Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Pingsan


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan di kantornya polisi membebaskan kedua tahanan itu dan memberikan hukuman yang pantas untuk mereka terima Sean menuju kantornya.


Pria itu tersenyum iblis saat Morgan melaporkan hasil kerjanya pada Sean.Ia tak akan mengampuni orang orang yang bermain mengusiknya.


Sean mengurung Amar disalah satu ruang rahasianya.Disana pria itu akan rantai dan jika memberontak anak buahnya akan menyiksanya.Itu tak seberapa dari apa yang telah ia lakukan pada Anaya.Sean tau jika Amar berusaha melecehkan istrinya.Itulah yang membuat darahnya mendidih.Ingin rasanya ia melenyapkan pria itu dengan tangannya sendiri namun kematian terlalu mudah untuk pria itu.


Sedangkan Sekar Sean mengirim ke suatu tempat yang pastinya membuat wanita itu merasakan hal yang sama dengan sang istri.Kemana Sean mengirimnya hanya dia yang tau.Bahkan pria itu tak ingin pembaca ikut tau rencananya.Yang pasti Sekar sudah menerima hukuman untuknya setelah ia mendatangi kesepakatan dengan Sean.


Sean menghela nafas lega karena sudah berhasil menyingkirkan satu persatu benalu yang berusaha mengusiknya.Kini ia fokus pada rumah tangganya dengan sang istri dan target untuk segera memiliki momongan tentunya.


Sean fokus pada pekerjaannya saat Morgan sang asisten tampak tak bersemangat duduk dihadapan pria itu.


"Ada apa?", tanya Sean dengan wajah datarnya.


"Aku tak menyangka kau begitu kejam Sean",ucap Morgan menatap sahabatnya itu tak percaya.


"Berani mengusik istriku dia akan mendapatkan hal yang lebih dari itu",jawab Sean.


"Ngomong ngomong bagaimana malam pertamamu kemarin",tanya Morgan menggoda Sean.


"Bukan urusanmu",jawab Sean.


"Harusnya kamu berterima kasih pada mereka karena ulah mereka kau bisa-


"Tanpa mereka pun aku bisa",sela Sean menatap tajam sahabatnya yang super kepo itu.


"Ck...kau datar sekali kawan",jawab Morgan.


"Bagaimana dengan wanita itu?",tanya Sean mengalihkan pembicaraan yang menurutnya tabu itu.Hal ranjang tak akan Sean katakan pada siapapun itu rahasianya dengan sang istri.


"Sesuai keinginanmu",jawab Morgan.


"Kamu yakin?",tanya Sean.


"Ya...sangat yakin karena aku sendiri yang mengantarnya",jawab Morgan.


"Baiklah karena kerjamu sangat memuaskan aku akan menstranfer bonus untukmu",ujar Sean.


"Aku hanya perlu tungggangan baru",jawab Morgan.


"Baiklah maximal harga 1M",ujar Sean.

__ADS_1


"Apa itu tidak-


"Ya atau tidak",ujar Sean.


"Baiklah...",jawab Morgan sedikit kecewa belum bisa membeli mobil impiannya.


Morgan meninggalkan ruangan Sean dengan wajah sedikit ditekuk.Doa sudah berharap bisa membeli mobil yang sudah lama menjadi incarannya.Ia pikir Sean akan membelikan mobil impiannya itu tapi ternyata tidak.


Sementara itu dikampus Anaya tampak melamun.Entah apa yang membuat wanita itu tampak tak bersemangat.Wanita itu tampak sedikit pucat dan merasa sangat lemas dan tak bertenaga.


"Apanya kamu baik baik saja?",tanya Arini teman sebangku Anaya.


"Aku sedikit lemas Rin",jawab Anaya.


Arini meletakan punggung tangannya dikening Anaya."Kamu tidak demam Nay...apa kamu belum sarapan?",tanya Arini.


"Udah...entah kenapa tiba tiba saja aku merasa lemas kayaknya gini",jawab Anaya yang wajahnya tampak makin pucat.


"Mau pulang?",tanya Arini.


"Gak usah...masih ada satu mata kuliah lagi kan?",ujar Anaya yang ngeyel tatap ingin melanjutkan kuliahnya.


"Tapi kamu gak baik baik saja Nay...aku panggilin Seena adik kamu ya",tawar Arini tak dijawab oleh Anaya karena rasa pusing tiba tiba datang.


Sementara itu seorang pria tampak begitu kuawatir dengan Anaya.Tapi ia tak bisa berbuat apa apa.Ia tak mau berurusan dengan keluarga Alatas karena tunangannya kini masih dalam masa skorsing akibat mengusik Anaya.


"Pusing banget...",gumam Anaya yang kepalanya begitu terasa berat.


Tak lama Seena datang bersama Arini menghampiri Anaya yang tampak sudah makin pucat.


"Kak...apa yang terjadi?.Kenapa bisa begini?",tanya gadis itu beruntun ia begitu kuawatir melihat sang Kakak yang tampak tak baik baik saja.


Anaya hanya menggeleng sebagai jawabannya.Tubuhnya begitu lemas dan tak bertenaga sama sekali.


"Kamu bantu aku memapah Kak Naya ke mobil ya",ujar Seena pada Arini.


"Baiklah...ayo!",jawab Arini membantu Anaya untuk berdiri.


Namun baru saja berdiri Anaya tiba tiba saja tak sadarkan diri.Seena terkejut dan terpekik melihat sang Kakak tak sadarkan diri.


Riko yang dari tadi memperhatikan Anaya dari jauh berlari menuju kerumunan mahasiswa yang mengerumuni Anaya.

__ADS_1


"Ada yang bisa bantu menggendongnya tidak?",tanya Seena.


Semua orang terdiam tak berani menjawab karena tak mau berurusan dengan Josean Alatas yang begitu posesif pada sang istri.


Seena menatap satu persatu mahasiswa namu tak ada yang berani mengajukan diri."Aku yang tanggung jawab jika Kakakku mempermasalahkan ini",seru Seena.


"Biar aku saja",Riko langsung membopong tubuh Anaya diikuti oleh Seena dan Arini.


"Ayo...mobilku ada disana!",tunjuk Anaya pada Riko yang berlari kecil menggendong Anaya.


Seena langsung membuka pintu mobilnya dibagian belakang.Riko perlahan meletakkan tubuh wanita yang sampai saat ini masih mengisi hatinya itu.


"Makasih ya...nanti aku akan bertanggung jawab jika Kakakku mempermasalahkan semua ini",ucap Seena karena tadi ada beberapa mahasiswa yang memvideokan Riko yang menggendong Anaya.Ia yakin Kakaknya nantinya pasti akan tau juga.


"Tak masalah",jawab Riko.


"Seena aku gak bisa ikut masih ada kelas soalnya",ujar Arini.


"Oke..makasih tadi udah bantu",jawab Seena lalu masuk kedalam mobil diangguki oleh Arini. Gadis itu melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat tak lupa ia mengirim pesan pada sang Kakak mengenai kondisi Anaya.


Sesampainya di rumah sakit Anaya langsung dibawa ke ruang IDG.Seena tampak menunggu diluar ruangan dengan harap harap cemas.


Tak lama sang Kakak Sean datang dengan raut wajah paniknya.Pria itu langsung meninggalkan rapat saat pesan dari sang adik yang mengatakan sang istri pingsan.


"Seena...kenapa bisa terjadi?",tanya Sean pada sang adik.


"Aku juga tak tau Kak.Tadi teman sebangku Kak Anaya yang memberitahu aku jika Kak Naya tak baik baik saja.Pas aku mau bawa Kak Naya ke mobil dia tiba tiba saja Kak Naya pingsan",jawab Seena.


Sean mengusap wajahnya kasar,ia begitu mengkhawatirkan keadaan sang istri.Ia takut terjadi sesuatu dengan Anaya.


Tak lama pintu ruangan terbuka seorang dokter wanita tampak keluar dari ruangan itu.Sean langsung menyongsong dokter muda itu untuk menanyakan keadaan sang istri dikutip oleh sang adik.


"Dok bagaimana keadaan istri saya",tanya Sean dengan raut wajah panik.


Dokter muda itu tampak syok melihat siapa yang berdiri dihadapannya.Pria yang dikagumi oleh banyak wanita.Dan apa katanya tadi istri?.


"Dok... bagaimana mana keadaan Kakak ipar saya?",tanya Sedang menyadarkan dokter itu dari lamunannya.


"Oh...maaf.Nyonya muda dia-


"Dia kenapa dok?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2