Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Arkana Vernon Alatas


__ADS_3

2 bulan kemudian...


Tak terasa kandungan Anaya memasuki bulan ke sembilan.Sean pun tak lagi ke kantor semua pekerjaan ia serahkan pada Morgan.Ia ingin menjadi suami siaga.Kerena Anaya sudah kerap kali merasakan sakit pada perutnya.


Pagi ini pasangan suami istri itu sedang berjalan santai mengelilingi mansion.Anaya tampak sudah berkeringat.


"Istirahat dulu sayang",ucap Sean.


"Iya Mas... capek",jawab Anaya berjalan pelan dipegangi Sean menuju sebuah kursi.


"Mau aku gendong?",tanya Sean.


"Gak Mas...ini baik buat lahiran nanti",jawab Anaya.


Sean membantu sang istri duduk dengan nyaman.Pria itu sungguh iba melihat keadaan sang istri yang rela susah payah mengandung anaknya.


"Sini aku pijitin...",ucap Sean meraih kaki sang istri yang mulai membengkak.


"Makasih Mas",jawab Anaya.


"Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu sayang yang telah mau mengandung anak aku",jawab Sean yang sedang memijit pelan kaki sang istri.


"Anak aku juga Mas...",ralat Anaya.


"Iya...buah hati kita tapi kamu yang harus susah seperti ini sayang",ujar Sean.


"Itu sudah kodrat aku sebagai wanita Mas.Mengandug, melahirkan dan menyusui",jawab Anaya.


Tiba tiba saja Anaya merasakan sakit luar biasa pada perutnya.


"Mas...perut aku sakiiiitttt...",lirih Anaya meremas kuat bahu sang suami.


"Sayang...kamu--


"Mas..."


Sean langsung mengangkat sang istri dan berteriak pada sang sopir untuk disiapkan mobil.


"Pak...siapkan mobil",teriak Sean.


"Sean Anaya kenapa?",tanya Nyonya Anita saat melihat sang menantu dalam gendongan sang anak.


"Istiriku sepertinya mau melahirkan Ma",ucap Sean langsung memasukan Anaya kedalam mobil diikuti oleh Nyonya Anita yang juga ikut masuk mobil yang sama untuk menenangkan sang menantu.


"Sean kamu aja yang nyetir biar Anaya sama Mama dibelakang",ucap Nyonya Anita.


"Seena...kamu nyusul bawa koper berisi perlengkapan bayi di kamar Kakak",teriak Sean pada sang adik sebelum masuk ke dalam mobil.


"Iya Kak...",jawab Seena.


Sean Melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.Pria itu tak tahan mendengar ringisan sang istri di belakang.


"Mas... sakiiiitttt...",lirih Anaya yang tampak sudsh berkeringat.

__ADS_1


"Sabar Naya... sebentar lagi kita sampai,kamu tarik nafas lalu hembuskan",ujar Nyonya Anita yang sedang duduk disebelah sang menantu.


Anaya melakukan hal yang dikatakan sang mertua.Sungguh rasa sakitnya makin menjadi membuat wanita itu meremas kuat tangan sang ibu mertua.Nyonya Anita hanya pasrah karena ia tau sakitnya melahirkan.


"Sean cepatan Nak...",ucap Nyonya Anita pada sang anak.


"I-iya Ma... ini sudah mau sampai",jawab Sean membelokkan mobilnya menuju ruang skait terdekat.


Sean segera mengangkat tubuh sang istri menuju sebuah brangkar yang telah disiapkan.Karena mereka telah ditunggu oleh tim dokter.Sebelumnya Papa Ferdian telah mengunjungi pihak rumah sakit saat Sean masih dalam perjalanan.


Anaya di bawa ke ruang bersalin diikuti oleh Sean yang akan menemani Anaya melahirkan.


Dokter segera memeriksa Anaya untuk mengecek pembukaan.


"Alhamdulillah pembukaannya sudah lengkap",ucap sang dokter.


Dengan penuh perjuangan akhirnya Anaya melahirkan seorang bayi laki-laki yang begitu tampan.


"Terima kasih sayang...kamu wanita hebat",bisik Sean meneteskan air matanya lalu mengecup lama kening sang istri penuh kasih sayang.


"Iya Mas...kamu juga Daddy yang hebat mau menerima cakaran aku",lirih Anaya.


"Cakaran itu tak seberapa sakitnya dibandingkan kamu sayang",jawab Sean tersenyum bahagia.Lengkap sudah kebahagiaannya memiliki seorang anak.


Anaya dipindahkan keruang rawat yang tentunya ruan terbaik dirumah sakit milik sahabat dari Papa Ferdian.


Semua keluarga telah berkumpul kecuali Kakek Alatas yang kini berada di London.


"Kak...mana bayinya?",tanya Seena yang tak sabaran ingin melihat keponakannya itu.


"Aku gak sabaran melihatnya Kak",ujar Seena.


"Mama juga",timpal Nyonya Anita.


Tak lama pintu ruangan terbuka tampak seorang suster mendorong boks bayi.Semua mata tertuju pada bayi merah yang tengah tertidur pulas.


"Masaallah... sayang ini bayi tampan sekali",ucap Nyonya Anita menggendong anak cucu ke dalam pelukannya.


"Iya Ma...ini mah curang,Kak Naya yang mengandung lahirnya mirip Kak Sean semua",ujar Seena mengapa keponakannya.


"Benar Sean ini mirip kamu semua loh",timpal Papa Ferdian yang dididik disebelah sang Istri.


"Iya Pa...aku juga yakin mirip Mas Sean karena selama hamil aku gak mau jauh dari Mas Sean",jawab Anaya membenarkan ucapan sang mertua.


"Sean apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk cucu Mama ini?",tanya Nyonya Anita.


"Arkana Vernon Alatas dipanggil baby Arka",jawab Sean.


"Nama yang bagus Sean",jawab Papa Ferdian.


"Assalamualaikum baby Arka...",ujar Nyonya Anita.


Bayi merah itu tampak tersenyum tipis meski matanya terpejam.

__ADS_1


"Lihatlah dia tersenyum sepertinya dia menyukai namanya",ucap Seena yang gemas mencium pipi Arka sehingga bayi itu memekik keras.


"Ya....nangis.Onty jahat ya sayang",ujar Nyonya Anita memberikan bayi itu pada Anaya.


"Nay... disusui dulu", timpal Nyonya Anita.


"Kalau begitu Papa keluar dulu sekalian mau nelfon Kakek kalian",ujar Papa Ferdian diangguki oleh Sean yang duduk disebelah sang istri.


Anaya menyusui bayi yang beberapa jam lalu ia lahirkan itu.Wanita itu tampak tersenyum bahagia lalu mencium lembut pipi sang putra.


"Mas...dia mirip sekali denganmu bahkan aku gak kebagian sama sekali.Cuma numpang diperut Mommy ya nak ya",ucap Anaya pada sang anak yang tengah menghisap sumber kehidupannya.


"Ya sayang...tak ada satupun yang mirip kamu",jawab Sean membenarkan ucapan sang istri.


Tiba tiba pintu ruangan terbuka Morgan dan sang calon istri tampak memasuki ruangan. Dengan sigap Sean menutup area dada sang istri.


"Maaf aku gak tau jika--


"Ketuk pintu dulu makanya",ketus Sean menghampiri sang sahabat.


Lola segera menghampiri mantan majikannya itu dan menyerahkan sebuah paper bag berisikan pakaian bayi.


"Makasih Aunty Lola",ucap Anaya menyudahi menyusui sang anak.


"Selamat ya Nona semoga jadi anak yang sudah dan berbakti kepada kedua orangtuanya, aamiin",ucap Lola tulus mengusap pipi bayi merah itu dengan lembut.


"Iya... makasih ucapannya La",jawab Anaya.


"Siapa namanya No--


"Panggil Naya aja La",sela Anaya.


"Siapa namanya Nay?",tanya Lola menatap bayi itu penuh kagum.


"Baby Arka",jawab Anaya.


"Hai Baby Arka...",sapa Lola.


"Iya Aunty Lola...",jawab Nasya menirukan suara bayi.


Sean dan Morgan yang melihat kedua wanita itu tersenyum tipis.


"Bagaimana persiapan pernikahan kamu Morgan?",tanya Nyonya Anita yang tadinya juga ikut memperhatikan Anaya dan Lola.


"Sudah hampir 50% Tante",jawab Morgan.


"Aku sudah mempersiapkan tiket hannymoon untuk Kalian ke Kanada",ujar Sean.


"Sean--


"Aku tau itu impianmu bukan?,tapi kamu harus janji sepulang dari sana membawa kabar gembira setidaknya calon menantuku",ujar **** dengan absurdnya.


"What?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2