
"Kau membebaskannya Sean?, aku pikir dia sudah menjadi santapan hewan peliharaanmu di pulau itu",ujar wanita itu pada Sean yang tampak terlihat datar.
"Aku membebaskannya atas permintaan istriku,kini aku serahkan padamu terserah mau kamu apakan dia",jawab Sean membuat Arumi mengggeleng lemah.
"Ck...gadis yang malang.Kau dengar sendiri dia menyerahkanmu padaku",ujar wanita itu tersenyum mengejek.
"Tidak...Sean aku mohon bantu aku,aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi",mohon Arumi.
"Aku sudah membantumu untuk bebas sekarang jika kau kembali tertangkap tidak ada urusannya denganku.Itu urusanmu dengannya,aku tidak akan ikut campur",jawab Sean melangkah meninggalkan Arumi dan wanita itu beserta anak buahnya.
"Aku mohon...Riana maafkan aku",mohon Arumi dengan menyatukan keduanya tangannya di dada.
"Kamu pikir dengan memaafkanmu bisa mengembalikan kewarasan Kakakku akibat kau meninggalkannya hanya demi pria yang tak mencintaimu seperti Sean",ucap Riana penuh penekanan.
"Riana...aku tau aku salah.Tapi aku tak nyaman dengan sikap posesif Kakakmu,sungguh",jawab Arumi.
"Kakakku posesif padamu karena dia terlalu sangat mencintaimu,tapi apa balasan yang Kakakku dapatkan kau meninggalkannya disaat ia yakin kau hidupnya dan kini ia harus kehilangan kewarasannya karenamu",ujar Riana.
"Izinkan aku menemuinya,dan berusaha untuk menyembuhkannya dengan caraku",jawab Arumi akhirnya.
"Untuk apa?untuk menyakitinya lagi?",tanya Riana.
"Tidak Riana...aku sungguh menyesal", jawab Arumi penuh sesal.
"Bawa dia...!",ujar Riana pada salah satu anak buahnya.
"Ikut kami...!",ujar pria berbadan tegap pada Arumi.
Sementara itu di kantor Sean begitu sibuk dengan pekerjaannya karena sang asisten yang lagi berbulan madu.Robi sang sekretaris juga tak kalah sibuknya karena pekerjaannya menjadi dobel sekarang.Meski ada Seena gadis itu tak terlalu membantu karena tak semua bidang dikuasai Seena dalam waktu singkat.
"Sepertinya aku akan lembur hari ini",gumam Sean meregangkan otot ototnya.
Tok tok tok.
"Masuk....!"
"Kak...aku membutuhkan tanda tanganmu",ujar Seena membawa beberapa berkas untuk Sean tanda tangani.
"Taruh di atas meja saja Seena!, nanti Kakak tanda tangan",jawab Sean.
"Kak Anaya tadi telfon aku karena Kakak gak angkat telfon darinya.Katanya dia izin mau ajak Arka imunisasi ke dokter bareng Mama",ujar Seena meletakkan berkas itu diatas meja Sean.
Sean mengambil ponselnya dan melihat ada 10 panggilan tak terjawab dari sang istri dan satu pesan yang mengatakan Anaya izin pergi membawa Arka imunisasi.
"Tenang aja Kak...Kak Naya pasti ngerti kok kalau Kakak sibuk,tadi aku udah bilangin kalau pekerjaan Kakak sangat banyak",ujar Seena yang tau kegelisahan sang Kakak.
"Terimakasih Seena,nanti Kakak telfon balik karena Kakak akan lembur malam ini dengan Robi",ujar Sean.
"Sebegitu menumpuknya Kak?",tanya Seena.
"Ini mau akhir tahun Seena jadi semua data harus direkap dan Kakak tanda tangani",jawab Sean.
__ADS_1
"Aku akan membantu",ujar Seena.
"Ya...hanya untuk malam ini saja",jawab Sean diangguki oleh Seena dan segera keluar dari ruangan sang Kakak.
Sean memutuskan menelfon sang istri namun sudah tiga kali panggilan tak kunjung diangkat membuatnya cemas.Dia kembali menelfon sang istri.
Anaya: Assalamualaikum Mas...
Sean: Waalaikum salam sayang...kamu dimana?
Anaya:Ini lagi jalan pulang dari dokter Mas
Sean:Arka kok nangis sayang?
Anaya:Wajar Mas...dia kan habis disuntik jadi sedikit rewel
Sean:Oh...begini sayang aku mungkin lembur malam ini karena pekerjaanku begitu banyak
Anaya:Iya Mas...tapi jangan lupa makan ya sama minum vitamin
Sean:Iya sayang...kamu juga ya
Anaya:Iya Mas...
Sean: Ya sudah kamu pulangnya hati hati bilang sopir jangan ngebut dan kasih kabar kalau udah sampai mansion.
Anaya:Iya suamiku sayang
Sean:Aku sayang dan cinta kamu my wife
Sean:Aku tutup ya sayang
Anaya:Ya Mas...
Klik
Sean tersenyum lebar setelah mendengar suara dari wanitanya.Seakan akan menjadi mood booster membuatnya kembali bersemangat untuk bekerja.
***
Anaya baru saja sampai di mansion dengan Arka didalam gendongan Nyonya Anita.Kedua wanita berbeda usia itu berjalan menuju kamar Arka.Bayi mungil itu masih saja merengek mungkin karena tidak nyaman.Sesampainya di kamar Anaya segera menyusui Arka.
"Haus ya sayang",ujar Nyonya Anita melihat sang cucu menyapi dengan sangat kuat.
"Iya Oma...",jawab Anaya menirukan suara anak kecil.
"Nay...tadi malam Mama kamu telfon Mama nanyain kabar kamu",ujar Nyonya Anita.
"Kok Mama Indi gak telfon aku langsung aja Ma",jawab Anaya.
"Mungkin masih canggung Nay.Setelah keluar dari rumah sakit Mama kamu kan udah gak di Indo lagi Nay",ujar Nyonya Anita.
__ADS_1
"Iya Mama aku tau...Mama Indi pernah telfon aku pamit buat tinggal dengan keluarga di luar negeri",jawab Anaya.
"Kamu udah bisa menerimanya Indi?",tanya Nyonya Anita.
"Perlahan lahan udah Ma.Meski masih sulit tapi aku tidak mau jadi anak durhaka Ma", jawab Anaya.
"Pelan pelan aja sayang.Mama juga bilang hal yang sama dengan Indi",ujar Nyonya Anita.
"Iya Ma...",jawab Anaya.
"Ma...Kak Sekar dimana sekarang ya?",tanya Anaya.
"Mama dengar dari Kakek,dia sudah membebaskan Kakak kamu dan sekarang bekerja di suatu tempat.Kata Kakek dia sudah berubah dan menyesali perbuatannya",jawab Nyonya Anita.
"Syukurlah Ma,dimana pun Kak Sekar berada aku harap dia bisa menjalani hidup yang lebih baik lagi",ujar Anaya
"Aamiin...iya sayang...",jawab Nyonya Anita.
Disebuah paviliun seorang pria tampak begitu menyedihkan dengan tangan dalam kaki terpasung.
Arumi berjalan mendekatinya dengan hati hati.
"Mas...Raka",lirih Arumi.
Pria yang bernama Raka itu menoleh dan menatap dalam mata Arumi lalu menetaskan air matanya.
"Rumi...", gumam pria itu yang masih menatap manik mata Arumi.
"Iya Mas...ini Arumi.Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini",isak Arumi yang menyesali kebodohannya meninggalkan Raka demi Sean yang tak pernah meliriknya.
"Rumi...kamu Rumiku?",ujar Raka lagi.
"Iya Mas...",jawab Arumi.
Sebenarnya Raka hanya depresi karena merasa dunianya hancur ditinggal Arumi.Pria itu sering mengamuk jika ia ingat karena kebodohannya yang begitu posesif membuat gadisnya tak nyaman dan meninggalkannya.
Raka tidaklah gila tapi keluarga terpaksa memasungnya karena Raka jika mengamuk akan menghancurkan barang barang yang ada di sekitarnya.
"Kamu kembali?",tanya Raka diangguki oleh Arumi.
Wanita itu telah memutuskan akan membantu kesembuhan Raka karena menurut dokter dengan kembalinya Arumi bisa menyembuhkan Raka dari depresinya.Ia tak peduli akan seperti apa nantinya hubungannya dengan Raka.
Raka tersenyum sembari menetaskan air matanya.
"Boleh minta tolong buka pasungannya?",tanya Arumi pada salah satu penjaga disana.
"Tapi Nona jika Pak Raka mengamuk bagaimana?",tanya penjaga.
"Aku akan menjaminnya", jawab Arumi kembali menatap Raka yang kini juga menatapnya.
"Baiklah..."
__ADS_1
...****************...
Sengaja bikin kisah Arumi ya.Karena novel mau aku tamatkan.Mungkin tinggal beberapa bab lagi.