Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Harapan seorang ibu


__ADS_3

Sean memacu kendaraannya dengan begitu kencang.Dia sungguh kuawatir dengan sang istri.Insiden penculikan Anaya dulu membuatnya trauma.


Sean terus menghubungi sang istri namun tetap tak diangkat membuat pria itu makin parno.Sesampainya di mansion pria itu memarkirkan mobilnya sembarangan lalu berlari memasuki hunian mewah itu.


Semua orang tampak kebingungan melihat kepanikan tuan muda Alatas.


"Sean...kenapa sudah pulang?",tanya Nyonya Anita melihat sang anak pulang.


"Ma...Anaya di rumahkan?",tanya Sean mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


"Mama juga gak tau.Mungkin udah berangkat ke kampus.Ada apa?", tanya Nyonya Anita.


"Tadi dia telfon Sean gak ke angkat karena ketinggalan diruangan saat Sean lagi meeting Ma",jawab Sean.


"Cek dikamar dulu gih.Kayaknya masih dirumah Sean.Mobilnya masih ada tuh?", tunjuk Nyonya Anita pada mobil yang biasa Anaya gunakan untuk ke kampus.


"Ya udah...Sean cek dulu ke kemar Ma",ujar Sean dia angguki oleh Nyonya Anita.


Sean melangkah menuju kamarnya dengan tergesa gesa.Saat membuka pintu kamar pria itu melongo melihat orang yang tengah ia khawatirkan ternyata tidur dengan lelapnya dengan memeluk laptopnya.Sean meraih laptop itu dengan hati hati agar tak menganggu tidur sang istri.


"Aku cemas setengah mati kamu ternyata tidur dengan pulas nya, hum?",gumam Sean mencium pucuk kepala sang istri.


Anaya menggeliat pelan karena tidurnya terganggu.Matanya menyipit menatap sang suami yang tengah tersenyum padanya."Mas kamu udah pulang?",tanya Anaya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Huum...ngantuk?",ujar Sean kembali mencium pucuk kepala sang istri.


"Gak Mas...jam berapa sekarang Mas",tanya Anaya.


"Baru jam 11:00 siang sayang",jawab Sean melihat jam dipergelangan tangannya.


"Kok kamu udah pulang Mas",tanya Anaya.


"Iya...lagi gak sibuk",bohong Sean.


"Mas...aku besok ada acara studi tour di kampus",ujar Anaya.


"Kamu ikut?",tanya Sean.


"Rencananya iya Mas,emang boleh?",tanya Anaya.


"Kalau aku ikut ya boleh",jawab Sean.


"Kamu kan udah gak kuliah lagi Mas",ujar Anaya.


"Emang kemana sih?",tanya Sean merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Ke kota D Mas selama 2 hari",ujar Anaya.


"Apa?.Gak...kamu gak boleh berangkat.Ingat kamu lagi hamil sayang gak boleh melakukan perjalanan jauh",ujar Sean.


"Tapi Mas nilai aku gimana?",tanya Anaya.


"Gimana kamu ajukan cuti lebih awal saja sayang semua kebaikan kamu",ujar Sean.

__ADS_1


"Tapi Mas--


"Sayang aku gak maksa kamu sih.Tapi mengingat selalu saja ada kejadian yang membuat kamu celaka bikin aku gak tenang sayang.Apalagi sekarang kamu sedang hamil",ujar Sean.


"Daring aja gimana Mas.",ujar Anaya.


"Nanti akan aku urus sama Mama",jawab Sean.


"Makasih ya Mas",ujar Anaya.


"Apapun untukmu sayang",jawab Sean tersenyum lebar.


"Makan yuk Mas!",ajak Anaya.


"Kamu lapar?",tanya Sean.


"Gak juga sih Mas, pengen ngemil sih sebenarnya",jawab Anaya.


"Mau apa,hum?",tanya Sean menarik sang istri duduk di pangkuannya.


"Brownis enak kayaknya Mas",jawab Anaya.


"Ayo kita order sama chef Ardi",ujar Sean.


"Hahaha...ayo Mas",jawab Anaya tertawa lepas saat Sean menggelitik pinggang sang istri.


"Sayang...kamu wangi banget",lirih Sean menghirup aroma tubuh sang istri.


"Ayo Mas...! kita minta chef Ardi untuk membuatkan brownies nya",rengek Anaya dengan manjanya.


Mereka keluar kamar untuk meminta chef Ardi yang merupakan chef yang dipercaya untuk memasak untuk keluarga Alatas.


"Pak Ardi...tolong bikin brownis ya dengan toping choco chips",ujar Anaya.


"Baiklah Nona muda",jawab chef Ardi dengan patuh.


"Naya...kamu dari mana,hum?",tanya Nyonya Anita menghampiri sang menantu didapur.


"Aku dikamar aja Ma,ada apa?",jawab Anaya.


"Gak...tadi ada yang panik gitu kamu gak angkat telfon",sindir Nyonya Anita membuat Sean mendengus kasar.


"Ha?...siapa Ma?", tanya Anaya dengan polosnya.


"Siapa lagi kalau bukan CEO Alatas Gruop",jawab Nyonya Anita.


"Mas... jadi?"


"Ya Naya...Sean pulang karena panik telfon gak kamu angkat",jawab Nyonya Anita yang melirik putranya yang berwajah datar.


"Maaf Mas...aku gak tau,sungguh",ujar Anaya pada Sean.


"Gak apa apa sayang,aku hanya kuawatir sama kamu",jawab Sean mengelus pipi chubby sang istri.

__ADS_1


"Oh ya Sean,Naya Mama mau bilang besok malam kita mengadakan makan malam dengan keluarga Sekar",ujar Nyonya Anita.


"Aku dan Naya gak bisa ikut Ma", jawab Sean dengan aura dinginnya.


"Sean..."


"Ma...aku gak mau terjadi hal buruk lagi pada istriku jika masih berhubungan dengan wanita itu",ucap Sean.


"Sean...Kekek ingin bicara sesuatu padamu",ucap Kakek Alatas tiba tiba.


"Baiklah Kek... Sayang aku bicara sama Kakek sebentar",ujar Sean pada Anaya lalu mengecup pucuk kepala sang istri membuat Nyonya Anita yang menyaksikan keromantisan anak menantunya tersenyum senang.


"Iya Mas...",jawab Anaya.


Sean mengahampiri sang Kakek yang lebih dulu beranjak menuju ruang kerjanya.Pria itu berjalan begitu arogannya dengan tatapan dingin.


Sementara itu Anaya dan sang mertua kompak menyiapkan menu makan siang di dapur.Anaya senang akhirnya bisa juga memasak untuk sang suami.Karena selama ini Sean melarangnya berada di dapur.


"Mama yakin setelah ini Sean bakalan ngamuk liat kamu ada di dapur",ujar Nyonya Anita terkekeh geli membayangkan kemarahan sang putra nantinya.


"Ya Ma...tapi Mas Sean gak akan bisa marah lama lama sama aku Ma",jawab Anaya yang sedang meracik bumbu.


"Ya karena dia udah bucin sama kamu Nay",Kekeh Nyonya Anita.


"Hehehe emang kelihatan ya Ma",tanya Anaya tertawa kecil.


"Ya...Sean memang orangnya datar dan dingin Nay,tapi jika sudah jatuh cinta akan posesif dan bucin.Kamu kan sudah merasakannya",ujar Nyonya Anita yang sibuk dengan masakannya.Meski mereka memakai jasa chef jika ada waktu Nyonya Anita akan turun langsung ke dapur untuk memasak.


"Ya Mama benar...,tapi aku beruntung dicintai oleh putra Mama",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Naya...berjanjilah sama Mama takkan meninggalkan Sean walau dalam keadaan apapun",ujar Nyonya Anita menatap sang menantu penuh harap.


"Naya janji Ma.Naya akan selalu disamping Mas Sean kecuali jika dia yang meminta aku pergi dari hidupnya--


"Itu takkan terjadi Anaya",ucap Sean tiba tiba menghampiri sang istri di dapur setelah berbicara empat mata dengan sang Kekek.


"Mas... sudah selesai?",tanya Anaya membantu mertuanya menyajikan makanan keatas piring.


"Hmmm...apa yang kamu lakukan Naya.Kemana para pelayan Ma?", tanya Sean menghentikan pergerakan sang istri yang akan membawa makanan itu keatas meja makan.


"Sean...Mama dan Naya sengaja masak bareng agar kami makin dekat.Jadi para pelayan Mama suruh mengerjakan yang lain", jawab Nyonya Anita yang menggeleng pelan melihat tingkah posesif sang putra kepada menantunya.


"Mama benar Mas...",sela Anaya.


"Sayang...kamu sedang hamil,ingat itu",ujar Sean menatap sang istri dengan lembut.


"Iya aku tau Mas.Tapi aku hati hati kok Mas",jawab Anaya.


"Aku gak mau lagi lihat kamu didapur sayang.Tempatmu bukan disini tapi sebagai Nona muda yang harus dilayani di mansion ini",ujar Sean.


Nyonya Anita mengulum senyum melihat perhatian putranya kepada sang istri.Dia tak menyangka perjodohan Anaya dan putranya akan berakhir manis seperti ini.Dia memang pernah mengatakan pada Sean jika kelak anaknya memiliki istirahat manjakan lah ia dengan harta yang kamu punya.Ternyata Sean mewujudkan itu semua ada Anaya Istrinya.


"Semoga pernikahan kalian bahagia selalu Nak",batin Nyonya Anita.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2