Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Sate Padang


__ADS_3

Anaya tersipu malu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Sean."Pulang yuk Mas...aku gak sabar pengen makan sate",ujar Anaya berusaha lepas dari tatapan elang suaminya.


"Kenapa, hum",tanya Sean mengikis jarak mereka berdua membuat Anaya makin salah tingkah.


CUP


Sebuah kecupan mendarat di pucuk kepala Anaya."Jangan menghindari tatapanku Anaya", bisik Sean menarik dagu Anaya agar menatap matanya.


Sean tersenyum melihat wanitanya masih malu malu jika dia tatap.Ingin kembali ia mengulang yang terjadi dikamar mandi tadi tapi ia berusaha menahannya karena keinginan sang istri makan sate Padang.


"Ayo Mas...",rengek Anaya manja memutus tatapan mereka begitu saja.


"Ah ya...ayo!", jawab Sean menarik tangan Anaya dan membiarkan jasnya tergeletak diatas tempat tidur tanpa berniat memakainya.


Anaya sungguh terpesona dengan bentuk tubuh sang suami yang begitu sempurna.Apalagi dengan kemeja yang ia pakai tanpa jas menambah ketampanannya.


Ia tak rela tubuh sang suami menjadi tatapan wanita lainnya.


"Tunggu Mas...",Anaya kembali masuk ke dalam kamar membuat Sean mengerutkan keningnya.


Anaya tampak menenteng jas milik Sean dan lalu memakainya pada sang suami.Sean tersenyum tipis karena merasa diperhatikan penampilannya.


"Gak usah pakai sayang",ujar Sean.


"Pakai Mas!. Aku gak rela semua wanita nantinya menatap liar tubuh kamu",jawab Anaya tanpa sadar.


Sean menarik pinggang langsing sang istri lalu menatapnya dalam.Anaya yang tak siap gelagapan dan salah tingkah."Aku suka kamu posesif seperti ini",bisik Sean ditelinga Anaya.


"Mas...


"Aku makin jatuh cinta padamu Anaya Karenina", timpal Sean lalu mengecup sekilas bibir yang sudah menjadi candu olehnya itu.


Anaya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan sebagai respon dari ucapan Sean.Tak menyangka rasanya dulu ia menolak pernikahan ini dan sekarang semuanya berbalik ia juga jatuh cinta pada pesona seorang Josean Alatas.Nikah dengan usia yang sangat muda tak pernah menjadi bayangan bagi wanita berusia 20 tahun itu.


"Masih mau makan sate?",tanya Sean saat sang istri dirasa begitu nyaman dalam dekapannya.


"Ya Mas...",jawab Anaya.


Keduanya melangkah keluar dari ruangan,hari sudah mulai petang jadi kantor sudah tampak sepi.Hanya beberapa karyawan yang masih terlihat mungkin lembur atau pekerjaannya belum selesai.


Keduanya berjalan dalam diam hanya derap sepatu yang beradu dengan lantai yang terdengar.


"Mas tamat kuliah nanti kau kerja di kantor kamu ya",ucap Anaya memecah keheningan yang terjadi.

__ADS_1


"Kamu cukup jadi ibu dari anak anakku saja Anaya,biarkan aku yang bekerja.Jika kamu ingin ke kantor datang saja kapanpun kamu mau",jawab Sean.Ia tak mengizinkan Anaya bekerja karena tanggungjawab Anaya sepenuhnya. ada pada dirinya.


Anaya mengerucutkan bibirnya ke depan.Ia sebenarnya ingin merasakan dunia kerja.Tapi sang suami melarangnya.


"Kenapa cemberut?.Harusnya kamu bersyukur Anaya.Andai kamu tau kebanyakan wanita tak ingin bekerja karena dunia kerja itu memusingkan ditambah. lagi pekerjaan rumah tangga dirumah",jelas Sean.


Seketika sebuah senyuman terbit di bibir Anaya."Ya Mas...", jawab Anaya.


"Pintar...",Sean mengusap pucuk kepala sang istri lalu membawanya menuju mobilnya.


Sepanjang perjalanan Sean mencari restoran yang menjual sate Padang.Pria itu berusaha mewujudkan keinginan sang istri selama ia mampu.


"Stop Mas",pekik Anaya membuat Sean mengerem mendadak.


"Ada apa sayang?", tanya Sean yang mengelus dada karena terkejut.


"Itu Mas!",Anaya menunjuk gerobak penjual sate Padang dipinggir jalan.


"Kita cari restoran ya sayang,aku yakin disana gak higienis",jawab Sean.


"Mas...justru penjual gerobak itu yang satenya enak",ujar Anaya lalu turun dari mobil membuat Sean mendesah panjang.


Sean memarkirkan mobilnya dipinggir jalan kau turun mengikuti sang istri yang sudah tampak mengantri.Seumur hidup pria itu belum pernah memakan makanan yang dijual dipinggir jalan.


Anaya tersenyum lalu mengangguk dan memberi ruang untuk suaminya itu mengantri.


"Bungkus aja ya",ujar Sean.


Ya Mas...beli 5 bungkus ya Mas",jawab Anaya.


"Hah?...kamu yakin bisa menghabiskannya",tanya Sean.


"Gak Mas...buat yang lainnya dirumah.Kita ke Mansion Kakek dulu",jawab Anaya.


"Baiklah Nyonya Sean",jawab Sean disambut gelak tawa Anaya.


Setelah mendapatkan 5 bungkus sate Padang mereka meluncur ke kediaman keluarga Alatas.Setibanya disana mereka disambut oleh sang adik Seena.


"Kak Naya...miss you",pekik Seena memeluk Kakak iparnya itu dengan erat.


"Me too",jawab Anaya terkekeh melihat kelakuan Seena.Padahal mereka baru tadi siang bertemu.


Sementara Sean memberikan sate Padang tadi pada pelayan untuk dihidangkan.Kemudian membiarkan kedua wanita yang ia cintai itu bertemu sua.Dia memilih ke kamarnya untuk berganti pakaian.

__ADS_1


"Mama mana Seena?",tanya Anaya celingukan mencari sosok yang begitu menyayanginya layaknya ibu kandung itu.


"Mama gak dirumah Kak.Lagi ke luar kota bareng Papa cek restoran yang di kota B", jawab Seena.


"OOO...Kakak tadi beli sate Padang untuk Mama dan Papa",ujar Anaya.


Tak lama pelayan membawakan tiga piring sate Padang kehadapan Anaya dan Seena.Wanita itu sungguh ngiler mencium aroma dari sate itu."Kayaknya enak",gumam Anaya.


"Hmmm... benar Kak ini sungguh menggugah selera",jawab Seena menghirup bau sate itu.


"Oh ya Bi sisanya satu tolong berikan pada Kakek ya",ujar Anaya.


"Baik Nona muda",jawab pelayan itu patuh.


"Ayo Kak kita eksekusi",ujar Seena yang tak sabaran.


"Hmmm ayo...tapi tunggu dulu gimana dengan Mas Sean gak etis kalau gak nunggu dia dulu",ucap Anaya melihat kearah tangga namun Sean tak kunjung turun.


"Aku gak sabaran ini Kak",jawab Seena.


"Ya udah kita makan aja dulu",ujar Anaya yang juga tak sabaran menikmati sate yang ia inginkan dari tadi.Perutnya sangat lapar minta diisi.


"Loh...kok udah pada makan aja?",tanya Sean saat menghampiri sang istri.


"Hehehe.... lapar.Kamu sih lama banget cuma ganti baju doang ",jawab Anaya.


"Ya udah gak apa apa.Gimana Enak satenya",tanya Sean menatap sang istri yang begitu lahap makan.


"Huum...", jawab Anaya dengan anggukan.


Sean terkekeh lalu mengacak rambut istrinya itu dengan gemas."Pelan pelan sayang makannya",ujar Sean memperingati sang istri karena mulutnya sedikit belepotan.


"Hmmm...jadi obat nyamuk nih aku ceritanya",goda Seena yang bahagia melihat perlakuan sang Kakak pada istrinya.


"Anak kecil dilarang lihat",ujar Sean dengan wajah datarnya.


"Dih...lebay",ketus Seena meninggalkan pasangan suami istri itu dimeja makan karena dirinya sudah selesai makan.


Anaya tersenyum melihat kelakuan Kakak beradik yang kadang akur dan kadang enggak itu.


"Kamu gak makan Mas?",tanya Anaya menatap sate bagian Sean tak tersentuh sama sekali.


"Gak... lihat kamu makan aja aku udah kenyang", jawab Sean menopang dagunya dengan kedua tangannya menatap sang istri makan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2