Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kondangan 1


__ADS_3

"Oh itu-- I-iya...",jawab Seena malu malu.


"Jadi aku yang pertama mendapatkan ciumanmu?",goda Robi membuat Seena tertunduk malu dan mengangguk pelan.


"Pantas bibirmu terasa sangat manis",bisik Robi ditelinga Seena.


Blush


Muka Seena memerah bagaikan kepiting rebus.Ia mengalihkan pandangannya kerajaan jendela mobil untuk menghindari Robi agar tak makin menggodanya karena pipinya yang memerah saat ini.


Robi mengulum senyumannya,ia merasa sangat beruntung mendapatkan gadis yang masih polos seperti Seena.


"Tak perlu sebentar lagi kita akan melakukan lebih dari itu karena lusa aku akan melamarmu",ucap Robi membuat Seena menatap kearah Robi dengan raut keterkejutannya di wajahnya.


"Kak...secepat itu?,aku ingin kita saling mengenal lebih lama dulu baru menikah",jawab Seena.


"Aku sudah berjanji pada Kakakmu Seena dan aku ingin menunjukkan keseriusanku padamu.Dan satu lagi kita pasti akan terus berbuat dosa seperti berciuman dan berpegangan tangan jika lama lama pacaran",ujar Robi.


"Kak...aku--


"Seena... mengertilah kau pernah gagal menjalin hubungan karena berpacaran terlalu lama.Dan aku juga tak ingin hal yang sama kembali terjadi", sambung Robi.


"Kak...aku tak seburuk itu.Aku bukan mantan tunangan kamu yang begitu--


"Aku tau Baby...aku takutkan bukan kamu tapi pria lain yang juga menyukaimu selain aku",potong Robi menggengam tangan Seena karena gadis itu mulai emosi.


Seena menatap keseriusan di mata Robi dan juga rasa takut."Baiklah...apa segitunya kamu takut Kak aku ada yang menyukai", tanya Seena.


"Gak ada seorang pria yang rela kekasihnya dilirik bahkan disukai oleh pria lain seperti pria yang berdansa denganmu tadi",ujar Robi.


"Maksud Kakak,Kak Hasbi?",tanya Seena.


"Siapapun itu namanya aku tak peduli, sepertinya dia menyukaimu",ketus Robi yang tiba tiba kembali kesal karena ingat kekasihnya dipeluk sebegitu mesranya oleh pria itu.


"Kamu cemburu Kak?",tanya Seena menggoda Robi.


"Ya...andai tak ingat tadi acara Pak Morgan sudah aku kasih begeman diwajahnya sok polosnya itu",jawab Robi.


"Kamu yakin Kak,dia teman Kak Sean loh",ujar Seena.


"Aku tak peduli,jika pun aku dipecat aku masih memiliki perusahaan Seena jadi kamu tak perlu takut jika aku tak bisa menghidupimu dengan kemewahan",jawab Seena.


"Hah?Lalu untuk apa ku bekerja dengan Kakakku jika kamilu memiliki perusahaan sendiri?", tanya Seena.


"Dulu Papaku memintaku belajar bisnis dengan Kakakmu untuk mewarisi perusahaaan keluargaku kelak dan dia menempatkan aku sebagai sekretarisnya.Tapi seiring waktu berjalan aku mulai merintis usahaku dibantu saudaraku dan alhamdulillah perusahaaanku akhirnya tumbuh cukup pesat akibat bekerjasama dengan perusahaan Kakakmu.Ya walau tak sebesar perusahaaan keluarga mu Seena",tutur Robi.


"Lalu siapa yang menjalankan perusahaaan mu Kak?", tanya Seena.


"Saudaraku...lebih tepatnya saudara kembarku",jawab Robi.

__ADS_1


"Kamu kembar Kak?"


"Ya...saudara kembarku perempuan",jawab Robi.


Seena mengangguk pelan dan tak lama mobil mereka memasuki halaman mansion keluarga Alatas.


Seena turun diikuti oleh Robi,pria itu mengatur Seena sampai depan pintu.


"Masuklah...!,jam 19:00 aku akan menjemputmu",ujar Robi manatap gadisnya itu sembari tersenyum tipis.


"Ya Kak...kamu hati hati ya dijalan",jawab Seena.


"Ya...aku pulang dulu,love you...",ujar Robi mengelus pipi Seena dengan lembut.


"Me too Kak",jawab Seena tersipu malu malu.


Robi melangkah kembali memasuki mobilnya untuk pulang.Berat rasanya meninggalkan gadisnya itu tapi ia harus pulang lebih dahulu dan memeriksa beberapa email yang telah dikirim sang adik tadi sebelum nanti malam menghadiri resepsi pernikahan Morgan.


Seena melambaikan tangannya pada Robi yang telah menyalahgunakan mesin mobilnya.Pria itu membalas lambaian tangan Seena dari dalam mobil dan menjalankan mobilnya kelaut dari Mansion Alatas.


Saat Seena akan masuk mobil kedua orangtuanya tampak masuk ke halaman mansion.Seena mengehentikan langkahnya menunggu kedua orangtuanya turun dan juga sang Kakek.


"Seena..mana Robi?", tanya Nyonya Anita pada putrinya itu.Ia tau Seena pulang dengan Robi karena Sean.Pria itu mengatakan kepada kedua orangtuanya kalau sang adik sudah pulang bersama sekretarisnya.


"Baru aja pulang Ma",jawab Seena menggandeng tangan keriput sang Kakek.


"Bagaimana pendekatanmu dengannya Seena?,andai kamu dan Robi menikah perusahaaan kita makin kuat",ujar Kakek.


"Bukan begitu maksud Kakek sayang.Kakek juga tak memaksa kamu dengannya Seena tapi andai kalian berjodoh secara tidak langsung aja seperti itu",jawab Kakek.


Nyonya Anita dan Papa Ferdian hanya diam menyimak ucapan keduanya.


"Kek...aku...dan Kak Robi sudah jadi sepasang kekasih sekarang", ucap Seena malu malu.


"Benarkah Nak...?",kali ini Nyonya Anita tampak bahagia karena ia tau betapa putrinya itu mencintai pria itu selama ini.


"Iya Ma...",jawab Seena tersenyum tipis.


"Selamat sayang...tapi ingat!...jaga diri jangan--


"Iya Ma...Seena tau kok",jawab Seena memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.


Papa Ferdian dan Kakek Alatas tersenyum bahagia melihat kebahagiaan dari Seena.


Sementara itu di mansionnya Sean baru saja menidurkan Arka ditempat tidur bayi itu.Arka tertidur saat diperjalanan pulang dari acara Morgan.


"Kamu mandi duluan Mas,aku sudah siapkan air mandi buat kamu",ujar Anaya yang dari dari arah kamarnya.


"Mandi bereng mumpung Arka lagi tidur",jawab Sean.

__ADS_1


"Arka sendirian dong Mas",ujar Anaya.


"Sebentar lagi Bi Asih datang sayang,ayo lah...", rengek Sean.


"Mas aaakkkhhhh....",Anaya terpekik karena tiba tiba Sean menggendong tubuhnya.


"Kamu milikku sekarang sayang",ujar Sean mengecup pipi sang istri.


"Mesum...."


"Hanya denganmu...",jawab Sean.


***


Anaya mematut dirinya di depan cermin setelah selesai memakai make up untuk bersiap ke pesta pernikahan Morgan dan Lola.


"Cantik...",bisik Sean tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Makasih Mas...",jawab Anaya.


"Kamu diet sayang?",tanya Sean menatap tubuh sang istri hampir kembali seperti dulu.


"Gak Mas...mungkin karena aku rutin minum jamu Mas",jawab Anaya.


"Sean...ayo berangkat...",teriak Nyonya Anita dari luar kamar.


"Mas ayo...!",ujar Anaya melepaskan pelukan sang suami.


"Baiklah...",jawab Sean menarik tangan sang istri dan menemui sang anak yang tertidur pulas.


"Bi...aku titip Arka ya...",ucap Anaya mencium pipi sang anak.


"Iya Nona muda...",jawab Bi Asih.


Anaya dan Sean berjalan keluar kamar menemui kedua orangtuanya.


"Ayo berangkat...",ujar Nyonya Anita yang telah siap berangkat.


"Seena mana Ma",tanya Anaya.


"Sudah dijemput Robi dari tadi",jawab Nyonya Anita.


"Oh..."


Mereka akhirnya berangkat menuju hotel dimana resepsi Morgan dan Lola di langsungkan.


Setelah tiba disana mereka di sambut oleh kamera paparazi.Sean langsung merengkuh erat tubuh sang istri merapat pada tubuhnya dan berjalan beriringan memasuki tempat acara.


Sean mengamit tangan sang istri menuju panggung dimana Morgan dan Lola menjadi raja dan ratu sehari.Dari jauh ia melihat sang adik bersama Robi sedang berbincang dengan para tamu lainnya.

__ADS_1


"Sean..."


...****************...


__ADS_2