Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Dasar mesum


__ADS_3

Sesampainya di mansion Sean menggendong Anaya ala bridal style.Ya Anaya masih terlelap tidur membuat Sean harus mengangkat tubuh wanitanya itu.


Mansion tampak sangat sepi karena kedua orangtuanya masih berada diluar kota.Hanya para pelayan yang menyambut kedatangannya.


Sean membawa Anaya kedalam kamar mereka dan menidurkannya diatas ranjang miliknya.


Sean menghela nafas panjang hampir saja dia dan sang istri kehilangan calon anaknya jika saja Anaya tak teliti sebelum meminum obatnya.


Sean berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


Setelah selesai pria itu meraih laptopnya dan duduk disisi sang istri yang tengah tertidur.Wanitanya itu sama sekali tak terganggu sama sekali tidurnya.


Sean fokus pada pekerjaannya dan sesekali mengecek ponselnya menanyakan perkembangan pencarian Arumi.


Namun orang orangnya belum bisa menemukannya."Apa aku minta tolong pada orang kepercayaan Kakek?.Tapi jika sampai Kakek tau masalah ini pasti akan murka",batin Sean.


"Ya...hanya itu caranya orang kepercayaan Kakek memiliki kemampuan melacak orang walau keujung dunia sekalipun",gumam Sean.


Akhirnya pria tampan itu memutuskan untuk menghubungi Kakek Alatas.Sean berpindah duduk kearah sofa supaya tidur Anaya yang terganggu suaranya saat menelepon.


Grandpa:Hallo Sean...


Sean:Halo Kek.Bagaimana keadaan Kakek disana?


Grandpa:Baik...hanya sepi tak ada kalian.


Sean:Kek...


Grandpa:Terjadi sesuatu Sean?


Sean:Ya Kek...Sean perlu bantuan Kakek karena orang kepercayaan Sean tak bisa melakukannya.


Grandpa:Apa yang bisa Kakek bantu?


Sean:Sean ingin orang kepercayaan Kakek melacak seseorang yang hampir membuat Sean dan Naya kehilangan calon anak kami.


Grandpa:Berani sekali orang itu berurusan dengan keluarga Alatas.Kirim data pribadinya!


Sean:Baiklah Kek.. terimakasih.


klik


Sean segera mengirimkan data yang dimaksud Kakek.Pria itu menghampiri tempat tidur saat melihat sang istri mulai membuka mata.


"Sudah bangun,hum?",tanya Sean tersenyum lebar pada sang istri.


"Kita dimana Mas?",tanya Anaya tanpa menjawab pertanyaan Sean.


"Di kamar sayang",jawab Sean.


"Hmmmm...maaf merepotkan kamu terus jika kita bepergian aku selalu tidur di mobil",ucap Anaya.


"Hei...siapa yang direpotkan sih sayang,hum?.Kamu itu istri aku sudah sepantasnya aku yang menggendong kamu.Aku gak akan rela jika seujung kuku ada pria yang nyentuh kamu sayang.Jika ada akan aku pastikan hidupnya singkat",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri.


Deg


Anaya membatu mendengar ucapan sang suami."Apa jadinya jika Mas Sean tau jika Riko pernah menolongku saat pingsan di kampus",batin Anaya.


"Kenapa sayang,hum?",tanya Sean.


"Gak Mas...kamu begitu menakutkan jika sudah cemburu",jawab Anaya.

__ADS_1


"Hehehe...mana ada seorang suami yang rela istrinya disentuh pria lain Naya,termasuk aku yang begitu posesif jika sudah begitu", ucap Sean terkekeh pelan.


"Akhirnya kamu mengakui juga jika kamu posesif padaku Mas",ujar Anaya.


"Ya...itu lah aku",jawab Sean.


"Mau kemana sayang?",tanya Sean saat melihat Anaya turun dari ranjang.


"Kamar mandi Mas,panggilan alam",jawab Anaya.


"Mau aku bantu?",goda Sean.


"Gak...",ketus Anaya yang tau akan modus sang suami.


"Hahaha..."


"Aaaa...", pekik Anaya saat tubuhnya sudah dalam gendongan Sean.


"Mas...apa yang kamu lakukan?.Turunin aku Mas aku bisa sendiri", ucap Anaya yang memberontak di dalam dekapan Sean.


"Tidak semudah itu Nona",jawan Sean tersenyum penuh kelicikan.


"Hufff...mati aku alamat digempur habis habisan aku",batin Anaya.


Sean menurunkan Anaya di dalam kamar mandi lalu pria itu duduk dibibir bathub menunggu sang istri selesai.


"Mas kamu kok masih disini sih?aku mau pipis Mas",ucap Anaya.


"Ya udah ayo cepatan pipis",jawab Sean bersidekap didada.


"Gimana caranya jika kau masih disini?.Liatan aku lagi aku kan malu Mas",ucap Anaya.


"Kenapa harus malu sih sayang,hum?.Bahkan aku sudah melihatnya bahkan menikmatinya juga",bisik Sean membuat Anaya melongo mendengar ucapan ambigu sang suami.


Sean terkekeh pelan melihat gerutuan sang suami.Pria itu menelan salivanya melihat sang istri.Tubuhnya tiba tiba terasa panas saat sang istri begitu **** menurutnya.


Saat Anaya baru saja selesai pria itu sudah berdiri dibelakang sang istri memeluknya dari belakang.Anaya terkejut dengan apa yang dilakukan Sean saat bibir pria itu ******** tengkuknya membuat darahnya berdesir hebat.


"Kamu s*** sayang?",bisik Sean dengan suara serak apalagi Anaya bisa merasakan sesuatu yang mengeras tempat dibelakangnya.


"Mas...


Sean membalikkan tubuh sang istri berhadapan dengannya lalu mengusap bibir sang istri dengan ibu jarinya dengan pelan.


Cup


Sean langsung m****** bibir sang istri dengan sedikit kasar dan penuh ******.


Anaya hanya pasrah jika sudah begini menolak pun tak bisa.Suaminya itu begitu mesum jika menyangkut dirinya.


Sean mengendong Anaya keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut sama sama basah.Pria itu benar benar merealisasikan keinginannya.


"Aku bantu kamu mengeringkam rambut",ucap Sean menurunkan Anaya istri didepan meja rias.


"Gak usah Mas.Biarkan basah begini dirumah juga gak ada orang kan?",tolak Anaya.


"Yakin?",tanya Sean.


"Ya Mas..."


"Aku bantu menyisirnya saja",ujar Sean mengambil sisir lalu menyisir rambut sang istri dengan begitu telaten.

__ADS_1


"Kamu kenapa suka sekali membantumu seperti ini Mas?",tanya Anaya.


"Kenapa?ada yang salah?",ucap Sean.


"Gak sih Mas...aneh aja",jawab Anaya.


"Aneh...?aneh dari mananya sayang",tanya Sean mengernyitkan keningnya.


"Ya...mana ada suami yang mau membantu sang istri dalam hal beginian Mas",jawab Anaya.


"Aku... salah satunya",jawab Sean.


"Selesai...",ucap Sean.


"Makasih Mas",jawab Anaya.


"Iya sayang...ayo berpakaian setelah itu kita makan siang yang hampir sudah lewat dari jamnya",ucap Sean.


"Gara gara kamu sih Mas,mesum",jawab Anaya berjalan menuju ruang ganti mengambil pakaian gantinya dan untuk sang suami.


"Ya...itu aku",balas Sean dengan bangganya.


Setelah berpakaian mereka melangkah keluar kamar namun tiba tiba ponsel Anaya berdering membuat wanita itu balik badan mengambil ponselnya didalam tas.


"Siapa yang telfonnya sayang?",tanya Sean.


"Mama..."


"Angkat aja dulu",ucap Sean.


Anaya menekan tombol hijau dilayar ponselnya.


Anaya: Hallo Ma...


Mama:Ya sayang...Mama ganggu ya?


Anaya:Gak kok Ma...ada apa Ma?


Mama:Begini...Mama hari ini pulang kamu aja dibawakan oleh oleh apa.Mungkin mau sesuatu makanan disini gitu?atau yang lainnya.


Anaya:Makasih Ma...gak usah repot-repot aku juga gak mau apa apa juga kok saat ini Ma.


Mama:Yakin sayang.Kalau gitu Mama beliin kamu baju hamil aja kali ya.Modelnya disini bagus bagus sayang.


Anaya:Terserah Mama saja.


Mama: Baiklah sayang.Kamu dan calon cucu Mama baik-baik saja kan?


Anaya: Alhamdulillah baik Ma


Mama:Ya sudah Mama tutup dulu ya.Jaga kesehatan jangan lupa minum vitaminnya.


Anaya:Ya Ma...


Klik


"Sudah...?",tanya Sean yang memperhatikan sang istri dari tadi.


"Ya Mas..."


"Ayo...kita makan dedek bayinya pasti udah kelaparan juga",ucap Sean mengusap perut Anaya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2