Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kamu berubah Mas


__ADS_3

"Tapi sayangnya aku ingin",ucap Morgan.


Arumi tampak tergugu kecemburuan pada Anaya membuat hidupnya dalam masalah.Ia tau Sean jika sudah diusik tak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang.Ia pikir Sean tak akan tau dengan apa yang ia lakukan.


"Pengawal aku serahkan wanita ini terserah apa yang akan kalian lakukan padanya",ucap Sean melangkahkan meninggalkan Arumi yang terlihat begitu ketakutan saat para pengawal menatapnya seperti kelaparan.


"Sean...aku mohon maafkan aku",teriak Arumi tak dihiraukan oleh Sean.


Morgan tampak tertegun namun kemudian ia juga pergi begitu saja saat Arumi menatapnya penuh permohonan.Ia sedikit iba dengan Arumi tapi ia juga kecewa dengan apa yang telah dilakukan Arumi padanya dan Sean serta Anaya.


Sean menghela nafas panjang setibanya diluar.


"Kamu yakin Sean dengan semua ini?,dia pernah menjadi bagian hidup kamu dimasa lalu",ujar Morgan.


"Pindahkan dia ketempat dimana Sekar disekap dan pastikan hukumannya lebih berat dari Sekar!",ujar Sean tanpa menjawab ucapan sahabatnya.


"Hmmm"


Sean memasuki mobilnya meninggalkan Morgan yang menatapnya tak percaya."Aku tau kamu tak setega itu padanya Sean",gumam Morgan kembali masuk.


Dimansion Anaya baru saja selesai mandi tapi ia lupa jika dikamar ini tak ada lagi pakaiannya.Anaya mencoba membuka lemari siapa tau ada baju yang bisa ia pakai.


Anaya tersenyum saat melihat sebuah gaun meski sedikit kekecilan karena perutnya sudah mulai membuncit.Anaya tak punya pilihan ia memakai gaun itu meski begitu ketat ditubuhnya.


Setelah selesai wanita itu keluar kamar namun langkah terhenti di ujung tangga saat melihat sang suami baru saja pulang.Tapi Sean tak melihat keberadaannya pria itu terus berjalan menuju kamar dilantai dasar.


Anaya tersenyum tipis ada rasa perih dihatinya saat sang suami mengacuhkannya.Ia telah terbiasa dengan semua perhatian dan sikap Sean yang memanjakannya.Apalagi pagi ini Sean tak membangunkannya malah pria itu pergi begitu saja.


Anaya kembali memasuki kamar Sean dan duduk dibalkon kamar.Ia begitu merasa hampa diacuhkan seperti ini.Bahkan Sean tak mencarinya sampai saat ini.


"Kamu yang buat aku ketergantungan dengan kamu tapi kenapa kamu malah menghindariku",batin Anaya.Hatinya memang sudah tidak tenang saat Sean mengatakan jika Arumi adalah manahan kekasihnya.


Anaya menyandarkan tubuhnya di sofa tunggal yang ada dibalkon itu.Merilekskan tubuhnya bahkan ia belum meminum vitamin dan susu hamilnya hari ini.Wanita itu mengusap perutnya dengan lembut.


"Sayang jika Papa kamu tak menginginkan Mama lagi,Mama janji akan tetap membesarkan kamu dengan kasih sayang Mama",lirih Anya menetaskan air matanya.


"Apa aku berlebihan?.Apa aku saja jika aku merasa ada perubahan pada Mas Sean setelah bertemu Arumi",batin Anaya.


Akhirnya wanita itu tertidur dengan perut kosong belum memakan apapun dari tadi pagi.


Sementara itu Sean tampak fokus pada laptopnya tanpa ia sadari istrinya tak ada disana.Pria itu sibuk berbalas email dengan Kakek.


Setelah selesai Sean baru sadar jika tak ada Anaya disana.Pria itu melangkah menuju lantai atas karena ia yakin istrinya itu masih berada dikamarnya.


Saat memasuki kamar Sean mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.Tatapannya berhenti dibalkon kamar tampak Anaya tertidur pulas.


Sean menatap lekat wajah sang istri namun ia menyentuh sudut mata sang istri yang ada jejak air mata."Apa yang membuatmu menangis lagi sayang",gumam Sean.


Anaya yang merasa tidurnya terganggu ia membuat matanya.Tampak Sean berjongkok tengah memandanginya.


"Mas..."

__ADS_1


"Ada apa,hum?", tanya Sean di jawab dengan gelengan oleh Anaya.


"Sayang lihat aku...!",ucap Sean.


"Ada apa?",tanya Sean lagi.


"Gak Mas...",elak Anaya.


"Saya--


"Kamu dari mana Mas?",tanya Anaya.


"Oh...itu ada urusan dengan Morgan",jawab Sean tak sepenuhnya berbohong.


"Oh..."


"Sayang...udah makan dan minum susu serta vitamin?",tanya Sean menatap dalam Anaya.


"Belum Mas,aku gak lapar",jawab Anaya.


"Sayang...maaf",ucap Sean tiba tiba.


"Untuk?"


"Pagi ini aku mengacuhkanmu bahkan aku tak membuatkanmu susu hamil dan tak memerintahkan pelayan untuk membawakan sarapan untukmu.Suami macam apa aku ini",sesal Sean.


"Itu karena kamu mulai berubah Mas",ujar Anaya.


"Mas apa kamu masih cinta sama Arumi?",tanya Anaya menatap kedua bola matanya sang suami.


"Gak sayang...hanya kamu",jawab Sean jujur.


Anaya bisa melihat kejujuran di dalam bola mata sang suami.Tapi kenapa ia merasa Sean sedikit berubah."Mas tolong jawab jujur apakah kamu sungguh sungguh mencintai--


Sean membungkam mulut sang istri dengan bibirnya dan me******* cukup lama.Ia menyalurkan semua perasaannya melalui ciuman itu.


"Sayang...jangan pernah ragukan lagi tentang perasaan ku padamu",ucap Sean menatap bibir sang istri yang bengkak akibat ulahnya.


"Tapi Mas--


Sean kembali ******* bibir Anaya dengan lembut dan dalam.Ia benar benar candu akan bibir sang istri.


"Aku dan hatiku milikmu Anaya dan tak ada lagi tempat untuk yang lain",lirih Sean mengusap bibir sang istri yang basah oleh salivanya.


"Mas...aku takut kamu meninggalkanku dan tak lagi peduli dengan ku",isak Anaya menumpahkan rasa sesak yang dari tadi ia tahan dipelukan sang suami.


"Itu tak akan pernah terjadi sayang",jawab Sean melerai pelukan mereka lalu menghapus jejak air mata sang istri.


"Mas..."


"Jangan lagi ada air mata sayang",ucap Sean kembali memeluk sang istri.

__ADS_1


"Mau makan?",tanya Sean di angguki oleh Anaya.


"Aku mau makan buatan kamu",lirih Anaya.


"Baiklah tuan putri mari kita eksekusi",ucap Sean menggendong tubuh Anaya ala bridal style.


"Mas... turunin",pekik Anaya.


"No..."


"Mas...malu sama pelayan",ucap Anaya.


"Jika ada yang melihat gaji kalian aku potong",ucap Sean membuat seluruh pelayat menundukkan kepalanya kebawah.


Nyonya Anita yang melihat dari kejauhan tersenyum bahagia.Niatnya ke dapur ia tunda melihat anak menantunya yang juga kesana.


"Mau pesan apa Nona muda Alatas?", ucap Sean mendudukan Anaya di meja makan.


"Hmmmm udang saus padang",jawab Anaya.


"Baiklh... sayang",balas Sean.


"Mas..."


"Hmmm"


"Kamu makin tampan dan **** jika memakai celemek",ucap Anaya jujur.


"Benarkah sayang?",tanya Sena tersenyum senang mendapat pujian dari wanitanya.


"Ya..."


"Akan aku buktikan nanti betapa **** nya suamimu ini",bisik Sean mencuri kecupan di bibir sang istri.


"Ih...kamu mesum",ujar Anaya.


"Itu semua karena tubuh mau canduku sayang",jawab Sean.


"Ish...itu mah mau kamu Mas",kesal Anaya.


"Tapi kamu suka kan?",goda Sean.


"Mas...ih"


"Apa sih sayang",ucap Sean.


"Auuu ah..."


...****************...


hari ini 3 bab ya

__ADS_1


__ADS_2