbaik.Oh ya bagaimana bukan madunya,hum?.Lola masih virgin kan?",goda Sean.


"Kepo...tapi makasih buat paket bulan madunya aku dan Lola suka",ujar Morgan.


"Ya...",jawab Sean datar.


"Aku mendengarnya Morgan",ujar Sean.


"Hehehe... bukankah memang begitu sifatmu Tuan Sean",ucap Morgan terkekeh pelan.


"Hmmmm...",ujar Sean berdehem pelan.


Sean berjalan meninggalkan Morgan saat melihat sang Mama menggendong putranya."Ma..."


"Sean...mana Anaya?",tanya Nyonya Anita karena tak melihat Anaya bersama Sean.Biasanya Sean tak akan membiarkan Anaya berjalan sendirian di tengah tengah pesta.


"Anaya bersama Lola,Ma",jawab Sean meraih Arka dari dekapan sang Mama.


Arka tampak tersenyum saat di gendong oleh Daddy-nya."Kangen Daddy ya Nak, hum?",ujar Sean pada bayi berusia satu bulan itu lalu mencium pipi gembul Arka dengan gemas.


"Mama mau menemani Papa kamu dulu",ujar Nyonya Anita pada sang anak.


"Ya...Ma",jawab Sean.


"Kita cari Mommy kamu,oke",ujar Sean pada sang anak.


Sean berkeliling mencair keberadaan sang istri namun langkahnya berhenti saat melihat keributan yang terjadi.


Pria itu samar samar mendengar suara sang istri lalu menghampiri kerumunan itu."Ada apa ini?",tanya Sean membuat orang orang yang berkerumun itu menatap Sean.


Sean melihat Anaya sedang mencekal tangan seorang wanita lalu menghempaskannya.Sedangkan Lola memegangi salah satu wanita lainnya.

__ADS_1


"Pak Sean lihatlah apa yang dilakukan wanita gila ini,dia menyerang saya Pak",tuduh wanita itu pada Anaya.


Anaya hanya tersenyum miring melihat wanita itu mengadukannya pada sang suami.


"Sayang...Arka mencarimu",ujar Sean menghampiri sang istri.


Wanita yang mengadu tadi terlihat menegang dan pucat pasi.


Anaya meraih Arka dalam gendongan Sean."Anak Mommy...dari mana,hum?",ujar Anaya mencium pipi gembul Arka membuat anak itu tersenyum.


"Pak...


"Lola apa yang terjadi?",tanya Sean.


"Kedua wanita ini menyenggol Naya lalu menghinanya Na--


"Apakah kau bosan hidup,hum?",ujar Sean menatap tajam kedua wanita itu.


"Maafkan kami Pak,kami tidak tau jika dia wanita anda",ucap salah satu wanita.


"Lalu jika aku bukan istri Mas Sean kamu akan semudah itu menghina orang,picik sekali pemikiran kamu Nona",desis Anaya yang geram dengan wanita itu.


"Pergi dari sini dan aku tak ingin melihat kalian dikantor ku lagi.Aku tak butuh karyawan seperti kalian yang tak memiliki etika",ujar Sean meraih tangan Anaya dan membawanya pergi dari sana.


"Makanya...jadi orang jangan julid",ujar Lola sebelum pergi meninggalkan kedua anaknya itu yang tampak sudah memelas.


Sean membawa Anaya ke salah satu meja dan membantunya untuk duduk.


"Mas...aku--


"Inilah kenapa aku tak mengizinkanmu sendirian ditengah tengah pesta sayang",ujar Sean yang ikut duduk di sebelah Anaya.


"Maaf Mas...",lirih Anaya.


"Sudahlah...jangan di pikirkan",jawab Sean merangkul bahunya Anaya lalu mencium pipi sang putra.


"Mas...dia makin hari makin tampan saja",ujar Anaya memandangi wajah sang anak.


"Iya sayang...",jawab Sean.


"Kamu sudah makan?",tanya Sean.


"Sudah Mas...,kamu?",tanya Naya bertanya balik.


"Belum...temani aku ya",ujar Sean.


"Ya Mas...",jawab Anaya.


"Kalau gitu aku ambil makanan dulu kamu jangan kemana-mana",ujar Sean beranjak pergi.


...****************...


Nih sambungannya ya

__ADS_1


__ADS_2