Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Mual


__ADS_3

Sean tersenyum melihat sang istri tidur dengan pulas nya kembali.Ia baru saja terbangun dan membenarkan letak selimut Anaya.


Sean segera bangun dan melangkah menuju kamar mandi karena tubuhnya sangat lengket.


Setelah 15 menit membersihkan diri ia keluar dari kamar mandi.Pria itu masih mendapati sang istri yang masih tertidur.Sean segera berpakaian lalu melangkah keluar kamar untuk menemui kedua orangtuanya yang ia yakini sudah pulang.


"Pa..."


"Ya Sean...apa yang kamu lakukan pada perusahaan Gunatama?",cecar Papa Ferdian saat Sean menghampirinya di ruang keluarga.


"Sedikit memberi peringatan Pa karena sudah berani mengusik dan membuat istriku menangis",jawab Sean tanpa bersalah lalu duduk dihadapan kedua orangtuanya itu.


"Sean mana Naya...?",tanya Nyonya Anita tak melihat menantunya keluar kamar.


"Tidur Ma...",jawab Sean.


"Oh ya itu paper bag berisi berlanjaan milik Naya tolong kamu bawakan ya!",ujar Mama Anita.


"Ya Ma...",jawab Sean.


"Pa,Ma makan malam besok batalkan saja ya",ujar Sean.


"Gak bisa Sean...ini adalah rencana Kakek kamu",jawab Papa Ferdian.


"Aku gak mau istriku tertekan karena kehadiran istri dari Denni itu",ujar Sean.


"Mama yakin dia gak akan bersikap seperti itu lagi apalagi perusahaaannya saat ini kacau balau karena ulahmu",jawab Nyonya Anita.


"Harusnya dari dulu aku melakukannya Ma",balas Sean.


"Hmmm lalu apakah kamu akan menarik semua saham kita di perusahaan Gunatama?",tanya Papa Ferdian.


"Tergantung Kakek,yang ku tarik saat ini saham milikku disana",jawab Sean.


"Itu cukup membuatnya ketar ketir karena saham kamu yang paling besar disana",jawab Papa Ferdian yang menggeleng pelan.


"Ya...itu balasan berani mengusik istriku",ujar Sean dengan wajah datar.


"Kamu persis seperti Kakekmu Sean.Semua sifatmu menurun dari beliau", ucap Papa Ferdian.


"Aku kembali ke kemar dulu Ma,Pa takut Anaya sudah bangun",ujar Sean menyambar paper bag yang tadi Nyonya Anita titipkan padanya.


Setibanya dikamar Sean tak menemukan istrinya.Ia tau saat ini Anaya tengah berada dikamar mandi.Sean segera mengganti seprei yang sudah kotor dengan yang baru.Setelah selesai ia mencarikan pakaian ganti yang nyaman untuk Anaya.


Tak lama Anaya keluar dari kamar mandi memakai jubah mandinya.Wanita itu tersenyum melihat sang suami yang sudah kembali.


"Dari mana Mas?",tanya Anaya.


"Dari luar sayang menemui Mama dan Papa.Oh ya itu paper bag kata Mama buat kamu",ujar Sean menunjuk paper bag diatas nakas.


"Makasih ya Mas",jawab Anaya.


"Iya sayang.Ayo duduk aku bantu mengeringkan rambut kamu",ucap Sean mendudukkan Anaya di depan meja rias.

__ADS_1


Dengan telaten Sean mengeringkan rambut sang istrinya.Anaya tersenyum memandangi wajah suaminya dari pantulan cermin.Ia kagum pada Sean yang selalu membuatnya merasa diratukan.


"Selesai...",ucap Sean.


"Thanks you my husband",ucap Anaya tersenyum lebar.


"Your welcome my wife",jawab Sean mengecup lembut kening sang istri.


"Ayo pakai pakaian kamu dan setelah itu kita makan malam",ujar Sean.


"Ya Mas...", jawab Anaya melangkah menuju tempat tidur dimana pakaiannya telah disiapkan oleh Sean.


Sean tersenyum memandangi sang istri yang sedang berpakaian.Anaya tak lagi malu jika berpakaian dihadapannya.


"Yuk Mas...udah lapar",ujar Anaya menarik tangan sang suami.


"Naya jangan lari!.Ingat kamu lagi hamil sayang",ucap Sean menahan langkah sang istri.


"Hehehehe maaf Mas.Aku lapar banget",jawab Anaya mengusap perut.


"Tapi jangan lari lari juga sayang",ujar Sean.


Mereka ternyata sudah ditunggu oleh yang lainnya untuk makan malam.


"Malam Kakek,Mama,Papa",sapa Anaya dengan tersenyum tipis lalu duduk disebelah mertuanya itu.


"Malam juga Nak.Ayo makan pasti kamu lapar sekali",jawab Nyonya Anita.


"Iya Ma...",balas Anaya.


Pandangan itu tak luput dari tatapan Nyonya Anita yang tersenyum tipis.Anaknya begitu sangat perhatian dengan menantunya.


Setelah selesai mereka berbincang ringan diruang keluarga.Anaya hanya menjadi pendengar saja karena ia tak mengerti dengan saham yang dibahas sang suami dengan Kakek dan Papa mertuanya.


"Nay... bagaimana kamu mau cuti lebih awal atau daring?",tanya Kakek pada cucu menantunya itu.


"Kalau bisa daring aja Kek",jawab Anaya.


"Hmmm...Menantu tolong kamu urus semuanya di kampus!", ucap Kakek pada Nyonya Anita.


"Dengan senang hati Dad",jawab Nyonya Anita.


"Kamu yakin sayang", tanya Sean mengelus rambut cokelat milik Anaya dengan lembut.


"Di jalani dulu Mas nanti jika udah gak sanggup baru ambil cuti",jawab Anaya.


"Baiklah...yang penting kamu dan baby kita nyaman",balas Sean.


"Ya Mas...", timpal Anaya.


"Naya gaunnya udah kamu coba?",tanya Nyonya Anita.


"Belum sempat Ma,nanti aku coba",jawab Anaya.

__ADS_1


"Ya sayang,tapi Mama yakin pas sama kamu", ucap Nyonya Anita diangguki oleh Anaya.


"Kek...makan malam besok apa tidak bisa dibatalkan saja",ucap Sean.


"Tidak Sean...semua sudah dalam rencana Kakek",jawab Kakek.


"Tapi Kakek harus memastikan Indi tidak lagi menganggu istriku",ujar Sean menggengam Erta tangan sang istri.


"Ya...akan Kakek pastikan",jawab Kakek Alatas.


Setelah cukup malam mereka memutuskan untuk beristirahat merebahkan tubuh yang lelah seharian beraktivitas.


Keesokan harinya Anaya merasa perutnya di aduk aduk.Wanita itu segera berlari menuju kamar mandi menumpahkan semua isi perutnya.


Sean yang dari tadi duduk memangku laptop segera menghampiri sang istri saat mendengar suara muntahan dari kamar mandi.


Pria itu segera memijit tengkuk Anaya untuk mengurangi rasa mual."Masih mual?",tanya Sean membersihkan mulut Anaya tanpa rasa jijik.


"Iya Mas... perut aku gak enak banget",jawab Anaya yang tampak sudah lemas.


"Kita ke dokter ya",ucap Sean membawa sang istri kedalam pelukannya.


"Iya Mas...",lirih Anaya didalam pelukan sang suami yang membuatnya begitu tenang.


Sean menggendong sang istri kembali ke kamar.Dengan hati hati pria itu menurunkan Anaya di tempat tidur."Sayang jangan susahkan Mama",ucap Sean didepan perut Anaya.


"Mas...ini sudah biasa terjadi pada wanita hamil",jawab Anaya mengelus rambut sang suami.


"Tapi aku gak tega lihat kamu kayak gini demi mengandung anakku",ujar Sean menatap sendu Anaya.


"Anakku juga Mas",ralat Anaya.


"Ya...anak kita",balas Sean mengelus perut sang istri dengan begitu lembut.


"Ayo siap siap kita ke dokter sekarang",ujar Sean.


"Nanti aja Mas kamu kan harus ke kantor dulu",jawab Anaya.


"Gak sayang sekarang!.Aku gak tenang ninggalin kamu kayak gini di rumah sebelum memastikan keadaan kalian berdua",ujar Sean.


"Kamu pemaksa sekali Mas",kekeh Anaya lalu bangkit menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.


"Itu demi kamu dan calon anak kita sayang",jawab Sean membantu Anaya memakai gaunnya.


"Sepertinya aku akan memesan beberapa gaun untukmu karena gaun ini sudah sedikit sempit pasti gak nyaman juga untuk kehamilan kamu",ujar Sean yang melihat perut istrinya yang mulai membuncit.


"Ya Mas...tapi gaun gaun ini jangan dibuang ya..!.Nanti setelah aku melahirkan akan bisa di pakai lagi",jawab Anaya.


"Ya sayangku...",ujar Sean gemas dengan sang istri.


Ia tak menyangka wanita seperti Anaya akan membuatnya benar benar tunduk dan tak mampu berpaling lagi.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya.Insyaallah up 3 bab hari ini.Mohon dukungannya agar aku makin semangat nulis.


__ADS_2